Jika mendengar kata ular sanca pasti kamu terbayang reptil berukuran raksasa. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat beberapa spesies ular sanca punya ukuran yang luar biasa, yaitu mulai 5 hingga 10 meter. Karena ukurannya tersebut, ular sanca menjadi salah satu ular terbesar dan terpanjang di muka bumi.
5 Ular Sanca Terpendek di Dunia, Panjangnya Cuma 50 Centimeter

- Lima spesies ular sanca terpendek di dunia memiliki panjang maksimal sekitar 50–200 sentimeter, jauh lebih kecil dibandingkan kerabatnya yang bisa mencapai 10 meter.
- Spesies seperti sanca kerdil, sanca anak-anak, dan sanca tutul berasal dari Australia, sedangkan sanca bola dari Afrika dan sanca pohon hijau ditemukan di Indonesia serta Papua Nugini.
- Ukuran kecil membuat kelima spesies ini mudah berkamuflase, hemat energi, dan sebagian populer sebagai hewan peliharaan meski beberapa di antaranya dilindungi karena ancaman perburuan liar.
Menariknya, tak semua spesies sanca memiliki ukuran raksasa. Di beberapa tempat juga ada spesies berukuran kecil seperti sanca kerdil yang panjangnya hanya 60 centimeter. Selain itu, beberapa spesies seperti sanca bola juga kerap dipelihara, lho. Lebih lanjut, berikut lima spesies ular sanca terpendek di dunia yang wajib kamu tahu.
1. Sanca kerdil (panjang maksimal 62 centimeter)

Seperti namanya, sanca kerdil (Antaresia perthensis) punya ukuran yang sangat kecil. Dilansir Animal Diversity Web, ular yang berasal dari Australia tersebut punya panjang maksimal 62 centimeter dan bobot antara 180-210 gram. Meski begitu, panjang rata-ratanya hanya 55 centimeter dan bobot rata-ratanya tak lebih dari 200 gram.
Sanca kerdil merupakan ular terestrial yang hidup di semak-semak dan area kering. Tubuhnya pendek, berwarna cokelat, dan punya corak mengotak yang samar. Seperti spesies lain, sanca kerdil merupakan pemburu yang aktif di malam hari. Makanannya mencakup hewan berukuran kecil seperti tikus, kadal, burung, katak, kodok, hingga serangga.
2. Sanca anak-anak (panjang maksimal 1,5 meter)

hSanca anak-anak (Antaresia childreni) sedikit lebih besar dari sanca kerdil dengan panjang 1-1,5 meter. Menariknya, kedua spesies tersebut merupakan kerabat dekat karena berasal dari genus yang sama. Sama seperti kerabatnya tersebut, sanca anak-anak juga berasal dari Australia. Lebih tepatnya ia menghuni wilayah Queensland, Northern Territory, dan Selat Torres.
Habitat sanca anak-anak mencakup savana, semak-semak, hutan, hingga gurun. Menariknya, aktivitas ular ini akan memuncak pada musim hujan saat suhu turun, pasokan air berlimpah, dan ketersediaan makanan meroket. Karena berukuran kecil, sanca anak-anak cukup terkenal sebagai peliharaan. Ia juga tidak agresif, tak berbahaya, dan memiliki respon makan yang baik sehingga mudah dipelihara.
3. Sanca tutul (panjang maksimal 1,8 meter)

Dilansir The Reptile Database, Antaresia maculosa atau sanca tutul merupakan satwa endemik Australia yang menghuni New South Wales dan Queensland. Panjang hewan ini bervariasi, yaitu sekitar 1-1,8 meter. Ukuran tersebut memang terbilang kecil bagi standar ular sanca. Meski begitu, ia merupakan spesies terbesar di genusnya, lho.
Seperti namanya, sanca tutul memiliki corak tutul acak berwarna hitam di tubuhnya. Corak tersebut ia gunakan untuk berkamuflase dan bersembunyi di bebatuan dan semak-semak. Salah satu makanan favorit sanca tutul adalah kelelawar insektivor yang hidup di dalam gua. Namun, individu yang dipelihara juga bisa memakan tikus atau hewan pengerat lain.
4. Sanca bola (panjang maksimal 1,8 meter)

Jika membahas soal spesies sanca yang paling cocok dipelihara oleh pemula, maka sanca bola (Python regius) merupakan jawabannya. Ada beberapa alasan yang melandasi hal tersebut, seperti ukurannya yang kecil (1-1,8 meter), sifatnya yang tenang, coraknya yang beragam, dan perawatannya yang mudah. Sanca bola juga kerap diternak dan kini terdapat 7.500 morph dengan warna dan corak yang variatif.
Laman Animalia menjelaskan bahwa sanca bola merupakan satwa asli Afrika. Hewan yang hidup di savana dan padang rumput tersebut bisa dijumpai di Benin, Kamerun, Afrika Tengah, Kongo, Liberia, hingga Mali. Populasi sanca bola juga makin menipis akibat perburuan liar dan kerusakan habitat. Sanca bola juga cukup sulit dijumpai karena ahli berkamuflase dan sering bersembunyi di dalam lubang.
5. Sanca pohon hijau (panjang maksimal 2 meter)

Tak hanya di Australia dan Afrika, ternyata di Indonesia juga ada spesies sanca terkecil, lho. Ia adalah sanca pohon hijau (Morelia viridis) yang menghuni Kepualauan Aru, Pulau Misool, Pulau Papua, hingga Australia. Panjang maksimal sanca pohon hijau sendiri hanya sekitar 2 meter dan bobotnya 1-2,2 kilogram. Kepalanya berbentuk segitiga, ekornya kuat, dan tubuhnya punya warna hijau cerah.
Meski warnanya sangat menawan, kamu tak boleh sembarangan memelihara sanca pohon hijau. Dilansir laman resmi KSDAE, sanca pohon hijau merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia. Jika ingin memeliharanya kamu harus membeli dari peternak resmi dan wajib mengurus dokumen legalitas. Lebih lanjut, sanca pohon hijau sangat terancam oleh kerusakan habitat dan perburuan liar.
Jika dibandingkan dengan kerabatnya yang berukuran raksasa, lima ular sanca terpendek di dunia tersebut memang sangat kecil. Uniknya, ukuran kecil menjadi keuntungan bagi mereka karena semua ular tersebut bisa berkamuflase dan bersembunyi dengan lebih mudah. Ukuran kecil juga membuat mereka tak perlu makan banyak sehingga bisa bertahan hidup di kondisi ekstrem.



![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Akan Jadi Siapa Kamu di Doraemon pada Kehidupan Sebelumnya?](https://image.idntimes.com/post/20250224/doraemon-d1b21e789592b2d3872afd98437da4d1.jpg)

![[QUIZ] Kami Tahu Sifat Asli Kamu Sebenarnya dari Pohon Langka yang Dipilih](https://image.idntimes.com/post/20240805/simon-berger-6r1nqdgdirg-unsplash-eaad9c32413c5c1c540329254c6d8af3.jpg)














