4 Hewan Mamalia yang Bisa Berkomunikasi Menggunakan Ultrasonik

- Beberapa mamalia menggunakan suara ultrasonik untuk navigasi, komunikasi sosial, dan berburu di lingkungan minim cahaya yang tidak dapat didengar manusia tanpa alat khusus.
- Kelelawar, lumba-lumba, paus bergigi, serta tikus dan mencit memanfaatkan frekuensi tinggi ini untuk mengenali objek, mencari mangsa, hingga menjaga koordinasi dalam kelompoknya.
- Komunikasi ultrasonik membantu mamalia beradaptasi dengan kondisi ekstrem darat maupun laut melalui sinyal khas yang memperkuat interaksi sosial dan efisiensi bertahan hidup.
Kemampuan berkomunikasi menggunakan suara ultrasonik adalah salah satu strategi unik yang dimiliki beberapa mamalia untuk bertahan hidup. Frekuensi ini berada di atas batas pendengaran manusia sehingga tidak dapat terdengar tanpa alat khusus. Penggunaan ultrasonik biasanya berkaitan dengan navigasi, komunikasi sosial, hingga mekanisme berburu yang efektif dalam kondisi minim cahaya.
Meskipun sering dikaitkan dengan hewan nokturnal, kemampuan ini juga dimiliki beberapa mamalia yang hidup di laut. Frekuensi tinggi membantu mereka menyampaikan pesan dengan lebih jelas meski berada di lingkungan luas atau gelap. Berikut empat mamalia yang dikenal mampu berkomunikasi menggunakan suara ultrasonik.
1. Kelelawar sebagai ahli navigasi malam

Kelelawar memanfaatkan suara ultrasonik untuk melakukan echolocation yang membantu mereka menentukan posisi objek di sekitarnya. Gelombang suara yang dipancarkan akan memantul kembali dan membentuk gambaran lingkungan sehingga mereka dapat terbang di kegelapan dengan akurat. Kemampuan ini membuat kelelawar dapat menghindari rintangan serta menemukan serangga dengan presisi bahkan ketika kondisi cuaca berubah atau angin bergerak tidak menentu.
Selain navigasi beberapa spesies menggunakan ultrasonik untuk berkomunikasi satu sama lain. Suara berdurasi pendek atau panjang dapat menjadi tanda bahaya, panggilan kelompok, atau sinyal saat kembali ke tempat istirahat. Setiap koloni bahkan memiliki pola suara yang khas sehingga komunikasi berlangsung lebih teratur dan mendukung koordinasi sosial dalam kelompok besar.
2. Lumba-lumba yang memiliki kecerdasan sosial tinggi

Lumba-lumba menghasilkan bunyi ultrasonik melalui struktur khusus di bagian dahi yang disebut melon. Suara tersebut membantu mereka mengenali bentuk objek, mengukur jarak, serta membaca kondisi lingkungan di laut dalam. Kemampuan ini penting karena cahaya sulit menembus kedalaman tempat mereka berburu sehingga ultrasonik menjadi alat navigasi yang sangat dapat diandalkan.
Dalam interaksi sosial lumba lumba menggunakan klik ultrasonik untuk menyampaikan pesan tertentu. Pola suara yang berbeda dapat menandakan identitas individu hingga suasana emosional. Riset menunjukkan bahwa lumba lumba mampu mengingat pola suara sesamanya dalam jangka waktu panjang terutama ketika berkoordinasi dalam kelompok besar.
3. Paus bergigi yang berburu di kedalaman laut

Kelompok paus bergigi seperti paus sperma dan paus pilot mengeluarkan ultrasonik untuk menemukan mangsa di perairan gelap. Klik berfrekuensi tinggi membantu mereka mendeteksi gerakan ikan atau cumi cumi yang berada jauh di bawah permukaan. Suara ini berfungsi sebagai radar alami sehingga paus dapat berburu dengan efisien bahkan dalam kondisi laut yang sangat minim cahaya.
Selain mencari makan paus bergigi juga memakai ultrasonik dalam komunikasi kelompok. Sinyal berbeda digunakan untuk mengatur arah perjalanan atau menjaga jarak antarindividu saat bermigrasi. Pola suara mereka bahkan dapat berubah sesuai kondisi lingkungan dan struktur keluarga terutama ketika kelompok menghadapi perubahan arus atau cuaca.
4. Tikus dan mencit yang memiliki komunikasi sosial kompleks

Tikus dan mencit menghasilkan suara ultrasonik yang hanya dapat didengar oleh sesamanya. Gelombang suara ini digunakan dalam berbagai situasi seperti masa kawin, kondisi terancam, atau interaksi antara induk dan anak. Frekuensi tinggi memungkinkan komunikasi berlangsung tanpa menarik perhatian predator dan membantu menjaga koordinasi perilaku dalam kelompok.
Anak tikus mengeluarkan suara ultrasonik ketika merasa terpisah dari induknya. Suara ini menjadi sinyal agar induk segera kembali dan memberikan perlindungan. Ultrasonik juga muncul saat tikus berinteraksi untuk menentukan hierarki atau menunjukkan rasa nyaman terutama ketika aktivitas sosial berlangsung intens.
Komunikasi ultrasonik menjadi strategi yang sangat efektif bagi berbagai mamalia dalam menjalani hidup. Frekuensi tinggi memberikan kemampuan tambahan untuk bernavigasi, berburu, dan menjaga hubungan sosial. Keunikan ini menggambarkan betapa beragamnya cara hewan beradaptasi dengan lingkungannya.













![[QUIZ] Kami Tahu Hewan Apa yang Paling Kamu Sukai! Coba Cek Disini](https://image.idntimes.com/post/20240212/pexels-photo-2055231-892815b62ddbef049b96be1aa3eccd47-c1d9c50ddfb864d434fe059d4f722f03.jpg)



