5 Profesi yang Bisa Membawamu Jadi Astronaut, Tertarik Mencoba?

- Menjadi astronaut tidak terbatas pada satu bidang; berbagai profesi seperti pilot, ilmuwan, insinyur, tenaga medis, dan ahli teknologi memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam misi luar angkasa.
- Pilot militer atau uji terbang unggul karena pengalaman menghadapi situasi ekstrem, sementara ilmuwan dan insinyur dibutuhkan untuk riset serta pengoperasian sistem kompleks di luar angkasa.
- Dokter dan ahli teknologi berperan penting menjaga kesehatan kru serta mengelola sistem digital dan robotika yang mendukung keberhasilan misi eksplorasi antariksa modern.
Menjadi astronaut sering dianggap sebagai mimpi yang sulit dicapai oleh banyak orang. Pasalnya, profesi ini identik dengan kecerdasan tinggi dan kemampuan luar biasa di bidang sains. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa ada berbagai latar belakang profesi yang bisa mengarah ke jalur tersebut.
Astronaut tidak hanya berasal dari satu bidang tertentu saja. Di balik setiap misi luar angkasa, ada kombinasi keahlian yang saling melengkapi satu sama lain. Hal ini membuat peluang untuk menjadi astronaut sebenarnya lebih terbuka dari yang dibayangkan.
Lalu, profesi apa saja yang bisa membawamu menjadi astronaut? Yuk, cek daftarnya di bawah ini!
1. Pilot (terutama pilot militer atau uji terbang)

Profesi pilot, terutama pilot militer atau uji terbang, menjadi salah satu jalur paling umum untuk menjadi astronaut. Sejak awal program luar angkasa, banyak astronaut berasal dari latar belakang pilot. Bahkan, mengutip dari NASA, astronaut pertama yang dipilih pada 1959 seluruhnya merupakan pilot militer.
Pengalaman mereka dalam mengendalikan pesawat dan menghadapi situasi ekstrem menjadi nilai penting dalam misi luar angkasa. Selain itu, pilot uji terbang terbiasa mengoperasikan sistem yang kompleks dan berisiko tinggi. Kemampuan ini sangat dibutuhkan saat mengendalikan wahana antariksa. Sampai sekarang, banyak astronaut modern masih berasal dari latar belakang pilot dengan pengalaman terbang yang tinggi.
2. Ilmuwan (fisika, biologi, kimia, astronomi)

Profesi ilmuwan menjadi salah satu jalur penting untuk menjadi astronaut. Hal ini karena banyak misi luar angkasa berfokus pada penelitian dan eksperimen. Menurut NASA, astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tidak hanya bekerja sebagai kru, tetapi juga sebagai ilmuwan yang melakukan berbagai penelitian.
Penelitian tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan manusia, mikroorganisme, hingga teknologi baru. Oleh karena itu, latar belakang di bidang sains seperti fisika, biologi, dan kimia sangat dibutuhkan. Sejak lama, NASA juga telah merekrut ilmuwan sebagai astronaut untuk mendukung misi eksplorasi luar angkasa.
3. Insinyur (mesin, aerospace, elektro)

Selain ilmuwan, profesi lain yang tak kalah penting dalam dunia astronaut adalah insinyur. Peran ini sangat dibutuhkan karena misi luar angkasa melibatkan teknologi dan sistem yang kompleks. Mengutip dari NASA, salah satu syarat utama menjadi astronaut adalah memiliki latar belakang di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) seperti fisika, biologi, teknik, hingga matematika.
Insinyur memiliki kemampuan untuk memahami, mengoperasikan, dan memperbaiki berbagai sistem teknis. Keahlian ini menjadi krusial saat menghadapi situasi tak terduga di luar angkasa. Itulah kenapa latar belakang insinyur menjadi salah satu jalur yang paling relevan untuk menjadi astronaut.
4. Dokter atau tenaga medis

Profesi dokter atau tenaga medis juga menjadi salah satu jalur untuk menjadi astronaut. Peran ini penting karena kondisi luar angkasa memiliki risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. NASA menyebut bahwa gelar di bidang kedokteran seperti Doctor of Medicine dapat memenuhi syarat untuk menjadi astronaut.
Selain itu, pengalaman medis seperti masa residensi juga dihitung sebagai pengalaman profesional. Tenaga medis dibutuhkan untuk memantau kondisi kesehatan kru selama misi berlangsung. Mereka juga berperan dalam menangani kondisi darurat di lingkungan yang sangat terbatas. So, latar belakang di bidang medis menjadi salah satu profesi yang relevan dalam dunia astronaut.
5. Ahli teknologi, komputer, atau robotika

Profesi di bidang teknologi, komputer, dan robotika juga semakin penting dalam dunia astronaut. Hal ini karena misi luar angkasa modern sangat bergantung pada sistem digital dan otomatis. Mengutip dari dari arXiv, repositori ilmiah yang dikelola oleh Cornell University, teknologi kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk membantu mengelola sistem pesawat hingga mendukung operasi misi secara mandiri.
Selain itu, robot juga banyak digunakan dalam eksplorasi luar angkasa, terutama untuk menjalankan tugas berisiko tinggi di lingkungan ekstrem. Peran ini menunjukkan bahwa keahlian di bidang teknologi dan robotika menjadi bagian penting dalam mendukung kerja astronaut. Jadi, latar belakang di bidang teknologi membuka peluang besar untuk terlibat dalam misi luar angkasa.
Menjadi astronaut bukan hanya tentang keberanian menjelajah luar angkasa, tetapi juga tentang keahlian dan latar belakang yang tepat. Berbagai profesi seperti pilot, ilmuwan, insinyur, tenaga medis, hingga ahli teknologi memiliki peran penting dalam mendukung misi tersebut. Kalau kamu sendiri, tertarik menempuh jalur yang mana untuk bisa sampai ke luar angkasa?


















