Jakarta, IDN Times - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) memperingatkan bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dapat menjadi yang terburuk dalam sejarah.
Menurut data terbaru pemerintah, jumlah kasus yang terkonfirmasi telah meningkat menjadi 837 kasus, termasuk 196 kematian. Sementara itu, puluhan ribu orang yang diduga pernah melakukan kontak dengan pasien terinfeksi hingga kini belum berhasil dilacak.
“Jika kita tidak segera menghentikan wabah ini, situasinya akan lebih buruk daripada yang terjadi di Afrika Barat dan DRC bagian timur,” kata Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, dalam pertemuan virtual dengan para pemimpin Afrika dan donor internasional di Burundi pada Selasa (16/6/2026).
Pernyataan Kaseya ini merujuk pada wabah Ebola yang melanda Guinea, Liberia, dan Sierra Leone pada 2014–2016 yang menewaskan lebih dari 11 ribu orang, serta wabah di DRC pada 2018 yang menyebabkan jumlah korban jiwa lebih sedikit.
