Jakarta, IDN Times - Korban tewas akibat wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) makin bertambah. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) DRC yang dirilis pada Selasa (9/6/2026), korban tewas akibat wabah tersebut kini sudah mencapai 101 orang. Padahal, beberapa pekan sebelumnya, jumlah korban tewas masih puluhan.
Korban Tewas imbas Wabah Ebola di Kongo Capai 101 Orang

- Korban tewas akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo mencapai 101 orang, dengan lebih dari 550 kasus infeksi yang tersebar di 25 wilayah Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
- Kementerian Kesehatan DRC melaporkan 19 pasien telah sembuh setelah menjalani perawatan intensif, memberi harapan bahwa penyebaran wabah mulai terkendali meski angka kematian masih meningkat.
- Pemerintah DRC menerima bantuan tim medis berpengalaman dari China untuk memperkuat penanganan wabah Ebola serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui pelatihan khusus.
Selain itu, Kemenkes DRC mengatakan kasus infeksi Ebola kini makin bertambah. Menurut data terbaru, ada sekitar 550 orang yang kini terkonfirmasi terinfeksi virus Ebola. Jumlah kasus infeksi juga mulai meluas ke 25 wilayah yang ada di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
1. Jumlah pasien sembuh mulai bertambah

Kendati demikian, Kemenkes DRC juga merilis data yang menunjukkan tren positif. Menurut data terbaru, saat ini, ada 19 warga DRC yang sudah dinyatakan sembuh dari infeksi Ebola. Mereka semua terbebas dari infeksi usai dikarantina dan menjalani perawatan medis intensif.
Bertambahnya jumlah pasien sembuh ini menjadi secercah harapan bagi DRC. Sebab, data ini menunjukkan bahwa wabah cukup terkendali meski jumlah kematian dan kasus infeksi masih bertambah. Oleh karena itu, Pemerintah DRC berkomitmen untuk berupaya mengentaskan wabah Ebola hingga ke akarnya.
2. Wabah Ebola kembali muncul di DRC pada Mei

Sebagai informasi, wabah Ebola kembali muncul di DRC pada 15 Mei. Kala itu, wabah pertama kali terjadi di daerah Mongbwalu, salah satu wilayah di Provinsi Ituri. Setelah itu, wabah kemudian menyebar ke wilayah lainnya, seperti Bunia dan Rwampara. Kemudian, wabah juga menyebar ke negara tetangga DRC, yakni Uganda. Saat ini, Ituri masih menjadi pusat penyebaran wabah di DRC.
Pada Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di DRC sebagai darurat kesehatan internasional. Sebab, wabah Ebola di negara itu berpotensi menyebar ke negara lain, terutama ke negara-negara di Afrika. Oleh karena itu, WHO mengingatkan semua warga di negara Afrika, terutama yang letaknya berdekatan dengan DRC, untuk tetap waspada.
3. DRC dapat bantuan dari China untuk atasi wabah Ebola

Untuk mengatasi wabah Ebola, DRC sudah mendapat bantuan dari China. Sebab, pekan lalu, Negeri Tirai Bambu mengirim tim ahli medis ke DRC untuk membantu mereka memerangi wabah.
Tim ahli medis yang dikirim China ke DRC dikabarkan sudah sangat berpengalaman, terutama dalam menangani wabah. Oleh karena itu, China optimistis bisa membantu DRC untuk mengatasi wabah Ebola yang sedang merebak. Tim ahli China juga akan memberi pelatihan-pelatihan kepada tim medis DRC untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam menangani wabah.


















