Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nepal Terapkan Jam Malam usai Kerusuhan Berdarah

Nepal Terapkan Jam Malam usai Kerusuhan Berdarah
Ilustrasi kerusuhan (Unsplash.com/Pawel Janiak)
Intinya Sih
  • Nepal memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah tenggara setelah kerusuhan antarkelompok menewaskan sedikitnya tiga orang dan mendorong pengamanan diperketat.
  • Bentrokan Hindu-Muslim di Diwanganj, Distrik Sunsari, dipicu musik keras dan pengibaran bendera saat acara keagamaan; sedikitnya 25 orang terluka, dua tewas setelah polisi membubarkan massa.
  • Kerusuhan meluas ke Distrik Siraha dengan satu korban tewas; pemerintah menjanjikan penyelidikan transparan, tindakan tegas, serta santunan 6.660 dolar AS bagi setiap keluarga korban meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Nepal menerapkan kebijakan jam malam di sejumlah wilayah bagian tenggara negara tersebut. Langkah ini diambil usai kerusuhan antarkelompok menewaskan sedikitnya tiga orang, pada Jumat (31/7/2026).

Selain membatasi mobilitas warga, aparat keamanan memperketat penjagaan di lokasi terdampak untuk mencegah kekerasan susulan. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, sementara proses penyelidikan masih terus berlangsung.

1. Penyebab bentrokan antarwarga di Distrik Sunsari

ilustrasi Nepal
ilustrasi Nepal (pexels.com/Sparsh Karki)

Bentrokan awal pecah di Kota Diwanganj, Distrik Sunsari, pada Minggu (26/7/2026). Perselisihan antara kelompok Hindu dan Muslim ini dipicu oleh penggunaan musik ber-volume tinggi serta pengibaran bendera saat acara keagamaan.

Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 25 orang mengalami luka-luka. Polisi melepas tembakan untuk membubarkan massa yang brutal, yang kemudian mengakibatkan dua orang tewas.

"Petugas terpaksa melepas tembakan karena kerumunan massa sudah tidak bisa dikendalikan," kata pejabat lokal Poshan Lamichhane, dilansir CTV News.

Kepolisian setempat telah mengerahkan personel tambahan ke kawasan tersebut untuk mengamankan lokasi sekaligus mengusut pemicu kerusuhan.

2. Kerusuhan meluas ke Distrik Siraha

ilustrasi Nepal
ilustrasi Nepal (unsplash.com/Avel Chuklanov)

Ketegangan tidak berhenti di Sunsari, melainkan meluas hingga ke Distrik Siraha. Seorang pria dilaporkan tewas dalam aksi demonstrasi di wilayah tersebut pada Kamis (30/7/2026).

Guna menekan eskalasi konflik, pemerintah daerah memberlakukan jam malam di beberapa kota. Kebijakan ini diterapkan untuk membatasi pergerakan massa dan mencegah bentrokan susulan.

"Personel keamanan disiagakan secara penuh di lokasi konflik untuk mencegah bentrokan kembali terjadi," ujar Juru Bicara Kepolisian Abi Narayan Kafle, dilansir Al Jazeera.

3. Pemerintah janjikan penyelidikan dan santunan korban

ilustrasi bendera nepal (freepik.com/wire
ilustrasi bendera nepal (freepik.com/wire

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menegaskan bahwa pemerintah akan mengusut seluruh peristiwa kekerasan ini secara transparan dan adil. Ia mengimbau seluruh warga untuk menahan diri dan menjaga perdamaian.

"Pemerintah akan mengusut kasus kekerasan ini secara adil dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab," tegas Balendra Shah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Sudan Gurung telah menemui keluarga korban di Sunsari. Pemerintah menyalurkan bantuan darurat berupa santunan sebesar 6.660 dolar AS (Rp120,1 juta) untuk masing-masing keluarga korban yang meninggal dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More