Data Serikat Jurnalis Turki (TGS) mencatat 11 wartawan dipenjara dan sejumlah kantor berita ditutup paksa dalam dua bulan terakhir. Aparat sempat menggerebek stasiun televisi berita terbesar, Halk TV, lalu memutus siarannya dan menunjuk pengurus baru pilihan pemerintah. Selain itu, pemerintah memblokir situs web serta akun media sosial portal berita T24 dengan tuduhan menyebarkan propaganda terlarang.
Di Ankara, peserta aksi turut membacakan surat terbuka dari jurnalis investigasi harian BirGun, Ismail Ari, yang kini mendekam di Penjara Sincan. Ari kembali ditahan atas tuduhan menghina pejabat publik dan menyebarkan berita bohong setelah dilaporkan oleh Ketua Lembaga Pengawas Penyiaran Turki (RTÜK), Ebubekir Sahin.
"Saya dipenjara hanya karena menjalankan tugas sebagai wartawan, dan kebebasan saya dirampas secara sewenang-wenang. Kami akan terus mempertahankan jurnalisme sampai akhir. Hentikan kendali kalian atas media, patuhi konstitusi, dan biarkan kami bekerja," tulis Ari dalam suratnya.
Ketua TGS, Gokhan Durmus, menilai pemblokiran internet dan pengambilalihan manajemen kini mulai menyasar media-media besar di Turki. Ia khawatir langkah tersebut akan membuat seluruh arus informasi dikendalikan sepihak oleh pemerintah.