Tidak sedikit orang yang mengernyit saat mendengar ada relawan yang menerima gaji bulanan. Di satu sisi, pekerjaan mereka memang membantu menjalankan program sosial atau pelayanan publik. Namun, di sisi lain, kata relawan selama ini lekat dengan kesediaan bekerja tanpa mengharapkan bayaran.
Karena itu, penggunaan istilah tersebut sering memunculkan perdebatan, terutama ketika nominal penghasilannya setara bahkan melebihi sebagian pekerja formal. Lalu, mengapa masih disebut relawan jika menerima gaji tiap bulan? Sebenarnya, di mana letak batas antara relawan dan pekerja yang dibayar? Berikut beberapa sudut pandang yang membuat perdebatan ini terus muncul hingga sekarang.
