Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Common Jezebel, Tidak Enak Dimakan Bagi Predator
Common Jezebel (Delias eucharis). (commons.wikimedia.org/Sandipoutsider)
  • Common Jezebel adalah kupu-kupu berukuran sedang dengan corak merah, kuning, hitam, dan putih mencolok yang menjadi peringatan bagi predator karena rasanya tidak enak dan beracun.
  • Sifat tidak enak itu terbentuk sejak fase ulat yang hidup berkelompok dan memakan benalu Loranthus; pola warnanya juga ditiru Painted Sawtooth melalui mimikri Batesian.
  • Kupu-kupu ini tersebar di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia, menghuni beragam habitat hingga ketinggian 2.100 meter, serta tidak beracun dan tidak berisiko bagi manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Common Jezebel (Delias eucharis) adalah jenis kupu-kupu populer dari famili Pieridae yang berukuran sedang. Kelompok serangga ini umumnya didominasi oleh warna putih, kuning, atau oranye pada tubuhnya. Kehadiran mereka sering menjadi pusat perhatian karena penampilannya sangat mudah dikenali.

Bagian bawah sayapnya memiliki kombinasi warna kontras dengan garis kuning, putih, dan pinggiran merah terang. Pola mencolok tersebut berfungsi sebagai tanda alami bahwa tubuhnya beracun bagi pemangsa. Mari kita baca artikel ini untuk memahami lebih banyak fakta unik tentang kehidupan Common Jezebel!

1. Warna tubuhnya mencolok dan cerah

Common Jezebel (Delias eucharis). (commons.wikimedia.org/Anitava Roy)

Common Jezebel adalah salah satu jenis kupu-kupu yang paling banyak ditemukan dari ratusan spesies dalam genus Delias. Kupu-kupu jantan dan betina memiliki rentang sayap antara 6,5 hingga 8,5 cm. Penampilan mereka sangat mudah dikenali berkat corak warnanya yang mencolok dan cerah.

Dilansir Learn About Butterflies, tubuh serangga ini dihiasi perpaduan warna merah, kuning, hitam, dan putih yang sangat kontras. Kombinasi warna tersebut berfungsi sebagai tanda peringatan agar hewan pemangsa tidak mendekat. Tanda ini memberi tahu bahwa tubuh mereka memiliki rasa yang tidak enak dan beracun.

2. Rasa tidak enak pada kupu-kupu didapat sejak fase ulat

Ulat dari Common Jezebel (Delias eucharis). (commons.wikimedia.org/Vinayaraj)

Rasa tidak enak pada Common Jezebel ternyata sudah mulai terbentuk sejak mereka masih berada dalam fase ulat. Dilansir JungleDragon, pada awal masa hidupnya, ulat-ulat ini terbiasa hidup berkumpul dalam kelompok yang padat. Bentuk fisik mereka cukup unik dengan tubuh berwarna cokelat kekuningan, kepala hitam, serta dipenuhi rambut putih panjang.

Makanan utama ulat ini adalah tanaman benalu atau Loranthus yang menempel di dahan pohon. Kebiasaan mereka hidup berkelompok dan memakan benalu membuat ulat ini dinilai berpotensi untuk mengendalikan tanaman parasit tersebut. Keunikan pola makan inilah yang kemudian membuat tubuh kupu-kupu dewasa menjadi beracun.

3. Kupu-kupu lain yang tidak beracun meniru pola warna common jezebel

Painted Sawtooth (Prioneris sita). (commons.wikimedia.org/Haneesh K M.)

Pertahanan racun yang sangat ampuh membuat kupu-kupu lain ikut memanfaatkan keuntungan tersebut untuk melindungi diri. Beberapa jenis kupu-kupu yang sebenarnya tidak beracun memilih untuk meniru pola warna Common Jezebel. Cara cerdik ini dilakukan agar mereka bisa terhindar dari ancaman hewan pemangsa.

Dilansir JungleDragon, salah satu contoh nyata dari perilaku ini dapat dilihat pada kupu-kupu Painted Sawtooth (Prioneris sita). Mereka melakukan proses yang disebut mimikri Batesian dengan meniru penampilan luar yang sangat mirip. Berkat penyamaran tersebut, mereka menjadi aman dari buruan predator di alam bebas.

4. Ditemukan di berbagai wilayah asia selatan dan tenggara

Common Jezebel (Delias eucharis). (commons.wikimedia.org/Sandipoutsider)

Dilansir Animalia, Common Jezebel dapat ditemukan di berbagai wilayah Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia, India, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar, dan Thailand. Hewan ini memiliki kebiasaan hidup berpindah-pindah tempat atau nomaden di alam bebas. Mereka mampu bertahan hidup di banyak tempat, mulai dari hutan hujan tropis, hutan terbuka, hingga wilayah pedalaman pantai.

Kupu-kupu ini tersebar luas di seluruh wilayah India kecuali kawasan gurun yang kering. Mereka bahkan dapat hidup di dataran tinggi perbukitan hingga mencapai ketinggian 2.100 meter. Selama ada pepohonan dan bunga, mereka bisa dijumpai di mana saja, termasuk di area perkotaan dengan cara terbang tinggi di antara dahan pohon.

5. Tidak beracun bagi manusia

Common Jezebel (Delias eucharis). (commons.wikimedia.org/Vengolis)

Common Jezebel betina dapat terlihat terbang di antara pepohonan untuk mencari tanaman yang menjadi makanannya. Sementara itu, kupu-kupu jantan lebih sering terlihat sibuk mengunjungi berbagai bunga untuk mengambil nektar. Mereka biasanya hidup bebas di alam terbuka dan taman sekitar kita.

Serangga cantik ini sebenarnya tidak beracun bagi manusia dan sama sekali tidak menimbulkan risiko kesehatan. Oleh karena itu, kita tidak perlu merasa khawatir jika kebetulan melihat mereka di sekitar kita. Kehadiran mereka justru menambah keindahan alam yang bisa kita nikmati setiap hari.

Keberadaan Common Jezebel di berbagai wilayah Asia menunjukkan betapa kaya dan beragamnya jenis serangga di Bumi. Perilaku serta pertahanan diri yang mereka miliki menjadi salah satu bentuk keajaiban alam yang menarik untuk dipelajari. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang keunikan satwa liar di sekitar kita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article