Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Gereja Dura-Europos, Gereja Rumah Kristen Tertua di Dunia

5 Fakta Gereja Dura-Europos, Gereja Rumah Kristen Tertua di Dunia
Reruntuhan Gereja Dura-Europos, yang diakui sebagai salah satu gereja rumah Kristen tertua di dunia. (commons.wikimedia.org/Marsyas)
Intinya Sih
  • Gereja Dura-Europos di Suriah merupakan gereja rumah Kristen tertua yang teridentifikasi, diubah dari rumah pribadi menjadi tempat ibadah antara 233 dan 256.
  • Rumah kuno di blok M8 itu diadaptasi dengan aula pertemuan, ruang baptis berbebejana, serta ruangan lain untuk tinggal, rapat, dan perlindungan.
  • Penggalian tim Prancis-Amerika pada 1931–1932 menemukan fresco Alkitab kuno; karya asli dipindahkan ke Galeri Seni Universitas Yale, sementara situs memperluas pemahaman Kekristenan awal di Suriah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di tepi Sungai Efrat, Suriah, ada kota kuno bernama Dura-Europos—tempat bertemunya peradaban Yunani, Parthia, hingga Romawi. Di kota inilah ditemukan Gereja Dura-Europos, gereja tertua yang memberi kita gambaran jelas tentang cara umat Kristen beribadah sebelum agama mereka diakui secara resmi oleh Kekaisaran Romawi.

Ingin tahu lebih banyak tentang keunikan bangunan bersejarah ini? Simak dalam artikel ini, ya!

1. Gereja tertua yang teridentifikasi

Reruntuhan Gereja Dura-Europos, yang diakui sebagai salah satu gereja rumah Kristen tertua di dunia.
Reruntuhan Gereja Dura-Europos, yang diakui sebagai salah satu gereja rumah Kristen tertua di dunia. (commons.wikimedia.org/Marsyas)

Gereja Dura-Europos merupakan rumah ibadah Kristen tertua yang masih ada hingga saat ini. Bangunan bersejarah ini juga menjadi gereja rumah Kristen paling awal yang berhasil teridentifikasi oleh para ahli. Dilansir World History Encyclopedia, sebelum digunakan sebagai tempat ibadah, struktur ini awalnya hanyalah sebuah rumah pribadi biasa.

Fungsi bangunan ini kemudian resmi diubah menjadi gereja dalam rentang waktu antara tahun 233 hingga 256. Perubahan tersebut menjadikannya sebagai bangunan gereja Kristen khusus tertua yang pernah ditemukan di dunia. Keberadaannya bahkan sudah berdiri jauh sebelum dimulainya Era Kekaisaran Konstantinus.

2. Bangunan yang memanfaatkan rumah tinggal pribadi kuno

Denah gereja Dura-Europos.
Denah gereja Dura-Europos. (commons.wikimedia.org/Jchancerel)

Gereja Dura-Europos merupakan bangunan yang memanfaatkan sebuah rumah tinggal pribadi kuno di blok M8 kota tersebut. Tata letak bangunan ini sangat khas dengan arsitektur rumah lokal, yaitu memiliki halaman tengah berbentuk persegi yang dikelilingi berbagai ruangan. Orang-orang bisa masuk ke dalam rumah ini langsung dari area jalan melalui sebuah pintu yang sederhana.

Dilansir Syrian Guides, bagian dalam rumah ini diubah fungsinya secara sederhana tetapi sangat sengaja untuk kebutuhan ibadah. Dua ruangan kecil digabungkan menjadi satu aula besar sebagai tempat berkumpul, mendengarkan kitab suci, dan berbagi makanan persekutuan. Selain itu, ruangan lain diubah menjadi tempat pembaptisan dengan bejana khusus, sementara sisa ruangan lainnya dipakai sebagai ruang tinggal, ruang pertemuan, atau tempat berlindung.

3. Dihiasi dengan berbagai fresco

Lukisan dinding dari gereja Dura-Europos yang menggambarkan Daud dan Goliat.
Lukisan dinding dari gereja Dura-Europos yang menggambarkan Daud dan Goliat. (commons.wikimedia.org/Yale University Art Gallery)

Dilansir Connecticut College, dinding ruang pembaptisan di gereja ini dihiasi dengan berbagai fresco, alias lukisan dinding, bernuansa Alkitab. Karya seni ini menjadi salah satu contoh seni figuratif Kristen tertua yang masih bertahan di luar katakombe. Salah satu lukisannya menggambarkan kisah terkenal dari Yohanes 4 tentang perjumpaan Yesus dari Nazaret dengan seorang perempuan Samaria saat perjalanan ke Galilea.

Pada bagian dinding sebelah barat, terdapat gambar Kristus sebagai gembala yang baik yang terinspirasi dari perumpamaan Yesus di Yohanes 10. Dinding ini juga menampilkan adegan prosesi para wanita yang berjalan menuju makam Yesus. Selain itu, ada pula lukisan yang memperlihatkan momen ketika Yesus mendorong murid-Nya, Petrus, untuk berjalan menembus badai di atas laut.

Seni dinding lainnya diangkat dari kisah Injil Markus 2 tentang mukjizat Yesus saat menyembuhkan seorang pria yang lumpuh. Tak hanya itu, terdapat juga lukisan yang menggambarkan pertarungan legendaris antara Daud dan Goliat lengkap dengan prasasti di bawahnya. Prasasti tersebut secara khusus mencantumkan nama Yesus Kristus serta sosok Proclus.

4. Ditemukan oleh tim arkeolog dari prancis dan amerika

Lukisan dinding dari gereja Dura-Europos yang menggambarkan Gembala yang Baik dan Adam dan Hawa.
Lukisan dinding dari gereja Dura-Europos yang menggambarkan Gembala yang Baik dan Adam dan Hawa. (commons.wikimedia.org/Yale University Art Gallery)

Penemuan tempat bersejarah ini berhasil terungkap berkat kerja keras tim arkeolog gabungan dari Prancis dan Amerika. Mereka berhasil menemukan situs penting ini melalui dua tahap penggalian di kota kuno tersebut pada tahun 1931 hingga 1932. Setelah lokasi ini terungkap, para ahli langsung melakukan tindakan penyelamatan terhadap berbagai artefak berharga di dalamnya.

Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah memindahkan seluruh fresco asli dari tempat tersebut. Proses pemindahan ini bertujuan untuk menjaga keutuhan karya seni kuno tersebut agar tidak rusak dimakan usia. Kini, karya-karya indah itu disimpan dan dirawat dengan baik di Galeri Seni Universitas Yale.

5. Penemuannya membuka wawasan penting

Lukisan dinding dari gereja Dura-Europos yang berjudul "Prosesi Wanita".
Lukisan dinding dari gereja Dura-Europos yang berjudul "Prosesi Wanita". (commons.wikimedia.org/Yale University Art Gallery)

Penemuan gereja ini membuka wawasan penting mengenai penyebaran awal Kekristenan di Suriah sekaligus memperkuat kisah kenabian pengikut pertama Yesus. Kehadiran gereja ini diperkirakan punya kaitan erat dengan sinagoge Yahudi di dekatnya, karena ditemukannya tulisan Ibrani mirip doa Yahudi di dalam gereja. Selain itu, ajaran aliran Valentinianisme juga diduga kuat menjadi salah satu penyebab utama dibangunnya tempat ibadah ini.

Teori lainnya menyebutkan bahwa agama Kristen masuk ke Dura-Europos bersama para prajurit Romawi yang memenuhi separuh wilayah kota. Dugaan ini makin kuat karena posisi gereja berada di dekat benteng serta ditemukannya coretan nama berunsur bahasa Latin di dalam bangunan. Meskipun peran langsung tentara Romawi masih terus diperdebatkan, keterlibatan mereka dalam sejarah gereja ini sudah hampir dipastikan kebenarannya.

Sebagai bukti otentik perkembangan awal Kekristenan, Gereja Dura-Europos menyimpan nilai sejarah dan arsitektur kuno yang sangat berharga bagi dunia. Penemuan ini tak hanya memperkaya wawasan kita tentang masa lalu, tetapi juga memperlihatkan bagaimana warisan sejarah mampu bertahan melintasi berbagai zaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More