5 Fakta The Shard, Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Inggris

- The Shard adalah gedung tertinggi di Inggris dengan tinggi 309,6 meter dan 95 lantai, menjadi ikon arsitektur modern di London sejak pembangunannya dimulai tahun 2009.
- Dirancang oleh arsitek Renzo Piano, nama The Shard terinspirasi dari kritik yang menyebut desainnya mirip pecahan kaca, kini justru menjadi simbol futuristik kota London.
- Mengusung konsep 'Kota Vertikal', The Shard memadukan kantor, restoran, hotel, apartemen, serta dek observasi setinggi 244 meter yang menawarkan pemandangan 360 derajat kota London.
Kalau mendengar kata "Inggris", kita mungkin langsung terbayang kastel tua atau kerajaan. Padahal, Inggris juga punya bangunan modern yang keren banget di tengah kota London, yaitu The Shard (atau Shard London Bridge). Gedung pencakar langit yang berdiri di tepi Sungai Thames ini bukan cuma menara tinggi biasa. Desainnya sangat futuristik dan isinya pun super lengkap.
Yuk, kita lihat lima fakta menarik di balik megahnya menara kaca ini!
1. Gedung tertinggi di inggris sekaligus di eropa barat

The Shard adalah gedung pencakar langit yang sangat ikonik dan memegang rekor sebagai bangunan tertinggi di Inggris saat ini. Menara super tinggi ini menjulang hingga 309,6 meter di atas langit kota London. Hebatnya lagi, gedung yang mulai dibangun pada tahun 2009 ini juga sempat dinobatkan sebagai bangunan tertinggi di seluruh Eropa dari tahun 2011 hingga 2012.
Secara keseluruhan, bangunan ini memiliki total 95 lantai yang menjulang ke atas. Namun, tidak semua bagian di dalam gedung ini digunakan sebagai tempat beraktivitas sehari-hari. Hanya ada 72 lantai saja yang dapat dihuni.
2. The shard berarti serpihan atau pecahan kaca

The Shard dirancang oleh arsitek asal Italia bernama Renzo Piano yang bekerja sama dengan tim insinyur WSP Global. Saat membuat desainnya, Renzo terinspirasi dari bentuk tiang kapal layar, jalur kereta api di sekitarnya, hingga lukisan menara London abad ke-18. Ia membayangkan gedung ini tampil menawan seperti sebuah patung menara yang muncul langsung dari Sungai Thames.
Namun, desain buatan Renzo ini awalnya sempat mendapat kritik dari lembaga cagar budaya English Heritage. Mereka memprotes dan menyebut bangunan tersebut akan terlihat seperti pecahan kaca yang merusak pemandangan bersejarah kota London. Uniknya, kritikan itulah yang justru menjadi asal-usul mengapa gedung pencakar langit ini akhirnya dinamakan The Shard.
3. Desainnya ramah lingkungan
Bagian luar gedung The Shard dilapisi oleh sekitar 11.000 panel kaca canggih yang dipasang dengan posisi miring. Kaca-kaca ini sengaja didesain untuk memantulkan cahaya matahari dan warna langit di sekitarnya dengan sangat cantik. Efek pantulan tersebut membuat penampilan luar bangunan selalu berubah secara dinamis mengikuti cuaca dan musim yang sedang berlangsung.
Hebatnya lagi, gedung megah ini sangat ramah lingkungan karena sekitar 95% material pembangunannya berasal dari bahan daur ulang. Menara ini juga dirancang hemat energi berkat adanya sistem pembangkit khusus yang mengubah gas alam menjadi listrik. Sisa panas dari mesin pembangkit tersebut kemudian diolah kembali untuk menyediakan pasokan air panas di seluruh gedung.
4. Mengusung konsep "kota vertikal”
Sang arsitek, Renzo Piano, merancang The Shard dengan konsep keren bernama "Kota Vertikal". Lewat konsep ini, ia bermimpi membuat sebuah menara terpadu yang bisa menampung hingga lebih dari 9.500 orang sekaligus. Hasilnya, ribuan orang kini bisa bekerja, makan, hingga tinggal di dalam gedung tanpa perlu keluar sama sekali.
Pembagian fungsi di dalam menara setinggi 95 lantai ini juga diatur dengan sangat rapi dan lengkap. Bagian bawah hingga tengah gedung diisi oleh area perkantoran modern, berbagai restoran kelas dunia, serta hotel bintang lima yang mewah. Sementara itu, bagian atasnya digunakan untuk apartemen eksklusif, dek observasi publik untuk melihat pemandangan kota, dan puncaknya yang meruncing ke langit.
5. Ada dek observasi dengan jarak pandang luar biasa

The Shard memiliki tempat melihat pemandangan kota London yang sangat terkenal bernama The View from The Shard. Dek observasi yang dikelola secara pribadi ini sudah resmi dibuka untuk umum sejak tanggal 1 Februari 2013 lalu. Pengunjung bisa naik hingga ke lantai 72 untuk menikmati area galeri pandang serta dek observasi dengan konsep terbuka.
Berada di ketinggian 244 meter di atas tanah, tempat ini menawarkan pemandangan indah 360 derajat ke seluruh penjuru kota. Saat cuaca sedang cerah tanpa awan tebal, jarak pandang dari atas sini bisa menjadi sangat luar biasa jauh. Kamu bahkan bisa melihat keindahan panorama sejauh 64 kilometer ke segala arah hingga mencapai pinggiran kota London.
Nah, itulah berbagai fakta seru di balik megahnya The Shard yang sangat luar biasa. Selain fungsional, keindahan arsitektur menara kaca ini benar-benar bikin terpukau karena tampilannya bisa berubah-ubah mengikuti warna langit London. Gedung ini pun menjadi bukti nyata bagaimana desain modern yang super keren bisa menyatu sempurna dengan kehangatan kota yang bersejarah.

















