Sebagian besar hidupnya dihabiskan di perairan Arktik dan Atlantik Utara. Burung ini hanya datang ke daratan saat musim berkembang biak, biasanya di tebing-tebing berbatu yang berada dekat pesisir kutub. Dengan populasi yang mencapai puluhan juta pasang dan koloni pembiakan yang sangat besar, Dovekie menjadi salah satu burung laut paling melimpah di kawasan Arktik. Yuk, kenali lebih dekat Dovekie dan berbagai keunikan yang dimilikinya!
5 Fakta Unik Dovekie, Burung Laut Penguasa Kawasan Arktik

- Dovekie adalah burung laut kecil dengan populasi sekitar 40 juta pasang yang mendominasi kawasan Arktik, terutama di Greenland dan Svalbard.
- Burung ini memiliki adaptasi sayap pendek untuk menyelam mencari krustasea renik di perairan dingin serta membesarkan anak dengan satu telur di celah batu.
- Dovekie bermigrasi musiman mengikuti perubahan es laut dan berperan penting bagi masyarakat Inuit sebagai sumber pangan serta bahan pakaian tradisional.
Dovekie (Alle alle), yang juga dikenal dengan nama little auk, merupakan burung laut kecil dari keluarga Alcidae yang hidup di kawasan Arktik dan sekitarnya. Burung ini memiliki ciri khas berupa bulu hitam pada bagian punggung serta putih pada bagian perut, sehingga sekilas tampak menyerupai penguin dalam ukuran kecil. Meskipun bertubuh mungil, Dovekie mampu bertahan di lingkungan yang dingin dan keras di wilayah utara bumi.
1. Dominasi populasi raksasa di lingkar Kutub Utara

Dovekie mengawali eksistensinya sebagai salah satu spesies burung laut dengan jumlah kelompok paling melimpah di belahan bumi utara. Dilansir laman Voyagers, total populasi burung ini diperkirakan mencapai angka 40 juta pasang di seluruh dunia. Pusat sebaran utama mereka terkonsentrasi jauh di wilayah Arktik serta sub-Arktik, dengan titik konsentrasi terbesar yang mendiami tebing-tebing curam di kawasan Greenland serta kepulauan Svalbard di Norwegia.
Situs pembiakan mereka biasanya sangat sulit dijangkau karena terletak di lereng gunung berbatu yang dipenuhi rekahan karang. Ketika musim berbiak tiba, jutaan individu akan berkumpul untuk bertelur, sehingga menciptakan pergerakan udara yang masif disertai suara riuh yang konstan. Keberadaan koloni yang sangat padat ini menjadi pemandangan alam yang luar biasa sekaligus menjadi penanda dominasi mereka di kawasan kutub utara.
2. Adaptasi otot sayap pendek untuk menyelam

Kehidupan di perairan Arktik yang dingin menuntut Dovekie memiliki berbagai adaptasi fisik yang mendukung aktivitas mencari makan. Masih dari laman Voyagers, Dovekie memiliki karakteristik fisik berupa kepala, leher, serta punggung hitam, dengan paruh yang berukuran sangat pendek dan kokoh. Ukuran tubuhnya tergolong sangat kecil, bahkan hanya separuh dari ukuran burung puffin Atlantik.
Meskipun bertubuh mungil, burung ini merupakan penerbang cepat yang menggunakan kepakan sayap pendek secara konstan untuk bergerak dari sarang menuju laut. Saat berada di dalam air, anatomi sayap yang pendek tersebut beralih fungsi menjadi kayuh mekanis yang kuat. Mereka menggunakan sayapnya untuk terbang di bawah permukaan air demi memburu kawanan krustasea kecil serta anakan ikan yang menjadi menu utama mereka.
3. Ketergantungan nutrisi pada plankton perairan es

Kemampuan menyelam yang efisien tersebut mempermudah Dovekie untuk menjangkau sumber makanan utama mereka di laut lepas. Dilansir laman Audubon, diet burung ini hampir sepenuhnya terdiri dari krustasea renik yang hidup melimpah dalam kelompok besar di perairan dingin, seperti kopepoda kalanoid, mysis, serta amfipoda. Mereka meluncurkan aksi perburuan dengan cara menyelam dan berenang tepat di bawah permukaan air yang bersuhu ekstrem.
Ketika mengumpulkan makanan untuk diberikan kepada anak-anaknya di sarang, burung dewasa memanfaatkan kantong tenggorokan khusus untuk membawa pulang hasil buruan. Induk Dovekie hanya meletakkan satu butir telur berwarna biru kehijauan pucat di dalam celah batu yang tersembunyi. Kedua induk kemudian akan bergantian mengerami telur tersebut selama 28 hingga 31 hari serta menyuapi anaknya secara rutin menggunakan persediaan plankton dari kantong tenggorokan mereka.
4. Pola migrasi musiman menuju samudra terbuka

Selain bergantung pada ketersediaan makanan, Dovekie juga menyesuaikan wilayah jelajahnya dengan perubahan musim di kawasan Arktik. Masih dari laman Audubon, sebagian besar populasi Dovekie tetap bertahan di wilayah utara sejauh kondisi air terbuka masih memungkinkan di sekitar celah es. Namun, begitu musim dingin tiba, konsentrasi besar dari burung ini akan bergerak bermigrasi ke arah selatan menuju kawasan Grand Banks di Newfoundland, Kanada, hingga perairan New England di Amerika Serikat.
Selama periode musim dingin ini, mereka hidup sebagai burung pelagis sejati yang menghabiskan seluruh waktunya di lautan dalam dan menghindari arus air hangat. Kendati demikian, pola cuaca ekstrem terkadang mengganggu wilayah jelajah mereka. Badai musim dingin yang melanda Samudra Atlantik sering kali mendorong kawanan burung ini menjauh dari habitat laut dalam hingga terdampar dekat dengan garis pantai atau bahkan terbawa jauh menuju wilayah daratan.
5. Memiliki peran penting bagi masyarakat Inuit

Selama berabad-abad, Dovekie turut memainkan peran penting dalam kehidupan penduduk asli di wilayah utara. Dilansir laman All About Birds, burung yang mudah ditangkap ini telah menjadi sumber daya penting bagi masyarakat di Greenland barat sejak lama. Masyarakat Inuit memanfaatkan daging Dovekie sebagai bahan pangan serta menggunakan kulitnya yang berbulu tebal sebagai bahan pakaian hangat.
Salah satu tradisi kuliner unik yang masih dipertahankan hingga kini adalah pembuatan kiviak, yaitu makanan perayaan tradisional yang dibuat dengan cara memasukkan ratusan burung Dovekie utuh ke dalam kulit anjing laut untuk difermentasi selama beberapa bulan. Di sisi lain, Dovekie juga diketahui terkadang mengalami peristiwa terdampar massal di sepanjang pantai timur Amerika Utara akibat dorongan angin timur yang kuat, seperti yang pernah tercatat pada musim dingin tahun 1932 ketika burung-burung ini berjatuhan di jalanan New York.
Dengan populasi yang sangat besar, kemampuan beradaptasi di lingkungan ekstrem, serta perannya bagi masyarakat Inuit, Dovekie menjadi salah satu burung laut yang penting di kawasan Arktik. Beragam keunikan tersebut membuat burung mungil ini dikenal sebagai salah satu penghuni khas wilayah utara bumi.

















