5 Fakta Hutan Hambach, Kawasan Hutan Purba Bersejarah di Jerman

- Hutan Hambach di Rhine Utara-Westphalia merupakan hutan purba berusia sekitar 12.000 tahun, dahulu seluas 5.500 hektar, dengan pohon ek dan hornbeam yang bernilai penting bagi sejarah alam Eropa.
- Sisa kawasan hutan menampung lebih dari 140 spesies hewan, termasuk kelelawar Bechstein yang langka dan dilindungi, serta menjadi tempat singgah dan bersarang sejumlah burung migran.
- Penambangan lignit RWE menghancurkan lebih dari 85% hutan, tetapi aksi aktivis, dukungan demonstran, dan kesepakatan pemerintah-RWE kini melindungi sisa Hutan Hambach dari perluasan tambang.
Hutan Hambach di Jerman adalah hutan purba Eropa yang sebagian besar wilayahnya hancur akibat tambang batu bara. Selama bertahun-tahun, kawasan ini menjadi sorotan karena aktivis lingkungan gigih melindungi pepohonan dari alat berat. Perjuangan panjang tersebut akhirnya berhasil menyelamatkan sisa hutan dari kepunahan total.
Kisah Hutan Hambach menarik untuk dipelajari karena memperlihatkan usaha manusia menjaga alam dari kerusakan industri. Selain itu, kawasan ini telah berubah menjadi simbol penting perlindungan lingkungan di dunia. Yuk, baca artikel ini untuk mengetahui sejarah dan perkembangan terbaru hutan ini!
1. Hutan purba berusia 12.000 tahun

Hutan Hambach di Jerman. (commons.wikimedia.org/Leonhard Lenz) Hutan Hambach terletak di antara Cologne dan Aachen di wilayah Rhine Utara-Westphalia sebagai salah satu hutan primer tertua di Eropa. Hutan purba yang luar biasa ini sudah berusia sekitar 12.000 tahun. Pada masa lalu, kawasan hijau ini bahkan memiliki luas yang sangat besar mencapai 5.500 hektar.
Dilansir National Geographic, sebagian besar pohon yang tumbuh di dalam hutan ini adalah jenis pohon ek dan hornbeam. Kedua spesies pohon tersebut tergolong istimewa karena hanya mendiami sekitar 4% dari total hutan lindung di Jerman. Hingga saat ini, bagian hutan yang tersisa tetap menjadi saksi bisu sejarah alam Eropa yang sangat berharga.
2. Kaya akan keanekaragaman hayati

Jamur yang tumbuh di Hutan Hambach. (commons.wikimedia.org/Hambinfo) Selain menyimpan sejarah panjang, Hutan Hambach juga terkenal memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Dilansir Around Us, bagian hutan yang tersisa saat ini menampung lebih dari 140 spesies hewan yang penting untuk konservasi alam. Berbagai jenis satwa liar dapat hidup dengan aman di dalam ekosistem hutan tersebut.
Di antara sekian banyak satwa, terdapat kelelawar Bechstein yang sangat langka dan dilindungi. Selain itu, kawasan ini juga menjadi tempat favorit bagi beberapa spesies burung migran. Burung-burung tersebut datang secara berkala untuk bersarang atau sekadar beristirahat di pepohonan hutan.
3. Terancam oleh tambang lignit

Tambang lignit Hambach yang terletak di wilayah Hutan Hambach, Nordrhein-Westfalen, Jerman. (commons.wikimedia.org/Carsten Steger) Di bawah tanah Hutan Hambach terdapat lignit, alias cadangan batu bara cokelat yang sangat besar. Perusahaan energi RWE (Rheinisch-Westfälisches Elektrizitätswerk) memegang hak untuk mengeruk kawasan ini demi memperluas tambang. Akibatnya, lebih dari 85% luas asli hutan hancur dan kini menyisakan kurang dari sepersepuluhnya.
Dilansir Energy Transition, tambang terbuka raksasa tersebut membentang seluas 85 kilometer persegi dengan kedalaman hingga 450 meter. Setiap tahunnya, para pekerja mengeruk sekitar 40 juta ton batu bara cokelat dari area ini. Hasil tambang itu kemudian dibakar oleh lima pembangkit listrik di sekitarnya.
Pembangkit listrik tersebut memasok sekitar 15% kebutuhan listrik wilayah Rhine Utara-Westphalia. Akan tetapi, batu bara jenis ini sangat kotor dan menghasilkan polusi yang tinggi. Pembakaran dari fasilitas ini saja menyumbang sekitar 10% dari total emisi karbon di Jerman.
4. Simbol perlawanan global terhadap energi fosil

Rumah Pohon di Hutan Hambach. (commons.wikimedia.org/Leonhard Lenz) Sejak tahun 2012, Hutan Hambach menjadi pusat aksi pendudukan oleh para aktivis lingkungan. Mereka membangun rumah-rumah pohon di atas dahan tinggi untuk mencegah alat berat RWE menebang pepohonan. Kendati demikian, para aktivis ini harus menghadapi tindakan tegas dan secara berkala diusir oleh pihak berwenang.
Dilansir Deutsche Welle, konflik yang berkepanjangan ini akhirnya mencapai titik balik penting pada Oktober 2018. Saat itu, lebih dari 50.000 demonstran datang membanjiri kawasan hutan untuk memberikan dukungan. Aksi besar ini menarik perhatian simpatisan dari seluruh Eropa dan menjadikan Hutan Hambach simbol perlawanan global terhadap energi fosil.
5. Sisa hutan hambach kini resmi aman dari ancaman perluasan tambang batu bara

Area terbuka di Hutan Hambach. (commons.wikimedia.org/Leonhard Lenz) Deutsche Welle juga melaporkan pada Oktober 2018, organisasi Friends of the Earth Germany berhasil memenangkan perintah pengadilan untuk menghentikan penebangan hutan. Setahun kemudian, Germany's Coal Commission merekomendasikan agar Hutan Hambach dilindungi dan negara mulai menghentikan penggunaan batu bara pada tahun 2038. Selain itu, aktivitas di Tambang Hambach sendiri dijadwalkan sudah harus berhenti total pada tahun 2029.
Baru-baru ini, pihak pemerintah dan perusahaan RWE akhirnya merampungkan kesepakatan penting terkait masa depan kawasan hijau ini. Perjanjian tersebut dibuat secara khusus untuk melindungi sisa-sisa pepohonan yang masih bertahan di dalam hutan. Dengan adanya kesepakatan ini, sisa Hutan Hambach kini resmi aman dari ancaman perluasan tambang batu bara.
Kisah Hutan Hambach membuktikan bagaimana kepedulian dan kerja keras masyarakat dapat menyelamatkan alam dari kerusakan industri. Semoga perjuangan ini terus menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di masa depan.





















