Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ular Pencetak Rekor Dunia, dari Terpanjang hingga Terkecil

5 Ular Pencetak Rekor Dunia, dari Terpanjang hingga Terkecil
anaconda hijau (commons.wikimedia.org/M M)
Intinya Sih
  • Sanca kembang tercatat sebagai ular terpanjang di dunia dengan panjang mencapai 10 meter, sementara Medusa menjadi spesimen penangkaran terbesar yang masuk rekor dunia tahun 2011.
  • Anaconda hijau dan anaconda hijau utara menyandang gelar ular terberat di dunia dengan bobot bisa mencapai 300 kilogram dan hidup di wilayah lembap Amerika Selatan.
  • Ular benang barbados menjadi ular terkecil sekaligus terpendek di dunia, sedangkan ular pelari antigua dinobatkan sebagai spesies paling langka dengan populasi sekitar 150 individu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Rekor dunia merupakan catatan yang mencatat hal luar biasa yang terjadi. Tak hanya manusia, hewan melata seperti ular juga bisa mencatatakan rekor dunia, lho. Salah satunya adalah sanca kembang yang mencatatkan rekor sebagai ular terpanjang di dunia. Tak mau kalah, anaconda hijau menorehkan gelar sebagai ular terberat di dunia.

Sedikit berbeda, ular pelari antigua jadi spesies paling langka di dunia. Adapun, ular benang barbados menjadi spesies terkecil sekaligus terpendek di dunia. Semua rekor tersebut menjadi penghargaan tersendiri bagi mereka. Yuk, kita selami dunia reptil dan kupas tuntas berbagai hal terkai ular pencetak rekor dunia.

1. Sanca kembang (ular terpanjang)

sanca kembang (commons.wikimedia.org/Tylwyth Eldar)
sanca kembang (commons.wikimedia.org/Tylwyth Eldar)

Menyandang gelar sebagai ular terpanjang di dunia, ternyata Malayopython reticulatus atau sanca kembang punya penyebaran yang luas, lho. Tercatat, ular tidak berbisa dengan lilitan kuat ini bisa ditemukan di India, Myanmar, Thailand, Cina, Malaysia, hingga Indonesia. Ia sangat besar dan kuat, bahkan bisa memangsa babi, rusa, hingga manusia.

Dilansir Natural History Museum, individu sanca kembang terbesar yang pernah ditemukan punya panjang sekitar 10 meter. Spesimen tersebut ditemukan pada tahun 1912. Sementara itu, sanca kembang terbesar yang hidup di penangkaran punya panjang sekitar 7,67 meter. Ular tersebut bernama Medusa, punya bobot 158,8 kilogram, dan namanya tercatat di rekor dunia pada tahun 2011.

2. Anaconda hijau dan anaconda hijau utara (ular terberat)

anaconda hijau
anaconda hijau (commons.wikimedia.org/MauMirror)

Rekor ular terberat kembali dipegang oleh spesies tidak berbisa, yaitu Eunectes murinus dan Eunectes akayuma atau anconda hijau dan anaconda hijau utara. Bobot rata-rata mereka memang hanya 30-70 kilogram. Namun, spesimen terberat yang pernah ditemukan punya bobot mencapai 300 kilogram. Secara teori, ular ini juga bisa tumbuh lebih besar, bahkan mencapai 400 kilogram.

Soal panjang, kedua spesies ular tersebut memang kalah dari sanca kembang. Walau begitu, anaconda hijau dan anaconda hijau utara tak bisa diremehkan karena panjang maksimalnya bisa mencapa 8,45 meter. Seperti spesies anaconda lain, anaconda hijau dan hijau utara hidup di wilayah Amerika Selatan. Hutan, rawa, sungai, danau, dan area lembap jadi habitat favoritnya.

3. King cobra (ular berbisa terpanjang)

king cobra
king cobra (commons.wikimedia.org/Marathekedar93)

Tak mau kalah, ular berbisa tinggi seperti Ophiophagus hannah atau king cobra juga mencatatkan dirinya di buku rekor dunia, lho. Dalam hal ini, ia merupakan ular berbisa terpanjang di dunia. Secara umum panjang rata-rata king cobra sekitar 3-4 meter. Nah, spesimen terbesar yang ditemukan di Negeri Sembilan, Malaysia yang ditangkap pada tahun 1937 punya panjang mencapai 5,71 meter.

Jika dibandingkan, ukuran tersebut sudah setara dengan anaconda hijau dan sanca kembang. Laman Animal Diversity Web juga menerangkan kalau king cobra merupakan spesies ophiophagy. Artinya makanan utamanya adalah ular lain. Sebagai ular berbisa, hewan yang berasal dari benua Asia ini sangat berbahaya. Gigitannya bisa menyebabkan kematian jika tak ditangani secara medis.

4. Ular benang barbados (ular terpendek dan terkecil)

ular benang barbados
ular benang barbados (commons.wikimedia.org/Velatrix)

hUkuran kecil tak selamanya menjadi kekurangan. Justru ukuran kecil yang dimiliki Tetracheilostoma carlae atau ular benang barbados membuatnya menyandang dua rekor dunia sekaligus. Menurut catatan Guinness World Record, ia menyandang gelar sebagai ular terkecil sekaligus terpendek di dunia. Secara spesifik, panjang ular ini hanya 10 centimeter dan bobotnya sekitar 0,6 gram.

Sayangnya reptil endemik Barbados ini merupakan hewan terancam punah. Saat ini ia masuk ke kategori critically endangered atau sangat terancam. Di alam liar ia sangat sulit ditemukan dan kian terancam oleh kerusakan habitat. Selama dua dekade tak ada individu yang pernah diobservasi secara resmi. Untungnya pada 20 Maret 2025 ular ini berhasil ditemukan lagi oleh peneliti dari organisasi Re:wild.

5. Ular pelari antigua (ular terlangka)

ular pelari antigua
ular pelari antigua (inaturalist.org/Sean Cole)

Alsophis antiguae atau ular pelari antigua mencatatkan namannya sebagai spesies ular terlangka di buku Guinness World Records. Hingga kini, dipercaya hanya terdapat sekitar 150 individu di alam liar. Selain menjadi rekor, hal tersebut juga merupakan kabar buruk bagi eksistensinya. Untungnya reptil ini dimasukan ke kategori critically endangered (sangat terancam) dan menjadi hewan yang dilindungi.

Ular pelari antigua hanya bisa ditemukan di Pulau Great Bird, yaitu sebuah pulau kecil dengan luas yang hanya 8,4 hektar. Umumnya ular pelari antigua menghuni rawa, vegetasi rapat, dan area berkayu. Ia tidak berbahaya, panjangnya sekitar 1 meter, dan tubuhnya berwarna cokelat. Populasinya sendiri bisa menurun karena aktivitas manusia dan kedatangan spesies invasif seperti tikus.

Eksistensi ular pencetak rekor dunia membuktikan bahwa siapapun dan apapun bisa mendulang prestasi. Tak peduli hewan berbisa sekalipun, buku rekor dunia tetap akan mencatat dan mengakuinya. Selain itu, semua ular tersebut juga mengajarkan pada kita untuk tidak meremehkan hewan apapun. Bisa saja hewan yang ditakuti seperti ular ternyata memiliki keunikan yang sangat menarik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More