Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hewan yang Sering Menghindari Matahari untuk Bertahan Hidup

4 Hewan yang Sering Menghindari Matahari untuk Bertahan Hidup
ilustrasi kukang (nationalzoo.si.edu)
Intinya Sih
  • Sejumlah hewan menghindari Matahari sebagai strategi bertahan hidup, dengan memilih lingkungan gelap, lembap, atau sejuk untuk menjaga kondisi tubuh dan menghemat energi.
  • Kelelawar dan kukang aktif pada malam hari; kelelawar memanfaatkan ekolokasi untuk berburu, sedangkan mata besar kukang mendukung pencarian makanan dalam cahaya minim.
  • Kalajengking berlindung dari panas demi mencegah kehilangan cairan, sementara cacing tanah membutuhkan kulit lembap untuk pertukaran gas dan menghindari risiko dehidrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sinar Matahari merupakan sumber energi yang penting bagi banyak makhluk hidup namun tidak semua hewan ternyata aktif beraktivitas di bawah cahaya terang. Beberapa spesies ternyata sering menghindari paparan sinar Matahari secara langsung karena memiliki adaptasi tubuh dan perilaku yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan yang gelap, lembap, dan bersuhu rendah.

Perilaku menghindari Matahari bukan berarti hewan-hewan tersebut lemah terhadap kondisi lingkungannya, melainkan merupakan strategi evolusi untuk meningkatkan peluang bertahan hidup. Dengan beraktivitas pada malam hari atau berusaha mencari tempat yang teduh pada saat siang, maka bisa menghemat lebih banyak energi untuk menghindari serangan predator.

1. Kelelawar

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Tine Ivanič)
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Tine Ivanič)

Kelelawar merupakan hewan nokturnal yang hampir seluruh aktivitas utamanya dilakukan setelah matahari tenggelam. Pada siang hari, kelelawar biasanya akan beristirahat di dalam gua rongga pohon, atau bangunan yang gelap untuk bisa menghindari paparan sinar Matahari dan menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.

Bukan hanya menghindari suhu yang terlalu tinggi pada saat siang hari, aktivitas malam juga membuat kelelawar lebih mudah dalam menemukan mangsa, seperti serangga yang aktif setelah Matahari terbenam. Banyak spesies kelelawar yang saat ini mengandalkan ekolokasi untuk bisa bernavigasi dan berburu dalam kondisi gelap, sehingga mereka tidak bergantung pada cahaya Matahari.

2. Kukang

ilustrasi kukang (animals.sandiegozoo.org)
ilustrasi kukang (animals.sandiegozoo.org)

Kukang adalah primalan nokturnal yang kerap menghabiskan sebagian besar waktu siangnya untuk beristirahat di antara ranting dan dedaunan yang rimbun. Tubuhnya yang bergerak lambat ternyata membuat tukang lebih aman apabila tetap diam di tempat yang teduh daripada harus berpindah-pindah pada saat cahaya Matahari masih dalam kondisi yang terang.

Pada saat malam tiba, kukang mulai aktif dalam mencari buah, nektar, serangga, dan berbagai sumber makanan lainnya. Mata kukang yang berukuran besar ternyata merupakan salah satu bentuk adaptasi untuk melihat lebih baik dalam kondisi yang minim cahaya, sehingga mereka cenderung menghindari Matahari sebagai bagian penting dalam pola hidup alaminya.

3. Kalajengking

ilustrasi kalajengking (pexels.com/icon0 com)
ilustrasi kalajengking (pexels.com/icon0 com)

Kalajengking merupakan hewan yang pada umumnya menghindari sinar matahari Karena suhu tinggi ternyata bisa meningkatkan risiko kehilangan cairan tubuh pada siang hari, mereka biasa berlindung di dalam liang, celah batu, atau di bawah kayu dan bebatuan untuk bisa menjaga kondisi tubuhnya agar tetap stabil.

Pada saat malam tiba, kalajengking akan keluar untuk berburu serangga, laba-laba, dan juga hewan kecil lainnya dengan cara memanfaatkan kondisi yang lebih sejuk. Mereka memiliki indra yang sangat peka terhadap setiap getaran, sehingga mampu dalam mendeteksi keberadaan mangsa walau dalam keadaan yang minim cahaya sekali pun.

4. Cacing tanah

ilustrasi cacing (pexels.com/Sippakorn Yamkasikorn)
ilustrasi cacing (pexels.com/Sippakorn Yamkasikorn)

Cacing tanah termasuk hewan yang sangat menghindari paparan sinar Matahari karena kulitnya harus tetap dalam kondisi lembap agar bisa melakukan pertukaran gas melalui permukaan tubuh. Pada saat terkena sinar Matahari terlalu lama, maka kelembapan pada kulitnya akan menguap dengan cepat, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi yang sangat berbahaya.

Bukan hanya membantu telah menjaga kelembapan tubuh, kebiasaan beraktivitas di tempat yang gelap juga memproteksi cicacing tanah dari serangan predator yang lebih aktif di malam hari. Aktivitas menggali tanah dan mencari bahan organik sebagai makanan ternyata lebih aman apabila kondisi lingkungan lebih sejuk dan lembap.

Menghindari Matahari ternyata merupakan strategi bertahan hidup yang telah berkembang pada berbagai spesies hewan melalui proses evolusi yang panjang. Hewan-hewan di atas seolah memiliki cara berbeda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Keanekaragaman adaptasi menjadi bukti bahwa alam selalu menemukan cara agar setiap spesies bisa bertahan hidup dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More