Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Corsican Nuthatch, Burung yang Bergantung Hidup di Hutan Pinus

5 Fakta Corsican Nuthatch, Burung yang Bergantung Hidup di Hutan Pinus
Corsican nuthatch (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)
Intinya Sih
  • Corsican nuthatch adalah burung endemik Pulau Korsika yang hidup di hutan pinus pada ketinggian 1000–1500 meter dan sangat bergantung pada pohon pinus tua untuk bertahan hidup.
  • Burung kecil berukuran 11–12 cm ini memiliki bulu abu-abu kebiruan, makan utama biji pinus serta serangga kecil, dan sering menyimpan biji untuk cadangan makanan.
  • Spesies ini berstatus rentan menurut IUCN akibat hilangnya habitat hutan pinus tua karena kebakaran dan penebangan, sehingga konservasi habitat menjadi hal penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pada suatu wilayah terdapat tempat di mana suatu makhluk hidup tinggal di dalamnya. Baik karena kecocokan akan tempat tersebut hingga tersedianya makanan. Salah satunya ada hewan seperti burung yang bisa menjadi hewan endemik. Karena telah hidup dan berkembang alami pada wilayah atau habitat tertentu yang tidak ditemukan secara alami pada tempat lain. Seperti pada pulau yang di dalamnya mencakup hutan maupun habitat lain.

Burung endemik yang sangat bergantung pada hutan seperti pinus untuk menunjang kehidupannya ada corsican nuthatch. Burung dari keluarga Sittidae dengan nama ilmiah Sitta whiteheadi ini tergolong pengicau yang punya ukuran kecil. Hidupnya yang bergantung pada hutan pinus menjadi tantangan tersendiri bagi spesies burung pengicau ini. Habitat yang terfragmentasi maupun hilangnya lingkungan alami tempatnya tinggal, dapat mempengaruhi keberadaannya. Seperti apa fakta menarik dari burung corsican nuthatch? Simak ulasannya sebagai berikut.

1. Burung endemik Pulau Korsika

Burung Corsican nuthatch endemik Pulau Korsika
Burung Corsican nuthatch endemik Pulau Korsika (commons.wikimedia.org/Àlex Milian)

Corsican nuthatch adalah burung endemik Pulau Korsika, Laut Mediterania barat. Spesies satu-satunya burung nuthatch, yang disebut demikian karena kemampuan akrobatik dalam memanjat naik turun pohon. Dilansir eBird, spesies burung nuthatch ini menyukai hutan pinus dengan lahan terbuka. Burung yang bersifat menetap, biasanya pada lembah dengan ketinggian antara 1000-1500 m di atas permukaan laut. Namun, akan turun ke tempat yang lebih rendah saat musim dingin dan mungkin menghuni hutan campuran. Seperti pinus Korsika dengan pinus maritim atau hutan cemara perak. Akan tetapi, mereka lebih menghindari hutan yang didominasi dengan pohon berkayu keras. Burung ini juga menyukai pohon pinus tua, karena menyediakan makanan yang melimpah.

2. Ciri khas tubuh berukuran kecil

Burung corsican nuthatch yang berukuran kecil
Burung corsican nuthatch yang berukuran kecil (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

Corsican nuthatch punya ukuran panjang tubuh yang tergolong kecil hanya sekitar 11-12 cm. Kepala yang kecil, paruh tipis dan panjang berwarna abu-abu hitam. Dilansir Inaturalist, warna bulu bagian atas abu-abu kebiruan dan bagian bawah warnanya putih keabu-abuan. Perbedaan antara burung jantan dan betina adalah mahkota warna hitam sepenuhnya pada burung jantan.

3. Biji pinus adalah makanan utamanya

Burung corsican nuthatch yang bertengger di pohon
Burung corsican nuthatch yang bertengger di pohon (commons.wikimedia.org/Mike Prince)

Makanan utama spesies burung nuthatch ini adalah biji pinus. Biasanya mencari makan di puncak pohon pinus yang ada di Korsika. Dilansir Animalia, selain itu mereka juga memakan serangga kecil seperti arthropoda kecil (laba-laba, serangga dewasa beserta larva). Sebagian serangga ini ditangkap saat terbang, namun umumnya ditangkap di pohon. Sering berada di puncak pohon, mencari makan pada dedaunan pohon pinus yang menjulang tinggi. Mereka juga mencari makan di sepanjang batang dan cabang-cabang pohon besar.

Bulan November, biasanya kerucut pinus tersedia dan burung nuthatch Korsika mulai mengekstrak bijinya untuk dimakan. Uniknya, di luar musim tersebut mereka akan menyembunyikan sebagian biji pinus tersebut. Dan akan diletakkan di bawah kulit kayu atau bawah lumut, maupun pada sisa-sisa tumbuhan.

4. Spesies burung yang sangat bergantung pada pohon pinus tua

Burung corsican nuthatch
Burung corsican nuthatch (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

Perilaku bersarang biasa terjadi ketika musim kawin tiba. Namun, burung corsican nuthatch lebih menyukai pohon pinus tua untuk membangun sarangnya. Mereka akan menggali lubang pada pohon pinus yang telah mati dan mulai membusuk. Masih disebutkan Animalia, pohon tersebut biasanya berusia dua hingga tiga ratus tahun, karena batangnya yang cukup lunak untuk membangun sarang. Selain itu, pohon yang telah mati biasa digunakan sebagai tempat bertengger dan bernyanyi bahkan untuk memantau lingkungan sekitar. Sarang dibuat dengan ketinggian 2-30 m di atas permukaan tanah. Sarang yang dibuat akan dilapisi dengan bahan lembut seperti lumut, bulu dan lumut kerak.

Burung betina menghasilkan 3-6 butir telur. Bentuk telur tersebut oval dengan warna putih dilengkapi bintik-bintik kemerahan. Juga terdapat tanda cokelat yang samar atau warna ungu keabu-abuan yang gelap. Burung betina akan mengerami telur-telurnya, sedangkan burung jantan akan mencari makan.

5. Spesies burung yang berstatus rentan

Burung corsican nuthatch
Burung corsican nuthatch (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

Hutan pinus yang menjadi habitat burung corsican nuthatch menjadi alasan utama kehidupan bagi burung ini. Terutama pada hutan pinus yang telah tua, karena ketergantungan ini menjadikannya berstatus rentan. IUCN (International Union for Conservation of Nature) tahun 2021 menyebutkan, bahwa burung ini terdaftar sebagai spesies Rentan. Salah satu ancamannya berupa kebakaran hutan maupun penebangan. Selain itu, pertumbuhan pohon pinus Korsika disebut juga lambat. Maka, upaya konservasi dengan memberlakukan aturan atau batasan dalam hal melindungi habitat burung corsican nuthatch.

Keberadaan burung corsican nuthatch sangat berati di hutan pinus Korsika. Mereka yang memakan biji pinus dapat membantu pertumbuhan pohon dengan menyebar biji maupun ketika menyimpannya. Selain itu, mereka juga memakan serangga, mampu membantu kesehatan hutan pinus. Yaitu dengan mengendalikan serangga yang berpotensi menjadi hama. Selain itu, perlu perhatian lebih akan aktivitas di lingkungan habitat hutan pinus, yang mana bisa mempengaruhi populasi burung corsican nuthatch. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More