ilustrasi bendera Honduras (unsplash.com/hectoremilio)
Salah seorang peserta karavan migran, Jimena Morazan asal Honduras mengaku bahwa ini adalah kesempatannya untuk pergi ke AS. Ia menyebut, Trump tidak akan sekuat dulu setelah pemilu sela dan mengambil risiko besar ini karena tidak memiliki apa-apa Honduras.
Sedangkan migran lain, Margarita mengaku pergi ke AS karena tidak punya kesempatan di Honduras. Dikutip CNN, krisis ekonomi dan keamanan di Honduras memaksanya untuk pergi bersama tiga anak perempuannya. Ia mengaku bahwa ini menjadi percobaan keduanya untuk sampai ke AS.
Dilansir dari The Tico Times, Honduras menjadi salah satu negara termiskin di Benua Amerika di mana 61 persen dari 11,2 juta penduduknya berada di bawah garis kemiskinan. Selain itu, Honduras terdampak maraknya kekerasan dengan kasus pembunuhan sebanyak 24 per 100 ribu penduduk.
Di sisi lain, karavan migran ini terbentuk melalui grup WhatsApp dan video TikTok. Alhasil, penyelenggara karavan migran ini dapat mengumumkan lokasi keberangkatan dan memperbarui rute, serta memberitahu soal keberadaan polisi, militer atau pintu pengecekan.