Jakarta, IDN Times - Israel dikabarkan telah menyerang situs produksi senjata milik Hamas yang ada di wilayah Sabra, Jalur Gaza, Palestina. Serangan tersebut dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Minggu (12/7/2026) siang waktu setempat. Sebelum meluncurkan serangan, IDF sudah lebih dulu memberikan peringatan.
Dianggap Mengancam, Israel Serang Pabrik Senjata Hamas di Gaza

- Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang pabrik senjata milik Hamas di Sabra, Gaza, menggunakan tiga rudal setelah memberikan peringatan, menewaskan sejumlah anggota Hamas yang sedang memproduksi senjata.
- Selain pabrik senjata, IDF juga melancarkan serangan ke wilayah timur kamp pengungsian Al-Bureij pada hari yang sama, menewaskan enam orang termasuk seorang anak perempuan berusia sembilan tahun.
- Dalam beberapa hari terakhir, IDF terus menggencarkan serangan ke Gaza untuk membasmi pasukan Hamas, sementara wilayah tersebut kini dikelola oleh komite baru bernama National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial X, terlihat bahwa IDF menyerang pabrik senjata Hamas di Gaza menggunakan tiga rudal sekaligus. Ledakan terdengar sangat keras usai rudal tersebut menghantam target serangan. Sejumlah warga Palestina yang ada di sana langsung berlarian seraya meneriakkan "Ya Allah!" dan “Allahu Akbar!”.
1. IDF berhasil menewaskan sejumlah pasukan Hamas

Dalam serangan tersebut, IDF berhasil menewaskan sejumlah pasukan Hamas. Mereka diketahui sedang bekerja membuat senjata di pabrik senjata tersebut. Namun, IDF tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah pasukan Hamas yang tewas terkena serangan mereka.
“Baru-baru ini, anggota Hamas bekerja di lokasi tersebut untuk memproduksi komponen senjata dalam upaya memulihkan kemampuan organisasi. Ini merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata. Lokasi pabrik tersebut diserang saat beberapa teroris Hamas beroperasi di dalamnya,” demikian bunyi pernyataan resmi IDF, seperti dilansir Times of Israel.
2. IDF juga menyerang target lainnya di Gaza

Sebelum menyerang situs produksi senjata Hamas, pada hari yang sama, IDF juga meluncurkan serangan ke target lainnya yang ada di Gaza. Pada Minggu pagi, IDF meluncurkan serangan ke bagian timur kamp pengungsian Al-Bureij. Serangan tersebut dikabarkan telah menewaskan sebanyak enam orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama Tala Abu Matar.
Menurut saksi mata, Matar sebetulnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Al-Aqsa untuk mendapatkan perawatan. Namun, Matar akhirnya tidak tertolong karena luka yang dialaminya cukup parah. Isak tangis menyelimuti keluarga Matar saat mengetahui putrinya tewas akibat serangan Israel.
3. IDF sedang gencar menyerang Gaza dalam beberapa hari terakhir

Saat ini, IDF memang sedang gencar melakukan serangan ke Gaza. Langkah ini dilakukan untuk membasmi seluruh pasukan Hamas yang ada di wilayah tersebut. Pada Sabtu (11/7/2026) dan Kamis (9/7/2026) pekan lalu, IDF juga menyerang Gaza hingga menewaskan dua anggota Hamas, yakni Hassan Mustafa Zahir Al-Razina dan Mohammad Mahmoud Abd al-Mu’ti Fayyoumi.
Sebetulnya, Gaza saat ini sudah tidak dikuasai lagi oleh Hamas. Sebab, pemerintahan di wilayah tersebut kini sudah diambil ali oleh komite baru yang dibentuk Dewan Perdamaian (BoP) Gaza bernama National Committee for the Administration of Gaza (NCAG). Komite tersebut dipimpin oleh seorang teknokrat asal Palestina bernama Ali Shaath. Kebijakan ini resmi berlaku usai Hamas membubarkan pemerintahan darurat Gaza pada 6 Juli lalu.






















