Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Unik Jelarang, Bajing Raksasa Lokal Seukuran Kucing Rumahan

7 Fakta Unik Jelarang, Bajing Raksasa Lokal Seukuran Kucing Rumahan
Jelarang hitam mencari makan di atas pohon. (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)
Intinya Sih
  • Jelarang adalah bajing raksasa terbesar di dunia dengan panjang tubuh hingga 46 sentimeter dan berat mencapai 3 kilogram, hidup di hutan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
  • Dua spesies jelarang ditemukan di Indonesia, yaitu jelarang hitam dan jelarang bilalang, yang mendiami hutan Sumatra serta Kalimantan dengan variasi warna khas tiap wilayah.
  • Meskipun berukuran besar, jelarang sulit terlihat karena hidup soliter di kanopi pohon tinggi, memiliki sarang jumbo, dan mampu melompat hingga enam meter antarpepohonan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bajing umumnya dikenal sebagai hewan berukuran kecil yang imut. Namun, ada jenis bajing berukuran raksasa seukuran kucing rumahan. Gak jauh-jauh, bajing ini hidupnya di Indonesia, lho. Namanya adalah jelarang.

Jelarang atau Oriental giant squirrel merupakan jenis bajing pohon raksasa yang hidup di hutan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sesuai namanya, jelarang merupakan jenis bajing terbesar di dunia. Namun, ukuran raksasa bukan satu-satunya keunikan jelarang. Yuk, cari tahu lebih lanjut lewat 7 fakta unik jelarang atau Oriental giant squirrel berikut ini!

1. Merupakan jenis bajing terbesar di dunia

Jelarang india bersiap hendak melompat.
Jelarang india bersiap hendak melompat. (commons.wikimedia.org/Rakesh Kumar Dogra)

Jelarang atau Oriental giant squirrel merupakan jenis bajing terbesar di dunia. Mengutip laman Britannica, rata-rata jelarang memiliki panjang 25—46 sentimeter, ditambah dengan ekor yang kira-kira sama panjangnya dengan tubuhnya. Beratnya pun bisa mencapai angka 3 kilogram. Kurang lebih, jelarang seukuran kucing peliharaan. Spesies jelarang hitam dan jelarang india seringkali disebut sebagai spesies bajing terbesar di dunia.

2. Ada dua spesies jelarang yang hidup di Indonesia

Jelarang hitam asyik makan di atas pohon.
Jelarang hitam asyik makan di atas pohon. (commons.wikimedia.org/Liu Dyson)

Jelarang dibagi jadi empat spesies yang membentuk genus Ratufa, yaitu jelarang hitam (Ratufa bicolor), jelarang bilalang (R. affinis), jelarang india (R. indica), dan jelarang uban atau jelarang sri lanka (R. macroura). Spesies jelarang yang hidup di Indonesia adalah jelarang hitam dan jelarang bilalang. Keduanya bisa dijumpai di hutan-hutan Indonesia, seperti Sumatra dan Kalimantan. Sementara itu, jelarang india hanya ada di semenanjung India dan jelarang uban di Sri Lanka serta India.

3. Dari warna hitam sampai warna pelangi

Jelarang india memamerkan warna-warni rambutnya.
Jelarang india memamerkan warna-warni rambutnya. (commons.wikimedia.org/Renjith Jacob Mathews)

Gak cuma tubuh raksasa, jelarang juga dikenal karena warnanya yang menawan. Tiap spesies punya pola warna yang khas sesuai dengan wilayah persebarannya. Jelarang hitam dominan berwarna hitam. Jelarang uban berwarna abu-abu kecokelatan dengan bintik-bintik rambut putih menutupi tubuh menyerupai uban. 

Ada juga jelarang india yang berwarna-warni bak pelangi. Warnanya marun, krem, hitam, bahkan terkadang ungu. Menurut laman BioDB, tiap ekor jelarang india punya pola unik masing-masing.

Gak kalah unik, ada jelarang bilalang yang berwarna krem cantik. Menariknya, jelarang bilalang yang hidup di Kalimantan berwarna lebih gelap dari yang jelarang bilalang yang tinggal di wilayah Asia Tenggara lain. Semua pola warna ini bantu jelarang menyatu dengan wilayah kanopi hutan di mana cahaya berbayang menyembunyikan siluet jelarang dari predator.

4. Ukurannya raksasa, tapi sulit terlihat

Bukan bersantai, jelarang india ini sedang bersembunyi.
Bukan bersantai, jelarang india ini sedang bersembunyi. (commons.wikimedia.org/Foczphotography)

Meski ukurannya raksasa, nyatanya jelarang sulit terlihat. Hewan pengerat ini sangat pendiam. Suara panggilannya lembut. Tinggalnya juga di area kanopi pohon-pohon tinggi dan jarang turun ke tanah.

Gak cuma itu, jelarang juga bersifat penyendiri alias soliter. Mamalia ini cuma terlihat berpasangan saat musim kawin. Ditambah dengan gerakannya yang diam-diam, jelarang sangat sulit terlihat.

5. Sarang jumbo seukuran sarang elang

Jelarang hitam meraih ranting pohon.
Jelarang hitam meraih ranting pohon. (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Hewan raksasa perlu sarang berukuran raksasa pula. Sarang jelarang sangat besar, bahkan ukurannya sama seperti sarang burung elang. Menurut laman BioDB, sarang jelarang berbentuk bulat yang dibangun dari ranting dan daun di percabangan dahan pohon. Selain untuk membesarkan anak-anaknya, sarang jelarang kadang digunakan hanya untuk beristirahat.

6. Gaya makan yang unik di atas pohon

Jelarang bilalang asyik makan dengan postur khasnya.
Jelarang bilalang asyik makan dengan postur khasnya. (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

Satu hal unik lain dari jelarang adalah kebiasaan makannya. Seperti yang diterangkan laman Animal Diversity, jelarang unik dibandingkan bajing pohon lain karena tidak duduk tegak saat makan. Jelarang berdiri di kedua kaki belakang dengan tubuh disandarkan ke dahan tempatnya bertengger. Sementara itu, ekornya yang besar dibiarkan menjuntai sebagai penyeimbang. Dengan begini, kedua tangan jelarang bisa bebas memegang dan mengontrol makanan.

7. Raksasa, tapi lincah di atas pohon

Jelarang uban ini melompat antarpohon dengan lincah.
Jelarang uban ini melompat antarpohon dengan lincah. (commons.wikimedia.org/Davidvraju)

Layaknya bajing pohon pada umumnya, jelarang punya kaki panjang berotot serta lengan yang panjang. Ditambah dengan ekor besar dan kuat, jelarang jadi pelompat yang andal. Menurut laman BioDB, jelarang bisa lompat sejauh 6 meter di antara pepohonan, lho!

Sungguh hewan yang menakjubkan, ya? Sayangnya, penebangan hutan yang masif di hutan-hutan Indonesia membuat keberadaan jelarang makin terancam. Jelarang jadi sulit bersarang dan makin rentan diserang predator. Semoga saja keberadaan jelarang di Indonesia bisa lebih terjaga, ya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More