Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mattiyah Rachmat Gobel

Mattiyah Rachmat Gobel
Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel. (IDN Times/Aditya Mustaqim)
Intinya Sih
  • Rachmat Gobel dikenal sebagai pengusaha yang membawa nilai kerja keras dan pendidikan berkelanjutan ke dunia politik melalui Partai NasDem.

  • Gobel dipandang sebagai pemimpin sederhana dan visioner yang menggabungkan manajemen bisnis dengan pendidikan politik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

MATTIYAH adalah ungkapan rindu Sayyidina Ali tentang pentingnya sebuah tumpangan bagi seseorang untuk menuju akhirat. Dalam kitab Nahjul Balaghah karya Syarif Radhi, ungkapan lengkap Imam Ali berbunyi “Innama matiyyakumul akhirah, waajalakumul ladzi yasukum min waraikum, fakhoffifur-rawahila talhaqu, fainna awwalakum yuntazharu bi akhirikum,” yang artinya kurang lebih menggambarkan kehidupan dunia sebagai perjalanan, akhirat adalah tujuan, dan kematian adalah pendorong.

Karena itu tumpangan yang digunakan adalah seluruh amal usaha yang akan meringankan seseorang sampai pada kehidupan selanjutnya, sesuatu yang saya lihat dan saksikan bagaimana seorang Rachmat Gobel mempersiapkan tumpangannya dengan baik dan benar.

Tulisan ini sepenuhnya merupakan impresi personal saya dalam melihat sosok Rahmat Gobel, seorang pebisnis murni yang tetiba berani mengambil keputusan untuk terjun ke dunia politik. Pertemuan pertama saya dengan beliau terjadi ketika akan dikukuhkan sebagai pengurus pusat Partai NasDem saat Kongres Kedua berlangsung. Kemudian berlanjut diskusi lumayan serius ketika Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem menyelenggarakan Sekolah Legislatif untuk para anggota DPR terpilih dari NasDem. Bahkan kita shalat Jumát berjamaah di Kampus ABN sebagai penanda bahwa Kakak Rahmat Gobel memiliki laku spiritual yang baik terhadap agamanya.

Setelah beliau diberi kepercayaan oleh Pak Surya Paloh sebagai Wakil Ketua DPR RI, saya tak punya kesempatan lagi untuk bertemu. Tetapi mungkin ada campur tangan Tuhan, ketika dengan kesadaran yang besar beliau ingin membuat pelatihan kader bagi para pengurus partai NasDem di Gorontalo. Mulailah ABN dilibatkan untuk menjadi bagian dalam proses pelatihan kader dalam konteks penguatan struktur partai. 

Saya dan teman-teman ABN kemudian menawarkan skema profiling pengurus dengan pendekatan yang lebih kontekstual melalui serangkaian proses yang kami sebut sebagai profiling and in-house training (PIHT); model pelatihan yang didesain Tim ABN untuk mengevaluasi kapasitas pengurus dan menganalisis potensi daerah di Gorontalo. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari di masing-masing tempat (DPW dan DPD). Fokus utama kegiatan ini antara lain: (1) melakukan validasi data pemetaan kapasitas pengurus, (2) membuat roadmap potensi daerah yang tertuang dalam dokumen kebijakan pemerintah daerah, dan (3) mendesain tupoksi pengurus dan program kerja masing-masing bidang.

Tumpangan Pengabdian

Rekam jejak Rachmat Gobel sebagai pewaris sekaligus penerus klan Gobel dalam industri manufaktur dan elektronik di Indonesia sangat berpengaruh pada sikap dan pilihan politiknya. Memercayai kerja keras dan proses yang baik adalah karakter dasar dari Rachmat Gobel yang ditanamkan oleh ayahnya, Muhammad Thayeb Gobel, sedari kecil.

Tak heran jika pada akhirnya Rachmat Gobel melabuhkan pilihan politiknya di partai NasDem, maka sikap dan perilaku politiknya juga segaris dengan karakter dasar kepribadiannya, yaitu membangun sikap dan mental model mitra kerjanya dengan pendidikan yang berkelanjutan. Hanya pendidikan yang baik dan benar itulah seseorang bisa belajar tentang kerja keras dan menikmati prosesnya.

Sebagai sebuah tumpangan ke akhirat, Rachmat Gobel sadar sepenuhnya bahwa partai politik harus diisi oleh orang-orang yang memiliki semangat untuk terus belajar dan menjadikan medan pengabdian seorang politikus dirawat dengan kejujuran dan kerja keras. 

Dalam diskusi kecil ketika masa Covid, Kakak Rachmat Gobel sepenuhnya memercayai sebuah studi perbandingan yang dilakukan National Democratic Institute (NDI) tentang Political Party Statue (2019) di sejumlah negara—seperti Afrika Selatan, Australia, Canada dan Swedia, yang menegaskan bahwa sebuah partai modern, jika ingin maju, perlu melakukan penguatan struktur partai melalui program kaderiasi berjenjang. Organisasi partai harus rapi, baik dari aspek pengelolaan maupun program-program yang ditawarkan. Dalam temuan NDI, kesalahan mengelola dan mengembangkan struktur partai biasanya berdampak fatal pada proses implementasi kebijakan dan eksekusi program.

Itulah mengapa saat itu Kakak Rachmat Gobel menggandeng ABN untuk membuat kaderisasi berbasis proyek (project-based learning) dengan tetap memperhatikan aspek kualitas dan kuantitas dari pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan. Dengan menggunakan berbagai kemajuan dalam bidang teknologi informasi, bukan tak mungkin proses dan hasil pendidikan dan pengembangan strategi kaderisasi jenis ini bisa sebanding atau bahkan melebihi kualitas di waktu normal. 

Secara umum, program kaderisasi dan pendidikan politik yang dilakukan di Gorontalo difokuskan pada tiga kegiatan dasar yakni, 

  1. Strategi pemenangan pemilu/pilkada melalui belanja gagasan dan pengalaman, 

  2. Mengenalkan sistem pelembagaan partai melalui desain strategi kaderisasi dasar, dan

  3. Menyampaikan gagasan restorasi NasDem dalam konteks budaya lokal.

Tiga kegiatan ini kemudian dikembangkan dalam sebuah buku saku yang juga digunakan sebagai modul pelatihan dan pendidikan kader penggerak. Tujuannya adalah untuk Menciptakan kader penggerak yang dapat memahami garis ideologis partai secara baik yang bertumpu pada strategi pelembagaan partai berbasis kearifan lokal.

Kesadaran Politik

Saya menduga perjalanan hidup Rachmat Gobel yang keras dan penuh perjuangan sebagai seorang pengusaha membuatnya berkesimpulan untuk mensinergikan kemampuan manajerial dalam mengelola perusahaan dengan melembagakan pendidikan politik yang teratur dan berkelanjutan untuk struktur partai yang belum sepenuhnya solid dan baik. Beragam krisis yang menerpa kehidupan masyarakat Indonesia ternyata tidak bisa diatasi dengan hanya menjadi pengusaha, tetapi juga dibutuhkan pemahaman akan proses politik yang mencerdaskan. Seorang Rachmat Gobel seolah ingin menegaskan bahwa apapun masalah yang kita miliki, harus diselesaikan dengan kerja keras sekaligus cerdas.

Seiring dengan itu, pandangan Narrow seakan sejajar dengan pikiran Rachmat Gobel bahwa logika keselamatan dalam setiap marabahaya proses demokrasi yang buruk akan melahirkan tirani tiada henti. Itulah perilaku buruk yang disebut Narrow bahwa “bad habit almost wreck societies but never quite do so and therefore actually strengthen them because of the salutary experience of passing through crisis and struggle; in the end, crisis is likely to strenghten societies the more the greater the crisis.” Jadi, pengalaman melalui krisis dengan beragam konflik yang terjadi di tengah masyarakat itu sendiri berguna bagi setiap partai untuk membangun kohesifitas dan kedewasaannya.

Dalam perspektif pendidikan, kesederhanaan berpikir Rachmat Gobel menuntunnya untuk menjalani kehidupan sosial-politiknya yang straight-forward dalam melihat ketidakadilan sosial yang menimbulkan ekses tingginya angka kemiskinan dan kebodohan di Propinsi Gorontalo. Konsistensi kesederhanaan berpikir Rachmat Gobel inilah yang akan menjadi legacy abadi dan berharap akan diteruskan oleh para kader NasDem lainnya di Gorontalo, terutama dalam menangani isu-isu kemiskinan dan kesejahteraan sosial dan terus berlanjut ke bidang politik.

Kemampuan manajerial Rachmat Gobel menunjukkan bahwa beliau tak hanya paham tentang segala sesuatu yang besar-besar, tapi ia juga mengerti hal-hal yang kecil dan detail. Rachmat Gobel tak meremehkan hal-hal kecil dan sepele, tapi ia juga tak menganggap berat hal-hal yang besar. Sebagaimana sering disampaikan dalam setiap reses dan kundapil, masalah-masalah kecil kalau dibiarkan, suatu saat akan menjadi besar. Tapi masalah-masalah besar kalau segera dikerjakan, suatu saat akan menjadi kecil.

Politik memang harus diisi oleh orang-orang baik yang memiliki kemampuan dan keberanian yang tulus untuk mengubah nasib masyarakat kearah yang lebih baik.

Rachmat Gobel adalah tipe pemimpin yang menghargai kesetiakawanan dan memiliki kesadaran yang tinggi dalam pengembangan sumberdaya manusia. Itulah mengapa beliau sangat gencar untuk meminta ABN mengimplementasikan gagasan profiling struktur sebagai bagian dari proses kaderisasi dan pendidikan politik. Karena kaderisasi tanpa dibarengi dengan pendidikan politik yang baik akan menciptakan kesia-siaan. Pendidikan politik dibutuhkan oleh pengurus partai karena struktur partai NasDem saat ini memiliki nomenklatur yang berorientasi pada penangaanan isu-isu publik yang lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Rachmat Gobel juga memercayai bahwa sistem politik Indonesia menempatkan partai politik (parpol) sebagai salah satu pilar penting dalam tradisi demokrasi. Secara substansial, sistem demokrasi semestinya menyediakan dan menjamin hak-hak dasar kewargaan sehingga relasi kuasa yang diskriminatif dan marginal dapat dihindari. Pada titik inilah Rachmat Gobel meletakkan diri sebagai agency intermediary terpenting dalam tubuh NasDem, terutama dalam menyambungkan ekspresi politik kewargaan melalui kebijakan publik.

Selamat jalan, Kakak Rachmat Gobel.

Saya menjadi saksi bahwa Kakak adalah orang baik, karena itu saya sungguh mengiringi kepergian Kakak dengan senyum dan yakin tumpangan Kakak akan menjadi teladan bagi kader setelahnya. Allahumma ighfirlahu warhamhu waáfihi wa’fu anhu. Amin.

Penulis adalah Direktur Eksekutif Yayasan Sukma - Jakarta

Share Article
Topics
Editorial Team
Umi Kalsum
EditorUmi Kalsum

Related Articles

See More