- Tujuan utama: Mercator pada awalnya dirancang untuk kebutuhan navigasi laut, sementara Equal Earth dibuat untuk menggambarkan ukuran wilayah dunia secara lebih proporsional
- Ukuran benua: Mercator membuat wilayah dekat kutub terlihat lebih besar dan wilayah dekat khatulistiwa tampak lebih kecil. Equal Earth mempertahankan perbandingan luas daratan sehingga Afrika terlihat jauh lebih besar daripada Greenland
- Bentuk wilayah: Equal Earth berusaha mempertahankan bentuk benua dengan distorsi yang lebih terkendali, meskipun tidak dapat membuat ukuran, bentuk, jarak, dan arah semuanya sempurna dalam satu peta datar
- Kegunaan: Mercator masih unggul untuk kebutuhan navigasi karena mampu mempertahankan karakteristik arah tertentu. Sementara itu, Equal Earth lebih sesuai untuk penggunaan umum, pendidikan, dan perbandingan luas wilayah
Kenapa Peta Dunia Berubah? Ini Alasan dan Perbedaannya

PBB mendorong penggunaan proyeksi Equal Earth melalui resolusi “Correct the Map” agar ukuran benua pada peta dunia lebih mendekati luas sebenarnya.
Proyeksi Mercator, dibuat pada 1569 untuk navigasi, membesarkan wilayah dekat kutub dan mengecilkan kawasan khatulistiwa.
Afrika tampak hampir seukuran Greenland padahal sekitar 14 kali lebih luas.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendorong perubahan peta dunia yang selama ini banyak digunakan agar ukuran benua dapat digambarkan lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya. Langkah tersebut dilakukan melalui resolusi Correct the Map yang mendukung penggunaan proyeksi Equal Earth sebagai alternatif dari peta Mercator.
Lantas, kenapa peta dunia berubah? Peta Mercator yang telah digunakan selama sekitar 450 tahun memang membantu navigasi, tetapi membuat wilayah dekat kutub terlihat lebih besar dan wilayah di sekitar khatulistiwa tampak lebih kecil dari ukuran sebenarnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Table of Content
1. Kenapa peta dunia berubah?
Peta dunia mulai didorong untuk berubah karena proyeksi yang selama ini banyak digunakan, yaitu proyeksi Mercator, tidak menggambarkan ukuran wilayah sesuai luas sebenarnya. Peta tersebut dibuat oleh kartografer Flemish Gerardus Mercator pada 1569 untuk membantu pelayaran.
Mercator berhasil membuat garis dengan arah kompas tertentu terlihat sebagai garis lurus sehingga peta ini sangat berguna untuk navigasi. Namun, konsekuensinya ukuran wilayah semakin terdistorsi ketika lokasinya semakin jauh dari garis khatulistiwa.
Distorsi tersebut membuat negara dan benua di dekat kutub terlihat jauh lebih besar, sedangkan wilayah di sekitar khatulistiwa tampak lebih kecil. Afrika bahkan terlihat hampir seukuran dengan Greenland, padahal luas Afrika sebenarnya sekitar 14 kali lebih besar. Kondisi ini kemudian mendorong penggunaan proyeksi yang lebih sesuai untuk menunjukkan luas wilayah. Salah satunya adalah Equal Earth yang dikembangkan pada 2018 oleh tim kartografer internasional untuk menampilkan perbandingan luas daratan secara lebih akurat.
2. Perbedaan peta baru dan peta lama

ilustrasi peta dunia (pexels.com/lara-jameson) Peta lama menggunakan proyeksi Mercator, sedangkan peta baru yang diperkenalkan sebagai alternatif adalah Equal Earth. Keduanya memiliki perbedaan dalam cara menggambarkan ukuran dan bentuk wilayah, seperti berikut:
Perbedaan tersebut terjadi karena permukaan Bumi berbentuk bulat, sedangkan peta dibuat dalam bidang datar. Artinya, setiap proyeksi peta pasti memiliki tingkat distorsi tertentu. Mercator mengutamakan arah dan sudut untuk kebutuhan navigasi, sedangkan Equal Earth lebih mengutamakan ketepatan luas sehingga lebih cocok untuk melihat perbandingan ukuran antarbenua.
3. Apakah peta Mercator akan dihapus sepenuhnya?
Perubahan menuju peta yang lebih akurat tidak berarti proyeksi Mercator harus dihapus sepenuhnya. Peta yang dibuat Gerardus Mercator tetap memiliki keunggulan untuk navigasi laut maupun udara karena mampu mempertahankan karakteristik arah yang dibutuhkan dalam menentukan jalur pelayaran. Jadi, Mercator bukan peta yang sepenuhnya salah, tetapi dibuat untuk kebutuhan yang berbeda dari peta yang bertujuan menunjukkan ukuran wilayah secara proporsional.
Sementara itu, Equal Earth lebih cocok digunakan untuk kebutuhan pendidikan dan penggunaan umum ketika perbandingan luas wilayah menjadi hal penting. Resolusi PBB mengenai penggunaan peta yang lebih akurat juga tidak mengikat secara hukum, sehingga negara-negara tidak diwajibkan mengganti seluruh peta Mercator. Dorongan tersebut lebih mengarah pada penggunaan proyeksi yang dapat memberikan gambaran ukuran benua secara lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya.
4. Dampak perubahan peta dunia bagi Indonesia

ilustrasi peta (pexels.com/Lara Jameson) Indonesia merupakan salah satu negara yang dapat terlihat berbeda ketika menggunakan proyeksi peta yang lebih proporsional. Letaknya yang berada di sekitar garis khatulistiwa membuat wilayah Indonesia pada peta Mercator terlihat relatif lebih kecil dibandingkan negara-negara yang berada jauh di utara. Dengan Equal Earth, ukuran Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara dapat terlihat lebih proporsional terhadap luas sebenarnya.
Perubahan ini tentu tidak membuat wilayah Indonesia bertambah luas secara fisik. Dampaknya lebih berkaitan dengan cara masyarakat melihat dan memahami ukuran Indonesia di peta. Ketika distorsi ukuran dikurangi, Indonesia dapat terlihat lebih sesuai dengan kondisi geografis sebenarnya, sekaligus membantu memberikan gambaran yang lebih seimbang tentang negara-negara di sekitar khatulistiwa yang selama ini tampak lebih kecil pada peta Mercator.
Jadi, perbedaan ukuran wilayah yang terlihat pada peta Mercator menjadi alasan kenapa peta dunia berubah. Dengan proyeksi yang lebih proporsional, gambaran luas benua dapat terlihat lebih mendekati kondisi sebenarnya. Semoga ulasan ini membantu kamu memahami alasan di balik perubahan peta dunia, ya.
Referensi
"What Different World Maps Get Right - and What They Get Wrong". BBC. Diakses September 2026.




![[QUIZ] Seberapa Mengenal Kamu dengan Bahasa Indonesia? Buktikan Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250603/pexels-zen-chung-5538323-deff070f3502b7a1fdf062e1f44e5ba8-6d83b20b68abe64ded6ae3941a23bbb4.jpg)
![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Kamu Akan Jadi Siapa di SpongeBob Squarepants?](https://image.idntimes.com/post/20240913/kuis-reinkarnasi-spongebob-1-055f713630759f1bd94eb0e31126b6e8.jpg)

![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Jadi Siapa Kamu di Upin & Ipin Universe?](https://image.idntimes.com/post/20240801/kuis-reinkarnasi-upin-ipin-1-ed6d2af7bdd53fd96fac0b8672909e49.jpg)


![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Ini Kucing yang Cocok Kamu Pelihara](https://image.idntimes.com/post/20230410/pexels-hazan-akoz-isik-751050-f0accad13a699adf83a6016667620d98-666ab675ce820ba8e0a284a7bd659817.jpg)

![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)






