Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping menyerukan kepada negara-negara di Timur Tengah untuk menolak campur tangan eksternal dan memperkuat dialog untuk membentuk kembali tatanan keamanan kawasan. Seruan tersebut disampaikan saat Xi melakukan kunjungan ke Mesir pada Rabu (2/9/2026) di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan.
Kunjungan Xi ke Kairo menjadi yang pertama dalam satu dekade. Momentum tersebut dimanfaatkan Beijing untuk memperkuat pengaruhnya di Timur Tengah, termasuk melalui kerja sama ekonomi dan investasi, ketika perang AS-Iran meningkatkan ketidakpastian keamanan serta mengganggu jalur pelayaran internasional di kawasan.
Dalam pertemuan dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, Xi juga menyatakan kesiapan China untuk bekerja sama dengan negara-negara kawasan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional. Jalur tersebut menjadi semakin penting karena konflik di Timur Tengah mengancam sejumlah rute perdagangan global.
Pertemuan kedua pemimpin juga membahas upaya mengakhiri perang AS-Iran melalui jalur diplomasi. Keduanya menyerukan solusi diplomatik untuk mencapai kesepakatan komprehensif yang dapat mengakhiri konflik.
