Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Hewan Berdarah Panas dan Berdarah Dingin, Apa Saja?

Perbedaan Hewan Berdarah Panas dan Berdarah Dingin, Apa Saja?
ilustrasi kadal (pixabay.com/elliepeek)
Intinya Sih
  • Hewan berdarah panas (endoterm) menjaga suhu tubuh stabil lewat metabolisme tinggi, sedangkan hewan berdarah dingin (ektoterm) menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan sekitar.
  • Endoterm seperti mamalia dan burung bisa aktif di berbagai kondisi cuaca, sementara ektoterm seperti reptil dan ikan bergantung pada sumber panas eksternal untuk beraktivitas.
  • Perbedaan sistem suhu ini memengaruhi kebutuhan energi, perilaku berburu, serta peran masing-masing kelompok dalam menjaga keseimbangan ekosistem alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau kamu pernah bertanya kenapa burung tetap aktif saat cuaca dingin, sementara kadal justru diam tak bergerak di pagi hari, jawabannya ada pada cara tubuh mereka mengatur suhu. Perbedaan hewan berdarah panas dan berdarah dingin bukan sekadar istilah, tetapi menyangkut strategi bertahan hidup, metabolisme, hingga cara mereka berburu dan berkembang biak.

Dalam dunia biologi, perbedaan ini dikenal sebagai endoterm (berdarah panas) dan ektoterm (berdarah dingin). Keduanya punya keunggulan dan kekurangan masing-masing, yang membuat setiap spesies beradaptasi secara unik terhadap lingkungannya. Di sini, kita akan membahas lebih dalam apa saja perbedaan hewan berdarah panas dan berdarah dingin.

1. Pengertian hewan berdarah panas dan berdarah dingin

Hewan berdarah panas atau endoterm adalah hewan yang mampu menghasilkan panas dari dalam tubuhnya melalui proses metabolisme. Suhu tubuhnya relatif stabil, biasanya berkisar antara 35–40 derjaat Celcius, meskipun suhu lingkungan berubah-ubah.

Sebaliknya, hewan berdarah dingin atau ektoterm memiliki suhu tubuh yang mengikuti suhu lingkungan sekitar. Mereka tidak memproduksi panas tubuh secara signifikan dari dalam, melainkan mengandalkan sumber panas eksternal seperti sinar matahari atau suhu air.

Perbedaan mendasar ini sangat memengaruhi penggunaan energi. Hewan endoterm membakar kalori terus-menerus untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil, sedangkan ektoterm cenderung lebih hemat energi karena menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar.

2. Cara mengatur suhu tubuh

Perbedaan hewan berdarah panas dan dingin paling jelas terlihat dari cara mereka mengatur suhu tubuh.

Hewan berdarah panas (Endoterm)

Contohnya adalah mamalia dan burung. Mereka memiliki berbagai mekanisme untuk menjaga suhu tetap stabil, seperti:

  • Menggigil saat kedinginan
  • Berkeringat atau terengah-engah saat kepanasan
  • Memiliki bulu atau rambut sebagai isolasi
  • Mengatur aliran darah

Misalnya, penguin akan bergerombol untuk mempertahankan panas tubuh di lingkungan bersuhu ekstrem.

Hewan berdarah dingin (Ektoterm)

Kelompok ini mencakup reptil, amfibi, ikan, dan sebagian besar invertebrata. Mereka mengatur suhu dengan cara:

  • Berjemur di bawah matahari
  • Bersembunyi di liang tanah
  • Mengubah posisi tubuh
  • Mengurangi aktivitas saat suhu turun

Seekor kadal, misalnya, akan berjemur di pagi hari agar suhu tubuhnya cukup hangat untuk berburu.

3. Metabolisme dan kebutuhan energi

ilustrasi burung peliharaan
ilustrasi burung (unsplash.com/Amit Rai)

Perbedaan sistem pengaturan suhu ini berpengaruh langsung pada metabolisme. Hewan berdarah panas memiliki metabolisme tinggi dan stabil. Mereka membutuhkan asupan makanan lebih banyak untuk menjaga energi tetap tersedia. Inilah sebabnya burung kecil harus sering makan meskipun tubuhnya mungil.

Sebaliknya, hewan berdarah dingin memiliki metabolisme yang melambat saat suhu rendah. Mereka bisa bertahan hidup dengan frekuensi makan yang lebih jarang. Beberapa spesies bahkan mampu bertahan lama tanpa makanan.

4. Contoh hewan berdarah panas dan dingin

Untuk memahami perbedaannya, berikut beberapa contohnya:

Hewan berdarah panas (Endoterm):

  • Manusia
  • Anjing
  • Paus
  • Elang
  • Penguin

Semua mamalia dan burung termasuk dalam kelompok ini.

Hewan berdarah dingin (Ektoterm):

  • Ular
  • Kadal
  • Katak
  • Ikan
  • Serangga

Sebagian besar reptil, amfibi, ikan, dan invertebrata adalah ektoterm.

5. Kelebihan dan kekurangan masing-masing

Hewan berdarah panas

  • Bisa aktif kapan saja, termasuk malam hari
  • Mampu bertahan di lingkungan sangat dingin
  • Sistem imun cenderung lebih stabil

Namun, mereka membutuhkan makanan dalam jumlah besar, sehingga lebih rentan saat sumber makanan langka.

Hewan berdarah dingin

  • Lebih hemat energi
  • Bisa bertahan lama tanpa makan
  • Beberapa spesies memiliki usia sangat panjang

Kekurangannya, mereka sulit aktif dalam suhu ekstrem dan biasanya hanya hidup di lingkungan dengan suhu relatif stabil.

6. Dampak terhadap ekosistem

Beruang hitam Asia
ilustrasi beruang hitam Asia (pixabay.com/TheOtherKev)

Perbedaan hewan berdarah panas dan dingin juga membentuk keseimbangan ekosistem. Hewan endoterm sering mendominasi wilayah dingin atau aktif di malam hari. Sementara itu, hewan ektoterm banyak ditemukan di daerah tropis yang hangat.

Dalam rantai makanan, predator berdarah panas dapat berburu kapan saja, sedangkan hewan berdarah dingin sangat bergantung pada suhu untuk beraktivitas. Perbedaan ini menciptakan keseimbangan alami yang mendukung keanekaragaman hayati.

Perbedaan hewan berdarah panas dan berdarah dingin terletak pada cara mereka mengatur suhu tubuh dan menggunakan energi. Endoterm menjaga suhu tetap stabil dengan metabolisme tinggi, sementara ektoterm menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan untuk menghemat energi.

Tidak ada sistem yang lebih unggul secara mutlak. Keduanya merupakan hasil evolusi panjang yang memungkinkan hewan bertahan dan berkembang di berbagai kondisi alam. Justru dari perbedaan inilah kita bisa melihat betapa luar biasanya cara makhluk hidup beradaptasi dengan dunia tempat mereka tinggal.

Referensi

Deep Sea World. Diakses pada Februari 2026. Differences between Cold-Blooded and Warm-Blooded Animals
Discover Wildlife. Diakses pada Februari 2026. Thermoregulation: What's the Difference between Cold-Blooded and Warm-Blooded Animals?
GeeksforGeeks. Diakses pada Februari 2026. Difference Between Cold Blooded And Warm-Blooded Animals
Geniebooks. Diakses pada Februari 2026. Cold-blooded vs. Warm-blooded Animals: Understanding the Differences and Their Significance
Microbe Notes. Diakses pada Februari 2026. Cold-Blooded vs. Warm-Blooded Animals: 16 Differences, Examples
Ocean Conservacny. Diakses pada Februari 2026. Warm-blooded vs. Cold-blooded—What’s the Difference?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More