5 Fakta Lanzarote, Pulau Vulkanik Unik di Kepulauan Canary

- Lanzarote di Kepulauan Canary memiliki lanskap kawah dan lava tua akibat letusan besar 1730; uap panas masih keluar dari Pegunungan Api meski aktivitas terakhir tercatat pada 1824.
- Taman Nasional Timanfaya seluas lebih dari 50 kilometer persegi menjadi magnet utama, menampilkan lautan lava dan aktivitas panas bumi di Pulau Hilario, termasuk demonstrasi air yang berubah menjadi geyser.
- César Manrique memadukan seni dan alam dalam pengembangan pulau, sementara pertanian anggur La Geria serta pelestarian lingkungan mendukung penetapan Lanzarote sebagai Cagar Biosfer UNESCO pada 1993.
Spanyol punya kepulauan indah di Samudra Atlantik bernama Kepulauan Canary. Dari tujuh pulau utamanya, ada satu pulau yang paling mencuri perhatian, yaitu Lanzarote.
Lantas, kenapa ya Lanzarote sampai disebut-sebut mirip permukaan planet lain? Yuk, kita simak keunikannya di bawah ini!
1. Lanskapnya dihiasi banyak kawah kecil dan hamparan lava

Dilansir Britannica, Lanzarote adalah pulau seluas 795 kilometer persegi yang dihiasi banyak kawah kecil dan hamparan lava tua di berbagai sudutnya. Meski titik tertingginya yaitu Peñas del Chache cuma setinggi 670 meter, bentuk permukaan pulau ini tergolong cukup bergunung-gunung. Gabungan pemandangan ini bikin lanskap Lanzarote terlihat sangat unik dan beda dari pulau pada umumnya.
Wajah unik Lanzarote sendiri terbentuk akibat gejolak vulkanik dahsyat, terutama letusan besar pada tahun 1730 yang merombak separuh wilayahnya. Aktivitas gunung berapi terakhirnya memang tercatat terjadi pada tahun 1824 lalu. Namun sampai sekarang, celah-celah tanah di area Pegunungan Api masih terus mengeluarkan uap panas alami dari perut bumi.
2. Taman nasional timanfaya jadi daya tarik utama

Dilansir Introducing Lanzarote, daya tarik utama Lanzarote terletak pada Taman Nasional Timanfaya yang membentang seluas lebih dari 50 kilometer persegi di bagian barat daya pulau. Arti nama Timanfaya sendiri adalah Pegunungan Api, yang merujuk pada rentetan letusan gunung berapi dahsyat dari tahun 1730–1736. Berkat sejarah geologi tersebut, kawasan ini menyuguhkan pemandangan unik di atas lautan lava yang terlihat sangat mirip permukaan planet Mars.
Saat berkunjung ke sini, kamu wajib singgah ke area Pulau Hilario untuk melihat langsung bukti nyata aktivitas vulkanik yang masih aktif. Di area tersebut, kamu bisa merasakan energi panas bumi yang begitu kuat tepat di bawah kaki tempatmu berdiri. Petugas bahkan sering memperagakan demonstrasi seru saat air yang dituangkan ke dalam tanah seketika berubah menjadi geyser yang dahsyat.
3. Warisan mahakarya césar manrique

Keindahan arsitektur Lanzarote tak lepas dari sosok César Manrique, seorang seniman serba bisa yang lahir dan tumbuh di pulau ini. Ia memiliki visi luar biasa untuk memadukan karya seni buatan manusia dengan keindahan alam secara harmonis.
Dilansir CACT Lanzarote, pada tahun 1966, ia memutuskan pulang ke Lanzarote dan berkolaborasi dengan pimpinan pemerintah setempat, José Ramírez. Momen kepulangannya ini bertepatan dengan mulainya pengembangan industri pariwisata di pulau itu. Lewat kerja sama ini, Manrique merancang berbagai proyek seni inovatif untuk menonjolkan pesona alam Lanzarote tanpa merusaknya.
Pendekatan unik ini melahirkan ideologi estetika baru yang ia sebut sebagai konsep Seni-Alam. Bersama kolaborator seperti Antonio Álvarez, Luis Morales, Jesús Soto, dan para pekerja lokal ahli, ia mewujudkan ide-ide besarnya. Proyek ambisius ini pun berhasil memperindah wilayah pulau sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
4. Ada metode budidaya anggur yang unik

La Geria merupakan kawasan lindung sekaligus pusat penghasil anggur yang sangat terkenal di Lanzarote. Di tempat ini, tanaman anggur ditanam satu per satu di dalam lubang berbentuk kerucut yang lumayan lebar dan dalam. Tanah di sekeliling lubang tersebut sengaja digali hingga tersisa lapisan kerikil vulkanik yang khas.
Tepat di tepi setiap lubang, para petani membangun dinding batu kecil berbentuk bulan sabit. Struktur batu ini dirancang khusus untuk melindungi tanaman anggur dari hempasan angin kencang di sekitar kawasan. Selain itu, teknik tradisional ini juga sangat efektif untuk menyerap embun malam dan menampung air hujan agar tanaman tetap subur.
5. Ditetapkan sebagai cagar biosfer unesco

Pada tahun 1993, UNESCO resmi menetapkan Lanzarote sebagai Cagar Biosfer karena keindahan dan kelestarian alamnya yang luar biasa. Dilansir iLanzarote, salah satu alasan utamanya adalah keberadaan berbagai kawasan alami yang memukau, seperti Taman Nasional Timanfaya yang sangat terkenal. Selain itu, warga lokal pulau ini juga punya tingkat kesadaran lingkungan yang sangat tinggi dalam menjaga alam sekitar mereka.
Pulau ini juga dilengkapi jaringan Pusat Wisata dengan deretan karya seni unik yang menyatu sempurna dengan lingkungan sekitarnya. Tak kalah menarik, para petani di sana punya cara bercocok tanam tradisional yang sangat khas dan adaptif di tanah vulkanik. Gaya pertanian yang indah ini bahkan diakui sebagai salah satu warisan budaya kepulauan paling unik di dunia.
Dengan perpaduan lanskap vulkanik yang unik, karya seni yang menyatu dengan alam, serta budaya pelestarian yang kuat, Lanzarote terbukti menjadi salah satu pulau paling memikat di dunia. Keistimewaan geografis dan warisan budayanya menjadikan pulau ini sebuah bukti nyata bagaimana manusia dan alam dapat hidup berdampingan secara harmonis.




















