Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Ilmiah di Balik Monster dan Penyihir dalam Kisah Odyssey

Fakta Ilmiah di Balik Monster dan Penyihir dalam Kisah Odyssey
para siren dan Odysseus beserta kru kapalnya (commons.wikimedia.org/John William Waterhouse)
Intinya Sih
  • Kisah monster dan penyihir dalam The Odyssey ternyata punya dasar ilmiah, mulai dari fosil hewan purba, fenomena laut ekstrem, hingga tanaman beracun.

  • Legenda Cyclops diduga terinspirasi dari tengkorak gajah purba Deinotherium giganteum dan kondisi medis langka cyclopia.

  • Fenomena alam di Selat Messina serta efek tanaman seperti datura dan belladonna diyakini menjadi sumber kisah Scylla, Charybdis, serta sihir Circe.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Film The Odyssey mengangkat kisah legendaris Odysseus, pahlawan Yunani yang harus menempuh perjalanan panjang usai Perang Troya. Dalam perjalanannya, ia berhadapan dengan berbagai monster, penyihir, hingga fenomena misterius yang selama ini dikenal sebagai bagian dari mitologi Yunani. Meski terdengar penuh fantasi, beberapa unsur dalam kisah tersebut diduga memiliki kaitan dengan fenomena yang benar-benar ada.

Sejumlah peneliti mencoba menjelaskan asal-usul makhluk dan peristiwa dalam kisah Odysseus melalui sudut pandang ilmu pengetahuan. Mulai dari fosil hewan purba, pusaran air, hingga tanaman beracun, semuanya menjadi dasar munculnya berbagai teori yang menarik. Berikut beberapa fakta ilmiah di balik monster dan penyihir dalam kisah Odyssey.

1. Fakta ilmiah di balik Cyclops

Dalam The Odyssey, Odysseus dan anak buahnya harus menghadapi Polyphemus, Cyclops raksasa bermata satu yang gemar memangsa manusia. Meski terdengar sepenuhnya fiktif, sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa legenda Cyclops mungkin berawal dari penemuan fosil hewan purba oleh masyarakat Yunani kuno.

Salah satu teori menyebutkan bahwa tengkorak Deinotherium giganteum, kerabat gajah purba yang hidup jutaan tahun lalu, menjadi inspirasi sosok tersebut. Tengkoraknya memiliki lubang besar di bagian tengah sebagai tempat belalai yang dapat disalahartikan sebagai rongga mata tunggal jika dilihat oleh orang belum memahami anatomi gajah.

Selain itu, ada pula kemungkinan bahwa kisah Cyclops terinspirasi dari kondisi medis langka bernama cyclopia. Kelainan bawaan ini terjadi ketika janin gagal membentuk dua rongga mata secara sempurna sehingga hanya memiliki satu mata di bagian tengah wajah.

Meskipun sangat jarang terjadi dan hampir selalu berakibat fatal, kondisi ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Bahkan, cyclopia juga dapat ditemukan pada beberapa hewan seperti domba, kambing, dan sapi.

2. Fenomena alam di balik Scylla dan Charybdis

Setelah lolos dari Cyclops, Odysseus dihadapkan pada dua ancaman mematikan, yaitu monster laut berkepala enam bernama Scylla dan pusaran air raksasa Charybdis. Banyak ahli meyakini bahwa kisah ini terinspirasi dari kondisi nyata di Selat Messina, jalur sempit yang memisahkan Pulau Sisilia dan daratan Italia. Di wilayah tersebut, Laut Ionia dan Laut Tyrrhenia bertemu dengan pola pasang surut yang saling berlawanan sehingga menciptakan arus laut yang sangat kuat dan sulit diprediksi.

Perubahan arus yang terjadi secara terus-menerus dapat membentuk pusaran air, terutama saat cuaca buruk atau angin kencang. Bagi para pelaut pada masa itu, fenomena tersebut tentu tampak seperti kekuatan misterius yang mampu menenggelamkan kapal kapan saja.

Sementara itu, di salah satu sisi Selat Messina terdapat tebing batu besar yang menjulang tinggi dan tampak gelap dari kejauhan, terutama saat matahari terbenam. Bentuknya yang menyeramkan diduga menjadi salah satu inspirasi munculnya sosok Scylla sebagai monster laut yang mengintai setiap kapal yang melintas.

3. Misteri buah Lotus

Dalam perjalanannya, Odysseus singgah di pulau yang dihuni oleh Lotus Eaters, sekelompok orang yang menawarkan buah lotus kepada para pelaut. Setelah memakannya, anak buah Odysseus kehilangan keinginan untuk pulang dan lebih memilih menetap di pulau tersebut.

Kisah ini sering dikaitkan dengan tanaman yang memiliki efek memabukkan atau menyebabkan halusinasi. Namun, para ilmuwan menilai tidak ada bukti bahwa tanaman lotus yang dikenal saat ini memiliki kemampuan membuat seseorang kehilangan ingatan.

Sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa "lotus" yang dimaksud dalam kisah Homer kemungkinan merujuk pada tanaman dari genus Ziziphus, yaitu kerabat buah bidara atau jujube yang banyak ditemukan di Afrika Utara. Buah tersebut tidak mengandung zat psikoaktif yang dapat menyebabkan halusinasi maupun amnesia.

Akan tetapi, buahnya bisa difermentasi menjadi minuman beralkohol. Alkohol dapat memengaruhi kesadaran dan membuat seseorang lebih mudah melupakan sesuatu untuk sementara, sebagian peneliti menduga efek inilah yang kemudian berkembang menjadi kisah tentang buah lotus yang membuat orang enggan kembali ke rumah.

4. Ramuan beracun Sang Penyihir Circe

Penyihir Circe menjadi salah satu tokoh paling ikonik dalam The Odyssey karena berhasil mengubah anak buah Odysseus menjadi babi melalui ramuan ajaib. Dalam dunia nyata, manusia tentu tidak bisa berubah menjadi hewan.

Namun, para ilmuwan menjelaskan bahwa beberapa tanaman memang mengandung senyawa yang mampu memengaruhi kerja otak sehingga seseorang mengalami halusinasi, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran. Pengalaman seperti inilah yang mungkin kemudian diterjemahkan sebagai "sihir" dalam kisah mitologi.

Beberapa tanaman yang diduga menjadi inspirasi ramuan Circe adalah datura (Datura stramonium) dan belladonna (Atropa belladonna). Keduanya mengandung atropin dan skopolamin, senyawa yang dapat mengganggu kerja asetilkolin, yaitu zat kimia di otak yang berperan penting dalam pembentukan ingatan. Dalam cerita, Odysseus berhasil melawan sihir Circe berkat tanaman bernama moly yang diberikan Hermes.

Hingga kini identitas tanaman tersebut masih diperdebatkan. Akan tetapi, sebagian peneliti menduga moly terinspirasi dari bunga snowdrop yang mengandung galantamin, senyawa yang dapat membantu meningkatkan kadar asetilkolin di otak dan bahkan digunakan dalam penelitian pengobatan penyakit Alzheimer.

Itulah berbagai fakta ilmiah di balik monster dan penyihir dalam kisah Odyssey yang menunjukkan bahwa beberapa unsur mitologi kemungkinan terinspirasi dari dunia nyata. Menurutmu, teori mana yang paling menarik?

FAQ seputar fakta di balik monster dan penyihir dalam kisah Odyssey

Apakah Cyclops dalam The Odyssey benar-benar ada?

Tidak. Cyclops adalah tokoh mitologi, tetapi diduga terinspirasi dari fosil gajah purba atau kondisi medis langka bernama cyclopia.

Di mana lokasi Scylla dan Charybdis dalam dunia nyata?

Banyak peneliti mengaitkannya dengan Selat Messina yang berada di antara Sisilia dan Italia.

Apa sebenarnya buah lotus dalam kisah The Odyssey?

Para ahli menduga buah lotus merujuk pada tanaman dari genus Ziziphus, bukan tanaman yang memiliki efek halusinogen.

Referensi

"The Odyssey is Fiction. But Its Monsters and Magic May Have Been Based On Real Science.". National Geographic. Diakses Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More