Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Melaka, Kota Pelabuhan di Malaysia yang Penuh Sejarah

5 Fakta Melaka, Kota Pelabuhan di Malaysia yang Penuh Sejarah
Melaka (commons.wikimedia.org/Engin Akyurt)
Intinya Sih
  • Melaka berkembang sebagai pelabuhan internasional berkat posisi strategis di Selat Melaka, menghubungkan pedagang dari Arab, India, Tiongkok, Persia, dan Nusantara.
  • Kota ini menyimpan jejak pemerintahan Portugis, Belanda, dan Inggris melalui bangunan seperti A Famosa, Stadthuys, serta Christ Church yang masih berdiri.
  • Budaya Baba Nyonya, hasil percampuran Tionghoa dan Melayu, tetap hidup melalui rumah, busana, bahasa, kuliner Peranakan, serta tradisi tok panjang; becak hias juga menjadi ikon kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melaka merupakan salah satu kota paling bersejarah di Malaysia yang masih mempertahankan warisan budaya dan arsitekturnya hingga sekarang. Berkat lokasinya yang strategis di tepi Selat Melaka, kota ini pernah berkembang menjadi pelabuhan penting yang menghubungkan para pedagang dari berbagai penjuru dunia.

Di balik namanya yang sudah dikenal luas, Melaka menyimpan banyak kisah yang menarik untuk ditelusuri. Mulai dari asal-usul namanya, jejak berbagai masa pemerintahan, hingga budaya yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman, semuanya menjadi bagian dari cerita panjang kota ini. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Melaka berikut ini!

1. Nama Melaka berasal dari pohon melaka

pohon melaka yang menjadi asal-usul nama Melaka
pohon melaka yang menjadi asal-usul nama Melaka (commons.wikimedia.org/Adityamadhav83)

Asal-usul nama Melaka berawal dari sebuah legenda yang melibatkan Parameswara, tokoh yang diyakini sebagai pendiri Melaka. Saat sedang beristirahat di bawah sebuah pohon di tepi Sungai Bertam setelah berburu, Parameswara melihat kejadian yang tak biasa. Seekor pelanduk bertubuh kecil dengan berani menendang anjing perburuannya hingga terjatuh ke sungai. Keberanian pelanduk tersebut dianggap sebagai pertanda baik, sehingga Parameswara memutuskan mendirikan sebuah permukiman di tempat itu dan menamainya "Melaka", mengikuti nama pohon yang menaunginya saat beristirahat.

Pohon melaka (Phyllanthus emblica), yang juga dikenal sebagai amla atau Indian gooseberry, memiliki ciri khas berupa daun-daun kecil serta buah bulat yang dapat dikonsumsi dengan cita rasa asam dan sedikit pahit. Meski kisah asal-usul nama Melaka berasal dari sebuah legenda, cerita ini masih dikenal luas dan terus diwariskan sebagai bagian dari sejarah awal kota tersebut.

2. Pernah menjadi pusat perdagangan internasional

ilustrasi Pelabuhan Melaka pada masa kejayaannya
ilustrasi Pelabuhan Melaka pada masa kejayaannya (commons.wikimedia.org/Jakob van der Schley)

Salah satu alasan Melaka berkembang menjadi pusat perdagangan internasional adalah letaknya yang sangat strategis di Selat Melaka. Jalur laut ini menjadi penghubung antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, sehingga dilalui banyak kapal yang berlayar dari berbagai wilayah. Kondisi tersebut membuat Melaka menjadi tempat singgah yang ideal bagi para pedagang sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Pada masa kejayaannya, pelabuhan Melaka dipadati pedagang dari Arab, India, Tiongkok, Persia, hingga berbagai wilayah di Nusantara. Mereka membawa beragam komoditas untuk diperdagangkan, seperti rempah-rempah, sutra, kain, keramik, dan logam mulia. Ramainya aktivitas perdagangan ini membuat Melaka dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan terpenting di Asia dan berperan besar dalam menghubungkan jalur perdagangan antarbenua.

3. Jejak berbagai masa pemerintahan masih terlihat hingga kini

Christ Church, salah satu bangunan bersejarah di Melaka
Christ Church, salah satu bangunan bersejarah di Melaka (commons.wikimedia.org/Dlinemedia)

Melaka pernah berada di bawah pemerintahan Portugis, Belanda, dan Inggris. Pergantian pemerintahan tersebut meninggalkan banyak bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga sekarang. Tak heran jika Melaka memiliki arsitektur bergaya Eropa yang berpadu dengan tata kota khas kawasan pesisir Asia.

Beberapa bangunan yang menjadi peninggalan sejarah itu antara lain Benteng A Famosa dari masa Portugis, serta Stadthuys dan Christ Church yang dibangun pada masa Belanda. Sementara itu, masa pemerintahan Inggris juga meninggalkan pengaruh pada perkembangan kawasan kota. Hingga kini, bangunan-bangunan tersebut masih menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Melaka dari masa ke masa.

4. Budaya Baba Nyonya tetap lestari hingga sekarang

Baba Nyonya Heritage Museum di Melaka
Baba Nyonya Heritage Museum di Melaka (commons.wikimedia.org/Chongkian)

Salah satu budaya khas yang masih bertahan di Melaka adalah budaya Baba Nyonya. Komunitas ini berasal dari pernikahan antara pedagang Tionghoa asal Fujian yang menetap di Melaka dengan perempuan Melayu setempat sejak abad ke-15. Dari perpaduan tersebut lahirlah budaya Peranakan yang memiliki ciri khas tersendiri. Sebutan Baba digunakan untuk laki-laki, sedangkan Nyonya untuk perempuan. Perpaduan budaya ini dapat dilihat dari rumah tradisional, bahasa, hingga busana khas seperti Kebaya Nyonya.

Selain itu, budaya Baba Nyonya juga terkenal lewat kulinernya. Masakan Peranakan memadukan cita rasa manis, asam, dan pedas dengan aneka rempah serta bahan seperti belacan, santan, cincaluk, dan gula Melaka. Tradisi makan bersama di meja panjang yang disebut tok panjang juga masih dilakukan dalam berbagai perayaan. Berbagai warisan budaya tersebut membuat budaya Baba Nyonya tetap menjadi bagian penting dari identitas Melaka.

5. Becak warna-warni menjadi daya tarik kota

becak hias warna-warni yang menjadi ikon Kota Melaka
becak hias warna-warni yang menjadi ikon Kota Melaka (commons.wikimedia.org/CEphoto, Uwe Aranas)

Salah satu ciri khas yang mudah dikenali dari kota Melaka adalah becak hias warna-warni. Berbeda dengan becak pada umumnya, becak di Melaka dihias dengan bunga-bunga berwarna cerah, lampu LED, serta boneka tokoh kartun seperti Hello Kitty dan Pikachu. Becak ini juga dilengkapi pengeras suara yang memutar berbagai jenis musik sehingga tampilannya semakin mencolok dan mudah menarik perhatian.

Keunikan becak hias tersebut membuatnya menjadi salah satu ikon Melaka. Hingga kini, becak-becak itu masih dapat dijumpai di kawasan bersejarah dan digunakan untuk berkeliling kota. Perpaduan hiasan yang meriah dan musik yang mengiringi perjalanan membuat becak warna-warni menjadi bagian dari identitas Melaka yang mudah dikenali.

Beragam fakta tersebut menunjukkan bahwa Melaka memiliki sejarah dan budaya yang terus hidup dari masa ke masa. Tak heran jika kota ini tetap dikenal sebagai salah satu kota paling menarik di Malaysia. Semoga informasi ini bisa menambah wawasanmu tentang Melaka!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More