Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Burung dengan Mahakarya Sarang Paling Menakjubkan di Alam Liar

5 Burung dengan Mahakarya Sarang Paling Menakjubkan di Alam Liar
Sarang burung tempua (pexels.com/Sharath)
Intinya Sih
  • Lima spesies burung dikenal sebagai arsitek alam karena kemampuan luar biasa mereka membangun sarang unik dari bahan alami seperti jerami, daun, ranting, dan lumpur di habitat liar.
  • Burung tempua, namdur, penenun sosial, rufous hornero, dan penjahit menampilkan teknik konstruksi berbeda—dari anyaman rumit hingga jahitan daun—yang berfungsi melindungi diri serta menarik pasangan.
  • Sarang-sarang ini menunjukkan kecerdikan dan kerja sama tinggi antarburung, mencerminkan adaptasi cerdas terhadap lingkungan sekaligus keindahan alami dalam dunia satwa liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di tengah burung-burung yang memamerkan visualnya, ada sekelompok burung berukuran kecil yang diam-diam dijuluki sebagai arsitek ulung. Dengan mengandalkan jerami, daun, dan lumpur di sekitar habitat, mereka mampu mendesain sarang yang bentuknya di luar ekspektasi manusia. Tidak heran jika kelima burung di bawah ini sering dijuluki sebagai arsiteknya alam.

Mereka bahkan mampu memilah daun yang berkualitas demi menampung kehidupan bersama anak-anaknya. Beberapa di antaranya juga mendesain pintu jebakan demi mengelabui predator, juga membangun banyak 'pintu' pada satu sarang layaknya apartemen yang dihuni banyak orang. Penasaran burung apa saja yang mendesain sarang unik di tengah hutan? Berikut adalah daftar lima burung dan sarang-sarang uniknya!

1. Burung tempua

ilustrasi burung tempua (commons.wikimedia/Mildeep)
ilustrasi burung tempua (commons.wikimedia/Mildeep)

Burung tempua atau disebut juga baya penenun merupakan burung penenun yang ditemukan di seluruh Subkontinen India dan Asia Tenggara. Burung-burung kecil ini biasanya dijumpai di padang rumput, lahan pertanian, semak belukar, dan hutan sekunder. Burung tempua dikenal karena bentuk sarangnya yang unik, mereka menenun dengan telaten sehingga terbentuklah sarang berbentuk tabung dan menggantung yang terbuat dari anyaman dedaunan. Koloni sarang ini biasanya ditemukan di pohon berduri atau pelepah palem, dan sarang dibangun di dekat sumber air atau menggantung di atas air, yang mana sulit dijangkau predator.

Burung berukuran 15 cm ini sering dijuluki sebagai arsitek handal. Julukan ini diberikan berkat kemampuannya membangun sarang yang tidak pernah ditemukan pada burung lain. Mereka mendesain sarang yang dilengakpi dengan 'pintu tipuan' untuk mengecoh predator. Pintu tersebut terlihat menganga, sementara pintu yang sebenarnya tersembunyi. Predator yang mencoba masuk melalui pintu tipuan akan menemukan jalan buntu, tidak terhubung dengan rongga tempat telur atau burung berada.

Uniknya lagi, sarang burung tempua berbeda antara jantan dan betina. Sarang burung tempua jantan memiliki bagian berduri agar ia dapat menunjukkan dirinya, sedangkan pada betina memiliki bagian bawah yang melengkung untuk menyimpan telur.

Tempua jantan begitu lihai dalam membangun sarang, mereka mengandalkan alang-alang dan daun tebu atau daun panjang lainnya yang disusun sedemikian rupa. Mereka membangun sarang yang rapi dan citra perlindungan yang meyakinkan. Sementara betina memandangnya dengan santai namun penuh perhatian kepada pejantan yang bekerja sambil menilai pekerjaan pejantan, mempertimbangkannya dan memilihnya.

2. Burung namdur

Burung namdur
Sarang burung namdur (commons.wikimedia/JJ Harisson)

Salah satu yang paling menakjubkan dari burung namdur atau bowerbird yakni kemampuannya membangun, menghias, dan memelihara struktur sarang yang begitu rumit. Di dunia hewan, burung namdur pantas dijuluki sebagai insinyur yang luar biasa. Mereka membangun sarang dengan ranting dan benda-benda yang dikumpulkan seperti batu berwarna cerah, bunga segar, atau kerangka serangga yang berkilauan yang ditempatkan secara khusus untuk tampilan yang paling mengesankan.

Jika kamu melihat ada banyak benda bewarna biru di sekitar sarang, itu bukanlah sampah, melainkan koleksi dari burung namdur satin. Bisa dibilang burung namdur satin adalah pecinta warna biru, mereka sering berkelana untuk mencari sesuatu berwarna biru dan membawanya pulang untuk disimpan di sekitar sarang, beberapa benda seperti bungkus permen Mentos, tutup botol minuman, jepitan jemuran baju, ikat rambut biru, sedotan, peralatan makan, tutup pena biru, dan beberapa bulu biru serta buah beri sebagai tambahan.

Bagi mata kita, dekorasi sarang ini terlihat seperti tumpukan acak. Tetapi para ilmuwan telah menguraikan filosofi dekorasi burung namdur, dan menemukan sistem ilusi optik yang canggih.

Struktur dasar sarang burung namdur juga tampak sederhana, di mana sebuah lorong yang terbuat dari ranting-ranting yang tegak dengan halaman pertunjukan setengah lingkaran di setiap ujungnya. Burung namdur betina yang penasaran biasanya duduk di dalam lorong terseut, dan dinding-dindingnya membatasi pandangan mereka. Kemudian burung namdur jantan menjulurkan kepala mereka masuk dan keluar untuk mengejutkan mereka, dan melemparkan atau melambaikan benda-benda berwarna ke arah betina.

3. Burung penenun sosial

Burung penenun sosial
Burung penenun sosial (commons.wikimedia/Baumeler)

Secara visual burung penenun sosial tampak berukuran kecil dengan tubuh didominasi warna cokelat. Burung yang ditemukan di wilayah Kalahari, Afrika Selatan ini merupakan salah satu burung paling menarik di dunia. Meskipun secara tampilan tampak sederhana, namun penenun sosial berhasil mencuri perhatian publik berkat gaya hidup dan cara mereka membangun sarang.

Mereka menenun satu sarang untuk seluruh koloni mereka serta untuk penghuni masa depan. Ini bukanlah sarang biasa, sarang ini sangat besar, terlihat seperti blok apartemen raksasa yang dihuni hingga 100 keluarga burung penenun sosial sepanjang tahun. Beberapa sarang burung penenun sosial bahkan tetap dihuni selama lebih dari 100 tahun.

Jika dilihat dari jauh, sarang mereka justru terlihat seperti tumpukan jerami yang tergantung di pohon. Tapi, jika diperhatian bagian bawah sarang akan terlihat pintu masuk ke berbagai ruang di dalam sarang, pintu masuk ini berbentuk lubang, persis seperti sarang lebah. Terowongan pintu masuk sarang dapat memiliki panjang hingga 10 inci dan lebar 3 inci. Ruang bersarang yang bulat dan nyaman biasanya berdiameter 4 hingga 6 inci. Kemungkinan ada 5 hingga 100 ruang bersarang dalam satu sarang burung penenun sosial, yang menyediakan rumah bagi 10 hingga 400 burung.

Saat membangun sarang, mereka mengandalkan berbagai bahan untuk tujuan berbeda. Ranting besar membentuk atap sarang dan rumput kering digunakan untuk membentuk ruang-ruang terpisah. Duri-duri tajam dari jerami melindungi terowongan pintu masuk dari predator. Tiap ruangannya dilapisi dari atas ke bawah dengan bahan tumbuhan yang lembut, bulu, kapas, dan serat halus. Tidak semua jenis pohon mereka pilih untuk membangun sarang, pohon yang tepat untuk bersarang memiliki batang yang panjang dan halus serta cabang-cabang yang tinggi untuk mencegah predator yang melata seperti kobra Tanjung dan boomslang, sejenis ular pohon.

4. Burung rufous hornero

Burung rufous hornero
Burung rufous hornero (commons.wikimedia/Castro)

Rufous hornero mendiami semak belukar dan padang rumput yang tumbuh kembali dari Brasil tengah ke barat hingga Bolivia dan ke selatan hingga Argentina selatan. Rufous hornero adalah burung ovenbird besar dengan bagian atas berwarna cokelat kemerahan, alis berwarna kemerahan muda, dan dada serta bagian bawah berwarna cokelat kekuningan. Alih-alih dikenal dengan penampilannya, rufous hornero justru lebih dikenal karena sarangnya yang khas.

Burung pemakan serangga ini layak dinobatkan sebagai arsitek yang luar biasa. Di mana mereka mampu membangun sarang berbentuk kubah dari lumpur dan jerami, sarang ini berdiameter 20 hingga 30 cm dan tinggi 20 hingga 25 cm. Sarang rufous hornero hampir tidak pernah digunakan kembali oleh pasangan yang membangunnya, sehingga sarang ini mudah diakses oleh burung dan hewan lain sebagai lokasi bersarang dan tempat berlindung.

Jika burung lain mengandalkan jerami untuk membangun sarang, rufous hornero justru menggunakan lumpur basah sebagai bahan utama untuk membangun tungku sarang yang ditopang oleh cabang pohon horizontal. Sarang ini menyerupai bentuk cangkir lumpur berdinding tebal, miring 90 derajat dengan saringan lumpur di bagian depan yang memungkinkan akses dari samping. Kedua burung bekerja di sarang dan berbagi tugas mengerami. Mereka melakukan pertunjukan yang memperkuat hubungan saat membangun sarang, yang mungkin memakan waktu 2-3 bulan.

5. Burung penjahit

Sarang burung penjahit
Sarang burung penjahit (commons.wikimedia/Garg)

Burung penjahit merupakan spesies burung penyanyi dalam keluarga Cisticolidae yang ditemukan di seluruh Asia. Burung ini berukuran kecil dengan panjang sekitar 10-14 cm dan berat 6-10 gram. Mereka memiliki warna cerah, dengan bagian atas berwarna abu-abu atau hijau dan warna cokelat kemerahan di kepala. Anak burung awalnya berwarna hijau kusam dan berubah warna setelah mencapai usia dewasa.

Sesuai dengan namanya, burung penjahit dianugerahi kemampuan 'menjahit' rumah mereka sendiri. Sebelum membangun sarang, induknya akan memilih daun yang lebar, kuat, dan lentur yang dapat memberikan dukungan struktural yang baik setelah dilipat. Daun yang tipis atau mati tidak akan cocok karena kemungkinan besar akan patah saat dijahit atau di bawah beban anak-anak burung.

Daun yang berada di tengah rimbunnya dedaunan biasanya dipilih agar sarang tidak terlihat, dan di ujung cabang untuk mengurangi kemungkinan predator masuk sarang. Burung penjahit betina melilitkan daun di tubuhnya untuk memastikan ukurannya tepat, jika tidak ia akan menambahkan satu atau dua daun lagi.

Kemudian, ia mengandalkan kakinya untuk menarik daun agar menyatu dan menusuk serangkaian lubang kecil di sepanjang tepi daun menggunakan paruhnya yang panjang dan ramping, yang berbentuk seperti jarum. Lubang-lubang itu sangat kecil sehingga daun tetap mempertahankan bentuknya dan tidak berubah menjadi cokelat. Penjahit betina biasanya memasukkan serat tumbuhan, seperti kapas atau serat halus, atau sutra dari serangga, seperti jaring laba-laba atau kepompong ulat, melalui lubang-lubang tersebut.

Ujung-ujung benang bertindak layaknya paku keling yang menyatukan tepi daun. Jahitan tidak akan terurai, berkat kekasaran benang dan elastisitas daun yang kembali ke bentuk semula untuk mencengkram benang yang melewati lubang-lubang tersebut. Satu sarangnya dapat berisi antara 150-200 jahutan.

Uniknya, sarang tersebut bahkan memiliki atap untuk berlindung dari hujan dan naungan dari matahari, yang dibentuk oleh satu atau lebih potongan daun yang ditarik ke bawah. Ini juga mengamankan dan menyembunyikan sarang, mencegah predator masuk.

Demikian 5 burung dengan kemampuan membangun sarang terbaik di alam liar. Keberadaan sarang-sarang di atas adalah bukti bahwa mereka membangun sarang tidak hanya untuk dirinya saja, bahkan ada yang sengaja mendesain sarang begitu besar agar kawan-kawannya dapat berlindung. Mereka mendesain sarang dengan memanfaatkan bahan di sekitar habitat, dengan pemilihan jerami yang berkualitas dan desain yang menakjubkan bagi seekor burung kecil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More