Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Di EEF 2026, Prabowo Ajak Pengusaha Rusia Berinvestasi di Indonesia

Di EEF 2026, Prabowo Ajak Pengusaha Rusia Berinvestasi di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto (kiri) ketika berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum mengikuti jamuan makan siang di Vladivostok pada September 2026. (Dokumentasi Biro Pers Istana)
  • Presiden Prabowo mengajak pengusaha Rusia berinvestasi di Indonesia saat menjadi pembicara kunci Economic East Forum 2026 di Vladivostok.
  • Ia menawarkan kerja sama energi, pangan, industrialisasi, pendidikan, transportasi, dan antariksa, termasuk energi terbarukan, jaringan listrik pintar, serta nuklir untuk tujuan damai.
  • Prabowo menyebut investasi di Indonesia membuka akses mayoritas pasar Asia Tenggara dan menempatkan Danantara sebagai jembatan modal, meski kunjungannya dikritik saat karhutla disorot dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengajak dunia usaha Rusia agar berinvestasi di Tanah Air. Ajakan itu disampaikan oleh Prabowo ketika menjadi pembicara kunci di Economic East Forum (EEF) 2026 di Vladivostok, Rusia.

Pernyataan Prabowo disampaikan lantaran melihat ada kebutuhan saling melengkapi di antara kedua negara. Menurut Prabowo, kerja sama masa depan kedua negara yang dijalin bisa melampaui perdagangan barang.

"Di bidang energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi dan pengolahan minyak serta gas," ungkap Prabowo di EEF ke-11 pada Kamis (3/9/2026), seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Sementara, Indonesia ingin mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan. Indonesia, kata Prabowo, juga membutuhkan jaringan listrik pintar dan tenaga nuklir untuk tujuan damai. Selain itu, Indonesia juga memerlukan teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi dan perlindungan internasional.

Sementara, di bidang ketahanan pangan, Indonesia melihat peluang untuk bekerja sama dengan Rusia di bidang teknologi pertanian, benih unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan dan produksi pupuk bersama.

"Dalam industrialisasi, kita harus bersama-sama menciptakan nilai. Indonesia menyambut kemitraan dalam pengolahan hilir dan dalam menghasilkan barang-barang yang digunakan oleh masyarakat setiap hari seperti pakaian, furnitur, obat-obatan, produk rumah tangga dan elektronik konsumen," katanya.

Indonesia juga menyambut kerja sama kedua negara di bidang pendidikan tinggi, transportasi dan antariksa. "Maka, saya sampaikan langsung kepada dunia usaha Rusia, datanglah ke Indonesia. Bekerja sama dengan kami dan berproduksi bersama kami," tutur dia.

Prabowo menjanjikan bila negara-negara di Asia Pasifik dan Eurasia, termasuk Rusia berinvestasi di Indonesia, maka mayoritas pasar di kawasan Asia Tenggara sudah diraih. Mantan Danjen Kopassus itu turut menyinggung keberadaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang diklaim mengelola aset sebesar USD$ 1 triliun.

"Danantara dapat bertindak sebagai jembatan tempat pasar modal dan tujuan strategis Rusia serta Indonesia bertemu," kata Prabowo meyakinkan calon investor dari Rusia.

Prabowo dijadwalkan berada di Vladivostok hingga Jumat (4/9/2026). Namun, kehadirannya di forum EEF ke-11 dikritik luas oleh publik di dalam negeri. Sebab, Prabowo memutuskan tetap mengunjungi Rusia di saat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sedang disorot dunia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More