10 Fakta Unik Titmouse Jambul Hitam, si Penyanyi Kecil dan Berjambul

Burung titmouse jambul hitam (Baeolophus atricristatus) merupakan burung penyanyi kecil yang hidup di Meksiko dan Amerika Serikat bagian tengah selatan. Sebelumnya, burung ini dianggap sub-spesies dari Titmouse Berumbai (B. bicolor), hingga kedua spesies itu disebut sebagai “Tutfted Titmice”.
Namun, kini mereka dianggap spesies yang terpisah sejak tahun 2002. Berikut ini beberapa fakta uniknya. Yuk, simak!
1. Habitat burung titmouse jambul hitam adalah kayu berat atau pohon peneduh perkotaan. Mereka juga sangat menyukai pohon ek dan mesquite, serta semak belukar

2. Ketika masuk musim kawin, titmouse jambul hitam akan terlihat sendirian maupun berpasangan. Saat musim dingin, mereka membentuk kelompok keluarga yang terdiri dari 6-8 burung

3. Dikarenakan ukuran tubuhnya kecil, burung ini memiliki panjang 14-17 cm. Lebar sayapnya sekitar 23-28 cm, dan berat tubuhnya sekitar 21 gram

4. Burung mungil ini memiliki jambul panjang di kepalanya. Jambul jantan berwarna hitam dan betina berwarna kecokelatan

5. Selain itu, betina memilki mahkota yang lebih kusam dan pucat. Bahkan, ukuran jambulnya lebih pendek dari jantan

6. Burung titmouse jambul hitam ini mencapai kematangan reproduksi ketika usia mereka sudah satu tahun. Pun burung ini bersifat monogami, tetap bersama satu pasangannya hingga mati

7. Burung ini bersarang di rongga pohon atau tiang pagar. Bisa juga mereka memanfaatkan pipa logam yang berongga atau kotak sarang buatan

8. Bahkan, mereka melapisi sarangnya menggunakan rerumputan, lumut, daun, kulit kayu, termasuk bulu hewan

9. Karena dikenal sebagai burung penyanyi, suara titmouse jambul hitam digambarkan seperti bunyi "peew peew peew peew" atau "cher-cher-cher-vet-vet-vet"

10. Burung kecil si penyanyi ini suka memakan berbagai serangga seperti ulat, kumbang, semut, tawon, lebah, ngengat, lalat, telur serangga, hingga laba-laba

Itulah beberapa fakta unik yang dimiliki burung titmouse jambul hitam. Dengan demikian, diperkirakan umur rata-rata burung ini sekitar 2,1 tahun. Walaupun ada yang dari mereka tercatat hidup selama 13 tahun.
Sebagian besar dari mereka usianya tidak mencapai maksimal. Sebab, banyak dari mereka yang mati akibat dimangsa oleh predator seperti burung cooper’s hawks, burung hantu, tupai, rakun, sigung, dan ular.



















