5 Fakta Buaya Filipina, Jumlahnya Cuma Tinggal Seratus Ekor!

Jika kamu menjelajah di perairan air tawar dan payau Filipina, terdapat kemungkinan kamu akan bertemu dengan buaya di habitatnya langsung. Filipina memiliki dua spesies buaya yaitu buaya air asin (saltwater crocodile) yang berukuran raksasa dan satu spesies lainnya yang lebih kecil yakni buaya filipina. Istimewanya, buaya filipina merupakan satwa endemik negara tersebut.
Seperti apa rupa buaya filipina? Bagaimana status populasi reptil bernama latin Crocodylus novaeguineae mindorensis ini?
Tidak perlu bertanya-tanya lebih lanjut, simak ulasan berikut hingga tuntas!
1. Ciri fisik

Buaya filipina memiliki moncong yang lebar serta sisik berwarna coklat. Ada corak garis hitam di bagian punggungnya. Tidak ada perbedaan fisik yang mencolok antara buaya jantan dan betina. Hanya saja biasanya buaya betina berukuran lebih kecil.
Bagaimana cara mengenali buaya filipina di alam? Kamu bisa mengidentifikasinya dari ukurannya yang tergolong kecil bila dibandingkan spesies buaya lain. Menurut Animalia, panjang tubuh mereka bisa mencapai 3 meter, namun jarang yang melebihi 2,7 meter. Beratnya ketika dewasa bisa menyentuh angka 90 kilogram. Tapi, ketika dikatakan telah dewasa secara usia dan reproduksi, ukuran mereka masih terlihat mungil yakni sepanjang 1,5 meter saja!
2. Habitat dan persebaran

Buaya filipina merupakan buaya air tawar yang menyenangi kolam, sungai atau rawa-rawa. Dulu buaya filipina tersebar di berbagai penjuru negara kepulauan tersebut. Namun, menurut laman Smithsonian's National Zoo, populasi reptil endemik ini sekarang hanya bisa ditemukan di Dalupiri, serta pulau-pulau di utara Luzon dan barat daya Mindanao.
3. Citranya di mata masyarakat lokal

Sebenarnya buaya filipina tidak agresif. Mongabay melansir jika mereka tidak akan menyerang manusia jika tidak diprovokasi. Namun, di alam liar, mereka hidup berdampingan dengan buaya air asin yang terkenal agresif.
Semakin berkurangnya habitat alami membuat konflik buaya air asin dan manusia kerap terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Akhirnya, citra buaya filipina di mata masyarakat lokal ikut buruk. Mereka juga dianggap sebagai predator pemangsa manusia.
4. Status populasinya kini

Tidak seperti buaya air asin yang jumlahnya masih melimpah di Filipina, buaya Crocodylus novaeguineae mindorensis berstatus critically endangered sejak tahun 2008. Animalia menyebutkan jika besar populasinya di alam diperkirakan berkisar antara 92--137 individu. Laman Smithsonian's bahkan melansir jika buaya filipina hanya tersisa kurang dari 100 ekor!
Apa yang menyebabkan kelangkaannya? Rupanya berbagai metode penangkapan ikan yang tidak sustainable seperti bom ikan telah merusak habitatnya. Selain itu, perburuan juga menjadi ancaman yang serius bagi buaya filipina.
5. Berbagai upaya konservasi untuk melestarikannya

Melihat keberadaannya yang sudah selangkah menuju kepunahan, berbagai upaya dilakukan pemerintah dan masyarakat sipil untuk menyelamatkannya. Siapapun yang membunuhnya bisa dikenakan hukuman oleh pihak berwenang. Kemudian, beberapa organisasi nasional dan mancanegara juga membuat program pelestarian di Pulau Mindoro.
Masyarakat setempat diajak untuk sama-sama melindungi buaya filipina dengan cara merawat habitat dan lokasi penelurannya. Para petani juga diminta untuk membangun kandang bagi ternak babi dan ayamnya agar tidak dimangsa buaya.
Untuk memastikan telur yang menetas dapat bertahan hidup hingga dewasa, anak-anak buaya ini dipindahkan ke habitat baru yang lebih aman dari gangguan. Diharapkan dengan adanya berbagai program penangkaran dan pemeliharaan, populasi buaya filipina bisa merangkak naik.
Buaya filipina merupakan satwa endemik yang patut dibanggakan oleh negara Filipina. Namun, adanya kesalahpahaman di mata masyarakat, perburuan dan pengrusakan habitat telah mengancam kelestariannya. Mari kita dukung supaya konservasi buaya filipina bisa berjalan sukses, ya!








![[QUIZ] Kami Tahu Hewan Apa yang Paling Kamu Sukai! Coba Cek Disini](https://image.idntimes.com/post/20240212/pexels-photo-2055231-892815b62ddbef049b96be1aa3eccd47-c1d9c50ddfb864d434fe059d4f722f03.jpg)









