Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Unik Pohon Monkey Puzzle, Hidup Sejak Zaman Dinosaurus
Araucaria araucana (Krzysztof Ziarnek, Kenraiz, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Pohon monkey puzzle atau Araucaria araucana adalah spesies purba dari Pegunungan Andes yang telah hidup sejak zaman dinosaurus dan dikenal karena bentuk daunnya yang tajam serta unik.
  • Nama 'monkey puzzle' muncul di Inggris abad ke-19 setelah komentar jenaka tentang sulitnya monyet memanjat pohon berduri ini, meski monyet tidak hidup di habitat aslinya di Cile.
  • Suku Mapuche menganggap pohon ini suci dan memanfaatkan bijinya sebagai makanan pokok, sementara kulit kayunya yang tebal membuatnya tahan terhadap kebakaran hutan vulkanis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia botani selalu menyimpan rahasia menakjubkan lewat keberadaan pohon purba unik yang masih bertahan hingga era modern ini. Salah satunya adalah pohon monkey puzzle atau secara ilmiah dikenal sebagai Araucaria araucana. Tanaman berpenampilan eksotis tersebut tumbuh subur di lereng Pegunungan Andes yang melintasi wilayah Cile dan Argentina. Penampilannya yang sangat tidak biasa membuat siapa saja terpana saat pertama kali melihatnya secara langsung.

Spesies pinus ini telah hidup sejak zaman dinosaurus atau sekitar ratusan juta tahun yang lalu sebagai fosil hidup yang tangguh. Daun-daunnya yang kaku, lebar, dan berbentuk segitiga tajam sengaja berevolusi sebagai bentuk pertahanan diri dari hewan herbivora raksasa purba. Berkat adaptasi tersebut, tanaman ini berhasil melewati berbagai kepunahan massal bumi demi mempertahankan eksistensinya hingga saat ini.

1. Nama pohon ini terinspirasi dari tantangan memanjat bagi monyet

Araucaria araucana (Krzysztof Ziarnek, Kenraiz, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Nama unik tanaman ini bermula dari sebuah kejadian jenaka di Inggris pada abad ke-19. Saat itu, salah satu pemilik perkebunan memamerkan koleksi pohon impor ini kepada para tamunya. Salah seorang tamu berkomentar bahwa memanjat pohon berduri tersebut akan sangat membingungkan bagi seekor monyet. Sejak saat itulah istilah "monkey puzzle" mulai melekat erat pada spesies eksotis ini.

Padahal kenyataannya tidak ada monyet yang hidup di habitat asli pohon ini di Cile. Penamaan tersebut murni merupakan bentuk metafora masyarakat Eropa yang kagum terhadap struktur dahan pohon. Struktur dahan yang sangat rapat dan dipenuhi duri tajam memang tampak mustahil untuk dipanjat mamalia mana pun. Alhasil, nama unik ini justru membuatnya makin populer di seluruh dunia.

2. Tanaman purba ini hidup berdampingan dengan dinosaurus pada masa lalu

Araucaria araucana (Krzysztof Ziarnek, Kenraiz, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Spesies ini merupakan salah satu pohon tertua di dunia yang masih bertahan hidup. Para ilmuwan mengategorikan tanaman eksotis ini sebagai fosil hidup dari zaman jura. Artinya, nenek moyang tanaman ini sudah tumbuh subur sejak 200 juta tahun lalu. Mereka tumbuh bersama hewan-hewan raksasa purba yang kini sudah lama punah dari muka bumi.

Bentuk fisiknya yang ekstrem ternyata memiliki fungsi ekologis yang sangat penting pada masa purba. Duri-duri tajam yang menyelimuti seluruh bagian dahan berfungsi sebagai tameng alami. Tameng tersebut mencegah dinosaurus herbivora berleher panjang untuk memakan daun-daun segarnya secara membabi buta. Luar biasanya, bentuk pertahanan alami tersebut tidak banyak berubah sampai detik ini.

3. Masyarakat adat Mapuche memanfaatkan biji buahnya sebagai makanan pokok

Araucaria araucana (Krzysztof Ziarnek, Kenraiz, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pohon eksotis ini memiliki nilai kultural dan spiritual yang sangat tinggi bagi suku Mapuche di Amerika Selatan. Mereka menyebut tanaman tangguh ini dengan nama lokal pewen. Bagi mereka, pohon ini merupakan berkah suci yang wajib dihormati dan dijaga kelestariannya. Bahkan, ada berbagai ritual adat khusus yang rutin digelar untuk menghormati keberadaan pohon tersebut.

Bagian paling berharga dari tanaman ini adalah biji buahnya yang berukuran cukup besar. Suku Mapuche biasa mengonsumsi biji tersebut sebagai sumber karbohidrat utama mereka sehari-hari. Mereka mengolahnya dengan cara direbus, dipanggang, bahkan ditumbuk halus hingga menjadi tepung serbaguna. Rasa biji ini konon sangat gurih dan mirip dengan rasa kentang rebus.

4. Kulit kayu pohon yang tebal melindunginya dari ancaman kebakaran hutan

Araucaria araucana (Mike Shaw, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Habitat asli tanaman ini berada di lereng gunung berapi aktif di wilayah pegunungan Andes. Kondisi alam yang sangat ekstrem tersebut tentu menuntut tingkat adaptasi yang luar biasa tinggi. Untungnya, spesies ini dianugerahi kulit batang yang sangat tebal dan bersifat tahan api. Karakteristik istimewa ini membantu mereka bertahan hidup di lingkungan vulkanis yang rawan bencana.

Saat terjadi kebakaran hutan atau aliran lava dingin, pohon dewasa biasanya tetap kokoh berdiri. Kulit kayunya yang tebal bertindak sebagai tameng pelindung bagi jaringan vital di dalam batang. Bahkan, area hutan yang hangus sering kali menyisakan koloni pohon ini sebagai satu-satunya penyintas. Ketangguhan inilah yang membuat mereka mampu hidup hingga usia mencapai seribu tahun.

Melihat keunikan dan ketangguhan pohon monkey puzzle, kita tentu merasa takjub dengan cara alam beradaptasi melewati rentang waktu jutaan tahun. Sayangnya, keberadaan pohon purba ini kini terancam punah akibat eksploitasi lahan dan kebakaran hutan yang makin sering terjadi. Oleh karena itu, upaya konservasi yang ketat sangat dibutuhkan agar warisan purba yang luar biasa ini tidak hilang begitu saja dari permukaan bumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article