Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Burung Gereja Rumah, Burung Liar Paling Tersebar Luas di Bumi

Burung Gereja Rumah
Burung Gereja Rumah (unsplash.com/Joshua J. Cotten)
Intinya sih...
  • Burung Gereja Rumah adalah spesies burung liar paling tersebar luas di bumi, mampu hidup di lingkungan yang beragam dan menyebar ke berbagai wilayah.
  • Meskipun menjalani hubungan monogami sosial, burung ini memiliki tingkat perselingkuhan genetik sebesar 20%, serta ciri fisik dasi hitam pada jantan yang menentukan kasta sosial.
  • Awalnya dilepaskan sebagai pengontrol hama, burung gereja rumah kini menjadi spesies invasif yang mengancam biodiversitas burung asli lainnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Burung Gereja Rumah, atau House Sparrow dengan nama ilmiah Passer domesticus, termasuk burung yang paling mudah dijumpai di sekitar manusia. Spesies ini tersebar luas di kawasan perkotaan, pedesaan, hingga area transportasi seperti stasiun dan bandara. Kedekatannya dengan aktivitas manusia terbentuk melalui proses adaptasi panjang yang membuatnya mampu hidup di berbagai kondisi lingkungan buatan.

Daya tahannya di tengah perubahan lingkungan perkotaan membuat burung ini kerap menjadi objek kajian. Burung Gereja Rumah dikenal tangguh, mampu bersaing dengan spesies lain, serta terlibat dalam keseimbangan ekosistem kota. Banyak fakta unik tentang mereka, dari cara penyebarannya sampai fungsinya sebagai indikator kondisi lingkungan. Langsung saja, ini dia lima fakta paling menarik tentang burung yang sering kita lihat sehari-hari.

1. Spesies burung liar paling tersebar luas di bumi

Burung Gereja Rumah
Burung Gereja Rumah (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)

Keberadaan burung kecil ini di berbagai belahan dunia berkaitan erat dengan kebiasaannya hidup berdampingan dengan manusia. Dilansir laman Audubon, burung gereja rumah tercatat sebagai salah satu burung pengicau dengan populasi sangat besar karena mampu bertahan di lingkungan yang beragam, mulai dari trotoar kota hingga kawasan pertanian.

Spesies ini berasal dari Eurasia dan Afrika Utara. Sifatnya yang tangguh serta cenderung dominan membuat penyebarannya meluas ke berbagai wilayah. Catatan sejarah menyebutkan burung gereja rumah mulai diperkenalkan ke Amerika Utara setelah dilepaskan di New York pada tahun 1851, lalu berkembang dan menetap di banyak kawasan hingga kini.

2. Menjalani hubungan monogami sosial namun memiliki tingkat perselingkuhan genetik

Burung Gereja Rumah
Burung Gereja Rumah (commons.wikimedia.org/Dasrath Shrestha Beejukchhen)

Burung ini dikenal memiliki masa kawin yang panjang dan biasanya mereka akan tetap berpasangan seumur hidup dengan pasangannya. Dilansir laman Wild Bird Watching, meskipun mereka tampak setia membangun sarang bersama, faktanya sekitar 20 persen telur atau anak burung dalam satu sarang bisa berasal dari pejantan lain yang bukan pasangan resminya.

Selama musim kawin, pejantan akan berusaha keras menarik perhatian betina dengan kicauan kencang dan tarian kecil di sekitar lokasi sarang. Yang menarik, jika salah satu pasangan mati, burung yang tersisa tidak akan lama menjomblo dan akan segera mencari pasangan baru untuk melanjutkan siklus reproduksinya.

3. Ciri fisik dasi hitam pada jantan yang menentukan kasta sosial

Burung Gereja Rumah dengan penanda hitam besar di dada
Burung Gereja Rumah dengan penanda hitam besar di dada (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)

Secara tampilan, burung jantan mudah dikenali lewat mahkota abu-abu, pipi putih, serta “bib” atau dasi hitam di bagian dada yang tampak lebih pekat saat musim kawin. Warna dan ukuran bercak hitam ini berkaitan dengan posisi sosialnya di dalam kelompok, karena individu dengan bib lebih besar umumnya berada pada tingkat dominasi yang lebih tinggi.

Semakin hitam dan luas area dasi tersebut, semakin disegani pula si jantan oleh kawanannya saat berebut makanan di tempat parkir atau mencari lokasi sarang terbaik. Dilansir laman All About Birds, mereka adalah tipe burung yang sangat aktif dan berisik, sering kali terlihat berani mematuki remah-remah di trotoar atau mencari serangga di sela-sela kendaraan yang sedang parkir.

4. Sengaja dilepaskan sebagai pengontrol hama yang kini jadi spesies invasif

Burung Gereja Rumah
Burung Gereja Rumah (commons.wikimedia.org/Mike Pennington)

Pada pertengahan tahun 1800-an, burung ini sengaja dilepaskan di Brooklyn dengan tujuan mulia untuk menekan populasi ulat bulu atau linden moth. Dilansir laman Invasive Species Centre, spesies yang aslinya berasal dari Eurasia dan Afrika Utara ini kini justru menjadi penjajah udara yang mendominasi hampir seluruh Amerika Utara karena kemampuannya beradaptasi di infrastruktur manusia.

Mereka dibekali paruh berbentuk kerucut yang kuat dan tulang lidah khusus yang memungkinkan mereka memakan biji-bijian dengan sangat efisien. Sayangnya, karena populasinya yang meledak, mereka sering dianggap sebagai pengganggu bagi pemilik bisnis dan rumah karena kebiasaan membangun sarang di tempat yang tidak semestinya seperti ventilasi mesin atau talang air.

5. Karakter agresif yang mengancam biodiversitas burung asli lainnya

Burung Gereja Rumah
Burung Gereja Rumah (commons.wikimedia.org/Shiv's fotografia)

Burung gereja rumah punya sifat dominan dan cukup ketat menjaga wilayahnya. Masih dari laman Invasive Species Centre, mereka sering kali mengusir burung penyanyi asli dari sarangnya, bahkan tak segan membunuh burung dewasa maupun anak-anak burung lain demi merebut tempat tinggal tersebut.

Sarang mereka pun tergolong unik namun berantakan, biasanya berbentuk bola tak beraturan yang terbuat dari rumput, ranting, hingga sampah plastik. Sifat invasif ini membuat keberadaan mereka di sekitar tempat makan burung (bird feeder) sering kali membuat spesies burung canlainnya ketakutan dan enggan untuk datang mendekat.

Itu dia lima fakta menarik tentang burung gereja rumah yang ternyata punya sisi kehidupan sangat dinamis. Dengan ukuran tubuh yang kecil dan suara yang ramai, burung ini justru termasuk salah satu spesies paling berhasil dalam hal adaptasi global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Apakah Anjing Akan Memakan Jasad Pemiliknya yang Meninggal Sendirian?

08 Jan 2026, 07:25 WIBScience