Sebagai makhluk sosial kehidupan manusia tak jauh dari kerja sama. Kerja sama membuat pekerjaan lebih cepat selesai, beban terasa lebih ringan, dan sekaligus membuat interaksi antar manusia lebih terjaga. Namun, terkadang manusia menjadi individualis dan enggan membantu satu sama lain.
5 Serangga yang Bisa Mengajarkan Manusia tentang Kerja Sama

- Semut kerengga menunjukkan superefficiency: kerja sama membuat individu lebih efektif untuk menekuk daun, membangun sarang, dan berburu.
- Lebah madu, rayap, dan tawon membagi peran secara jelas, berkomunikasi, fleksibel membantu, serta menjaga koloni melalui kerja terorganisir.
- Kumbang kotoran jantan dan betina bekerja bersama memindahkan brood ball berisi telur ke lokasi aman, dengan peran mengarahkan dan mengangkat.
Di sisi lain, serangga yang ukurannya jauh lebih kecil justru memiliki kemampuan kerja sama yang tak kalah dari manusia, lho. Mereka bisa membangun rumah, merawat diri, bahkan menjaga satu sama lain berkat kerja sama yang kompleks. Mau tahu serangga apa saja yang dimaksud? Simak di bawah ini, yuk.
1. Semut kerengga (mengajarkan efektivitas)

Semut kerengga (genus Oecophylla) merupakan semut berukuran besar berwarna merah yang kerap ditemukan di pepohonan. Sama seperti semut lain, ia merupakan serangga dengan kerja sama yang luar biasa. Namun, semut kerengga menaikkan standar kerja sama ke tingkat yang jauh lebih tinggi.
Penelitian pada 2025 yang diterbitkan di jurnal Current Biology mengungkap fakta bahwa semut kerengga akan menjadi lebih efektif secara individu ketika melakukan kerja sama. Semut tersebut bisa menekuk daun, membangun sarang, hingga bekerja sama saat berburu. Nah, peningkatan efektivitas inidividu tersebut memiliki satu nama yang unik, yaitu superefficiency.
2. Lebah madu (mengajarkan tugas individu yang seimbang)

Dilansir Insect Core, lebah madu merupakan serangga dengan sistem kerja sama yang sangat kompleks. Pertama, serangga tersebut punya sistem kerja yang optimal di mana tak ada satupun lebah yang punya kekuatan lebih dari lebah lain. Hal tersebut membuat tiap individu memiliki satu tugas dan ia akan menjalankan tugas tersebut dengan efisien tanpa mengganggu lebah lain.
Lebah madu juga memiliki komunikasi yang baik antara individu. Hal tersebut sangat penting agar pekerjaan selesai lebih cepat, tak menimbulkan salah paham, dan tidak terjadi tumpang tindih dalam pekerjaan. Lebah madu juga sangat fleksibel sehingga tiap individu bisa membantu satu sama lain agar pekerjaan cepat selesai. Terakhir, serangga ini selalu mengambil keputusan bersama.
3. Rayap (mengajarkan sistem kerja yang terorganisir)

hSebagai serangga yang hidup berkoloni, rayap juga menunjukkan kemampuan kerja sama yang luar biasa. Serangga tersebut bisa bekerja secara efektif, cepat, dan tanpa hambatan dalam waktu yang lama. Hal tersebut bisa terjadi karena tiap rayap memiliki tugasnya masing-masing. Ada ratu yang bertugas bereproduksi, rayap pekerja yang membangun sarang dan merawat anakan, hingga rayap tentara yang bertugas melindungi koloni. Jika manusia mengaplikasikan sistem kerja seperti rayap, maka semua pekerjaan bisa selesai dalam sekejap.
4. Tawon (mengajarkan kerja sama efisien yang terorganisir)

Sebagai kerabat dekat dari lebah madu, tak mengherankan jika tawon memiliki kemampuan kerja sama yang serupa dengan serangga tersebut. Dilansir Pest Services, tawon mengandalkan kerja sama demi menjamin keamanan ratu dan koloninya. Mirip dengan semut, rayap, dan lebah madu, tiap individu tawon memiliki tugasnya tersendiri. Ada yang bertugas untuk kawin, membangun sarang, memberi makan larva, mencari makanan, hingga melindungi koloni. Tiap harinya semua tugas tersebut dilakukan tanpa henti agar koloni tetap hidup dan tawon bisa bertahan di tengah alam liar yang tak kenal ampun.
5. Kumbang kotoran (mengajarkan kerja sama dengan pasangan)

Kumbang kotoran atau dung beetle merupakan bukti nyata bahwa pasangan akan selalu membantu satu sama lain bagaimanapun keadaannya. Dilansir earth.com, setelah kawin kumbang kotoran akan bertelur di sebuah bola raksasa bernama brood ball. Bola tersebut terbuat dari kotoran dan di dalamnya berisi telur yang siap menetas kapanpun.
Menariknya, individu jantan dan betina akan bekerja sama dalam membawa atau menggelindingkan bola tersebut ke tempat yang aman. Dalam hal ini, kumbang jantan akan menjadi pihak yang menyetir kemana bola akan bergerak. Kemudian, kumbang betina akan membantu mengangkat bola agar terhindar dari rintangan seperti kayu, kerikil, batu, atau lubang.
Kerja sama yang tercermin dari semua serangga tersebut menjadi bukti bahwa alam liar selalu mengejutkan manusia dengan berbagai hal di luar nalar. Sebab, di balik kecerdasannya yang "rendah" serangga bisa memahami konsep kerja sama dengan baik. Sebagai makhluk yang jauh lebih cerdas, manusia harus belajar dari serangga agar bisa mengaplikasikan sistem kerja sama terbaik dan paling efisien.



















