Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Nara, Rumah bagi Ribuan Rusa Sika di Jepang

4 Fakta Nara, Rumah bagi Ribuan Rusa Sika di Jepang
Nara (commons.wikimedia.org/663highland)
Intinya Sih
  • Nara pernah menjadi ibu kota permanen pertama Jepang pada tahun 710 M dan menjadi pusat utama perkembangan agama Buddha dengan banyak kuil bersejarah seperti Todai-ji dan Yakushi-ji.
  • Kota ini terkenal sebagai rumah bagi lebih dari seribu rusa sika yang dibiarkan bebas di Taman Nara, dianggap hewan suci pelindung kota berdasarkan legenda kuno.
  • Nara memiliki iklim bervariasi antara cekungan dan pegunungan serta dikenal dengan kuil-kuil megahnya, termasuk Todai-ji yang menyimpan Patung Buddha Agung dan terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Nara adalah salah satu kota yang kental dengan sejarah karena merupakan pusat utama keagamaan Buddha di Jepang dan sekaligus pernah menjadi ibu kota permanen dari Jepang.

Nara menarik perhatian wisatawan dunia karena memiliki patung Buddha raksasa di Kuil Todai-Ji. Di luar soal properti bersejarah, kota Nara dikenal sebagai rumah dari ribuan rusa di Jepang. Menonjol banget karena rusa ini dibiarkan berkeliaran bebas di jalanan.

Nara adalah ibu kota dari Prefektur Nara terletak sekitar 45 km selatan Kyoto. Mari simak kedalaman fakta dari kota Nara, Jepang tersebut ya.

1. Sejarah Nara

Nara
Nara (commons.wikimedia.org/KENPEI)

Pada 708 M, Permaisuri Genmei memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke Nara dengan nama Heijo. Pada 710 M, Pemerintah feodal Jepang mensahkan Nara sebagai ibu kota permanen pertama Jepang.

Kota Nara dirancang seperti ibu kota Dinasti Tang yang tata letaknya berbentuk grid. Di era Nara sebagai ibu kota negara, Jepang menjadikannya sebagai pusat utama Buddha dengan banyak kuil dibangun contohnya Yakushiji dan Todai-ji masih berdiri hingga dewasa ini. Kota Nara kuno diperkirakan didirikan pada 660 M.

2. Rumah bagi ribuan rusa sika

Nara
Nara (commons.wikimedia.org/Immanuelle)

Begitu orang luar Nara berkunjung ke Nara, mereka akan disambut oleh kawanan rusa sika liar yang dibiarkan bebas terutama di Taman Nara, dilansir kids.kiddle.

Alasan dilepaskan dari kandang yang perlu kamu tamu, lantaran legenda mengatakan ada seorang dewa tiba di Nara dengan menunggangi rusa putih. Masyarakat setempat menganggap rusa itu sebagai hewan surgawi yang melindungi Nara.

Taman Nara adalah tempat yang menjadi magnet para pengunjung berisi banyak sekali titik sejarah dan kawanan rusa sika. Taman Nara telah menjadi rumah bagi rusa sika dalam waktu lama karena rusa sika pertama kali menetap di taman ini lebih dari seribu tahun lalu.

Pada tahun 2015, tercatat ada lebih dari 1.200 rusa sika di Nara. Pengunjung bisa membeli sika senbei (kerupuk rusa) dari pedagang sekitar untuk memberi makan rusa itu.

3. Iklim di Nara

Nara
Nara (commons.wikimedia.org/名古屋太郎)

Iklim di Nara umumnya memiliki iklim yang sejuk pada musim semi dan gugur. Namun di satu sisi, cukup bervariasi berdasarkan daerahnya: cekungan dan pegunungan.

Daerah cekungan memiliki iklim yang tidak liner berarti ada perbedaan lebih besar antara suhu siang dan malam. Suhu musim panas dan dinginnya punya perbedaan cukup signifikan. Pada musim dingin, suhu hingga 5 derajat celcius. Sedangkan suhu musim panas berkisar hingga 28 derajat celcius bahkan terkadang menyentuh 34 derajat.

Daerah pegunungan memiliki suhu lebih dingin dapat mencapai -5 derajat celcius. Saat musim panas, Nara menerima banyak hujan dengan curah tahunan hingga 5.000 mm.

4. Daya tarik kuil Buddha di Nara

Nara
Nara (commons.wikimedia.org/TANAKA Juuyoh)

Nara adalah gudangnya bangunan kuil Buddha yang berdiri kokoh hingga sekarang. Ini listnya: Saidai-ji, Kofuku-ji, Gango-ji, Yakushi-ji, Toshidai-ji, Shin-Yakushi-ji, Akashino-dera, Byakugo-ji, Daian-ji, Enjo-ji, Ensho-Ji, Futai-Ji, Hannya-Ji, Hokke-Ji, Kiko-Ji, Ryosen-Ji dan Shoryaku-Ji.

Dari semuanya, Todai-ji paling menonjol. Sebab di dalamnya ada Patung Buddha Agung (Daibutsu) dengan tinggi 14 kaki dan beratnya 500 ton. Kedua, terdapat Daibutsuden (Aula Buddha Agung) memiliki panjang 57 m, lebar 50 m dan tinggi 48 m. Begitu spesial sampai-sampai Todai-Ji terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sebagai salah satu wajah Buddha tradisional Jepang, di Kuil Todai-ji, masyarakat Nara rutin menyelenggarakan Neri-Kuyo Eshiki, festival musim semi berusia lebih dari 1.000 tahun. Peringatan diangkatnya Putri Chujo oleh Buddha Amida dan para Bodhisattva ke surga.

Kota modern Nara sebenarnya baru diresmikan pada 1 Februari 1998 yang telah mempertahankan bangunan-bangunan bersejarah dan ribuan rusa sika. Oleh karena itu, Nara didapuk sebagai kota wisata modern oleh pemerintah Jepang. Ini membuktikan bahwa Nara gak kalah menarik daripada Kyoto dan Kamakura sebagai kota bersejarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More