5 Fakta Buaya Senyulong, Si Moncong Panjang yang Memiliki Sifat Pemalu

- Buaya senyulong adalah spesies bermoncong panjang yang kini dikategorikan dalam keluarga Gavialidae karena kemiripan fisik dengan gharial India, bukan buaya sejati dari Crocodylidae.
- Senyulong dapat tumbuh hingga 5 meter, hidup di rawa dan sungai air tawar Asia Tenggara, serta berstatus Genting menurut IUCN akibat penurunan populasi di habitat aslinya.
- Berbeda dari buaya muara, senyulong dikenal pemalu, pemangsa ikan ulung dengan moncong sensitif terhadap getaran air, dan membuat sarang unik dari daun serta tanah untuk melindungi telurnya.
Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah spesies buaya moncong panjang yang dulu keluarganya masih sering diperdebatkan. Ada sebagian ahli yang menyebut bahwa buaya ini merupakan satu keluarga yang sama dengan buaya muara, yaitu Crocodylidae. Namun, belakangan ini justru banyak penelitian yang lebih condong mengatakan mereka lebih cocok masuk ke dalam keluarga Gavialidae karena kemiripan fisik yang sama dengan gharial India dan senyulong bukanlah buaya sejati. Membedakan antara buaya senyulong dengan buaya umumnya terbilang cukup mudah, karena predator ini identik dengan moncong mereka yang lebih panjang. Untuk ukuran tubuh, senyulong bukan termasuk buaya yang dapat tumbuh sangat besar seperti buaya muara, namun buaya ini bisa tumbuh sangat panjang.
Penyebaran buaya senyulong sendiri ada di kawasan air tawar Asia Tenggara. Untuk mengetahui lebih lanjut soal buaya senyulong, yuk kita kenali 5 fakta unik yang dimilikinya. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.
1. Panjang hingga 5 meter di alam liar

Seperti yang dibahas sedikit di awal, jika perbandingan ukuran tubuh antara buaya muara dan senyulong memang sekilas terlihat jauh. Hal ini disebabkan karena ukuran tubuh senyulong lebih ramping dan moncongnya yang panjang ke depan, membuatnya terlihat seperti buaya yang kecil. Namun sebenarnya, panjang tubuh jantan dewasa senyulong dapat tumbuh hingga 5 meter di alam liar.
Pertumbuhan ukuran mereka ini juga didukung dengan struktur tulang-tulang yang kokoh, terutama pada bagian belakang. Meski ukuran tubuhnya yang panjang, senyulong dapat terlihat lebih lincah di alam liar berkat tubuhnya yang ramping dan tidak berat saat digunakan berenang.
2. Spesialis pemangsa ikan

Berbeda dengan buaya muara yang suka memangsa hewan-hewan darat, senyulong adalah spesialis pemangsa ikan yang baik. Dibekali dengan moncong panjang dan gigi tajam, membuatnya sangat mudah untuk menangkap ikan. Selain itu, moncongnya ini dapat digerakkan ke samping dengan cepat, sehingga menciptakan daya kejut kepada ikan yang lewat di sekitarnya.
Tak hanya sampai di situ, ternyata moncong dari buaya senyulong memiliki sensorik yang sangat peka terhadap getaran kecil di air. Jadi, mereka tetap mendapatkan ikan di kondisi lingkungan air yang keruh dan gelap sekalipun.
3. Penghuni rawa dan lahan basah

Dilansir dari laman Taman Safari Indonesia, sejatinya, senyulong adalah spesies buaya penghuni air tawar yang meliputi rawa, sungai yang mengalir lambat, dan sejenisnya. Mereka sangat menyukai air yang tenang dibandingkan air yang memiliki arus deras. Keberadaan populasi dari senyulong juga menandakan ekosistem di suatu sungai atau rawa berjalan baik, dan perlu dipertanyakan jika spesies predator seperti senyulong tiba-tiba menghilang. Karena senyulong juga merupakan hewan yang masuk dalam daftar merah IUCN dengan status Endangered (Genting/Terancam Punah).
Karakteristik air gambut yang cenderung memiliki warna yang keruh dan gelap memberikan rasa aman bagi senyulong. Vegetasi yang ditutupi oleh lumut dan tanaman air lainnya, secara tidak langsung membuat perlindungan alami bagi senyulong dari predator lainnya.
4. Sifat yang cenderung pemalu

Berbeda dengan buaya muara yang sangat agresif bertemu siapapun, buaya senyulong justru bertolak belakang dengannya. Masih informasi dari Taman Safari Indonesia, ketika mendengar suara manusia, senyulong lebih memilih untuk pergi atau bersembunyi di air. Jarang sekali bahkan ada kasus serangan ke manusia oleh senyulong, jika ada mungkin karena buaya ini sudah merasa sangat terancam.
Sifat pemalu ini membuat senyulong sangat misterius di alam liarnya. Beberapa orang atau lembaga yang akan melakukan penelitian terhadap buaya ini, mungkin harus lebih sabar untuk mengetahui keberadaannya.
5. Sarang yang unik

Senyulong tidak membuat lubang di tepian sungai yang berpasir, tetapi mereka akan membuat sarang dari bahan alam seadanya. Senyulong betina biasanya akan mengumpulkan tumpukan daun kering, ranting, dan tanah hingga membentuk gundukan besar. Nah, barulah biasanya telur-telur mereka akan ditaruh di sini.
Diyakini bahwa sarang yang dibuat oleh senyulong akan lebih aman sampai menetas berkat proses pembusukan alami dari bahan organik. Sarang ini juga lebih aman dari predator lainnya atau buaya muara yang mencoba ingin merusak telur dari senyulong.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh buaya senyulong. Gimana, jadi tahu kan? Mulai dari ukuran tubuh yang dapat mencapai 5 meter di alam liar hingga perilaku bersarang yang unik. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.


















