Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Katedral Turin, Gereja yang Dibangun di Atas Situs Romawi Kuno

6 min read
5 Fakta Katedral Turin, Gereja yang Dibangun di Atas Situs Romawi Kuno
potret Cattedrale di San Giovanni Battista atau yang lebih dikenal dengan Katedral Turin, Italia (commons.wikimedia.org/Eccekevin)
  • Katedral Turin di Italia berdiri di lokasi tiga gereja abad ke-4 yang dibangun di atas teater Romawi kuno, serta menjadi kedudukan Uskup Agung Turin.
  • Bangunan katedral saat ini berasal dari abad ke-15, memadukan fasad Renaisans marmer putih dengan interior bergaya Gotik, serta memiliki 13 kapel samping dan Kapel Kain Kafan.
  • Katedral menyimpan Kain Kafan Turin yang kontroversial, selamat dari kebakaran 1997; kapelnya dipulihkan selama 21 tahun hingga 2018 dengan biaya USD40 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cattedrale di San Giovanni Battista (Gereja Katedral St. Yohanes Pembaptis) atau yang lebih dikenal dengan nama Katedral Turin adalah sebuah gereja Katolik Roma yang terletak di Kota Turin, Italia. Katedral tersebut adalah gereja tempat kedudukan Uskup Agung Turin. Menurut laman Duomo di Torino , sebelum berdirinya gereja katedral yang bisa dilihat saat ini, di lokasi tersebut sebelumnya telah berdiri 3 gereja yang dibangun pada abad ke-4 M dan didedikasikan untuk Yesus Kristus sang Juru Selamat, Santo Yohanes Pembabtis dan Bunda Maria. Gereja-gereja tersebut berdiri di atas situs bangunan teater Romawi kuno (Roman amphitheater).

Pada era Romawi pagan, teater adalah sebuah bangunan besar berbentuk bundar atau oval untuk tempat berkumpulnya ribuan warga kota untuk menyaksikan pertunjukkan. Sejumlah informasi sejarah menuliskan bahwa dibangunnya gereja di atas bangunan Romawi kuno merupakan transisi sakral historis karena sebelum Konstantinus Agung menjadi Kaisar Romawi di abad ke-4 M, umat Kristiani dipersekusi oleh para penguasa Romawi pagan dan tak jarang mereka mengeksekusi para martir Kristen di arena teater karena mereka menolak melepaskan imannya pada Yesus Kristus. Bangunan religius Kristen di atas situs era Romawi pagan juga bertujuan untuk menghormati para Martir Kristen tersebut.

Ingin tahu tentang gereja yang menyimpan relikui terkenal yang diyakini sebagai kain kafan yang membungkus Yesus Kristus saat Ia dimakamkan? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

  1. 1. Bergaya Renaisans

    potret fasad Katedral Turin yang memakai material marmer putih
    potret fasad Katedral Turin yang memakai material marmer putih (commons.wikimedia.org/bluviolin)

    Dilansir laman resmi turisme Italia, Italia, bangunan gereja katedral yang sekarang dapat dilihat berasal dari abad ke-15. Setelah struktur 3 buah gereja lama yang ada di lokasi tersebut dirobohkan antara tahun 1490 hingga 1492, kemudian di lokasi tersebut dibangun konstruksi gereja baru berdasarkan desain arsitek Renaisans Meo del Caprino. Bangunan katedral ini dianggap sebagai contoh pertama bangunan religius bergaya Renaisans di Turin. Secara umum arsitektur Renaisans merupakan kebangkitan bentuk-bentuk klasik Yunani dan Romawi kuno yang menekankan pada simetri, proporsi matematis dan kejelasan geometris bangunan.

    Fasadnya yang terbuat dari material marmer putih terlihat simetris dan elegan dengan elemen-elemen melengkung di atas 3 pintu masuk yang dihiasi oleh relief-relief. Fasad tersebut membedakannya dari sebagian besar gereja di Italia pada zamannya. Di bagian interiornya tampak denah lantai salib latin dengan 3 nave yang membawa elemen Gotik di samping eksterior Renaisansnya. Kedua gaya arsitektur tersebut berpadu membentuk visual konstruksi bangunan yang harmoni. Terdapat fitur menara lonceng gereja yang dikenal dengan nama menara lonceng Sant' Andrea, yang pada awalnya selesai dibangun pada tahun 1469 dan dibuat lebih tinggi lagi oleh arsitek Italia Filippo Juvarra pada tahun 1720.

  2. 2. Dihiasi sejumlah kapel yang indah

    potret kapel indah bernama Cappelle Della Madonna Grande (Our Lady of Snow) di dalam Katedral Turin
    potret kapel indah bernama Cappelle Della Madonna Grande (Our Lady of Snow) di dalam Katedral Turin (commons.wikimedia.org/Sailko)

    Sama seperti banyak katedral megah di Eropa, Katedral Turin ini dihiasi oleh kapel-kapel indah yang memancarkan keindahannya masing-masing. Menurut laman Duomo di Torino, Katedral Turin ini memiliki 13 kapel samping (side chapel). Terdapat 6 kapel di sisi kanan gereja dan 7 kapel di sisi kiri gereja. Kemudian terdapat 1 buah kapel independen yang berlokasi tepat di belakang altar utama yang bernama Kapel kain kafan suci (Cappella della Sacra Sindone) yang didesain oleh arsitek Barok Guarino Guarini seorang pastor dan ahli matematika pada akhir abad ke-17. Kapel tersebut memiliki fitur kubah yang terbuat dari 6 lapisan lengkungan batu yang saling tumpang tindih dan menyempit ke puncaknya sehingga menciptakan ilusi optik yang menakjubkan berupa cahaya tak berujung.

    Salah satu side chapel yang terkenal bagi para peziarah dan pengunjung adalah Chapel of the Madonna Grande atau yang juga dikenal sebagai Chapel of Our Lady of the Snow. Kapel ini menonjol karena dekorasinya yang mewah, ornamen dan patung-patungnya yang berlapis emas. Kapel ini merupakan tempat untuk mengingat gereja kuno dari abad ke-4 M yang pernah didirikan di tempat ini untuk menghormati Bunda Maria sebelum bangunan katedral sekarang dibangun, karenanya terdapat patung terakota Bunda Maria berlapis emas dari abad ke-15 menjadi simbonya. Pada tahun 1863, patung St. Joachim dan St Anne yang merupakan orang tua dari Bunda Maria ditambahkan oleh Giovanni Tamone.

  3. 3. Terkenal dengan relikui kain kafan

    foto negatif relikui kain kafan Turin
    foto negatif relikui kain kafan Turin (commons.wikimedia.org/public domain Saint-Sulpice, Paris)

    Salah satu hal paling terkenal dari Katedral Turin ini adalah menyimpan sebuah relikui kain kafan yang diyakini sebagai kain kafan yang membungkus tubuh Yesus Kristus saat Ia dimakamkan setelah penyaliban dan ditemukan di dalam makam yang telah kosong 3 hari setelahnya. Terdapat gambar seorang laki-laki di atas kain kafan tersebut dengan luka penyaliban dan luka-luka penyiksaan lainnya yang sesuai dengan kisah penderitaan Yesus Kristus dalam Kitab Injil. Relikui ini adalah salah satu benda yang paling sering diteliti dan menimbulkan kontrovesi mengenai keautentikannya selama berabad-abad. Pada tahun 1997 silam ketika terjadi kebakaran besar di Katedral Turin, kain kafan tersebut berhasil diselamatkan.

    Menurut Britannica, meski ilmu pengetahuan tak dapat memastikan kain kafan ini asli atau palsu (hanya berupa lukisan) namun penelitian ilmiah yang dilakukan menemukan beberapa hal: pada tahun 2022, para peneliti di Italia menerbitkan hasil studi bahwa struktur linen kain kafan tersebut sesuai dengan time line zaman Yesus Kristus dan ditemukannya golongan darah manusia AB di kain kafan tersebut. Menurut laman Vatican News, tim peneliti dari Universitas Padua, dalam artikel ilmiahnya menuliskan keberadaan genom yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah dan terdeteksinya sisa mikroorganisme yang berkembang di lingkungan yang sangat asin seperti Laut Mati. Namun demikian tentu saja Iman Kristiani tak bergantung pada asli atau tidaknya kain kafan tersebut.

  4. 4. Memiliki pipe organ terkenal

    potret instrumen pipe organ Katedral Turin
    potret instrumen pipe organ Katedral Turin (commons.wikimedia.org/Pufui PcPifpef)

    Katerdral Turin menjadi rumah bagi pipe organ buatan perusahaan pembuat organ legendaris Italia: Vegezzi-Bossi organ. Sejumlah sumber informasi menuliskan, perusahaan tersebut memiliki garis keturunan legendaris pembuat organ asal Italia yang akar sejarahnya dapat ditelusuri hingga abad ke-16. Nama keluarga Vegezzi sangat terkenal selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 karena mempelopori inovasi teknis dari simfoni Eropa.

    Menurut laman My City Hunt, organ utama katedral ini terletak di bagian transept (sayap) gereja bagian kanan. Merupakan sebuah mahakarya seni musik yang dibangun pada tahun 1874 oleh Giacomo Vegezzi-Bossi dan kemudian diperluas oleh Carlo Vegezzi-Bozzi, organ ini memiliki 2 keyboard dan total 3.498 pipa. Pada tahun 1972, pipe organ ini menjalani restorasi signifikan untuk memastikan penggunaan dan kualitasnya terus berlanjut untuk keperluan liturgi dan konser.

  5. 5. Dua dekade restorasi setelah kebakaran

    potret interior katedral Turin
    potret interior katedral Turin (commons.wikimedia.org/Livioandronico2013)

    Sebagaimana diinformasikan laman Smithsonian Mag, pada tahun 1997 silam, Kapel Cappella della Sacra Sindone yang menyimpan relikui kain kafan mengalami kebakaran besar dan merusak dengan parah struktur bangunannya. Awalnya diperkirakan bahwa restorasi mahakarya Barok di kapel tersebut adalah sesuatu hal yang mustahil. Namun para ahli dan pekerja seni membuktikan sebaliknya dan 21 tahun kemudian pada tahun 2018 kapel tersebut telah dipulihkan ke kemegahannya seperti semula. Pekerjaan restorasi tersebut dipimpin oleh arsitek bernama Marina Feroggio dan menelan biaya hingga USD 40 juta.

    Dibutuhkan waktu hingga 2 dekade karena harus membuka tambang marmer hitam dari daerah Frabosa yang telah ditutup agar hasil restorasi sesuai aslinya. Perestorasi menyusun kembali ribuan fragmen secara presisi dengan bantuan kecanggihan teknologi dan yang tersulit adalah membuat ulang desain geometri kubah Guarini. Dibutuhkan simulasi komputer canggih selama bertahun-tahun untuk membuat perhitungan beban konstruksi kubah yang sangat rumit tersebut agar sama dengan desain aslinya. Relikui kain kafan saat ini berada di bagian lain Katedral Turin dengan perlindungan kaca anti peluru dan pengatur suhu canggih

    Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi katedral ikonik Kota Turin ini, jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Italia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More