Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Hanya KRL yang Ringsek dalam Kecelakaan di Stasiun Bekasi?

Kenapa Hanya KRL yang Ringsek dalam Kecelakaan di Stasiun Bekasi?
ilustrasi KRL (pexels.com/Lyn Mendoza)

Dalam kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi, banyak orang memperhatikan perbedaan tingkat kerusakan kedua kereta tersebut. Salah satu hal yang paling sering ditanyakan ialah kenapa KRL terlihat lebih ringsek dibandingkan KA jarak jauh. Padahal, keduanya sama-sama mengalami benturan dalam insiden yang sama.

Perbedaan ini sebenarnya berkaitan dengan desain dan fungsi masing-masing jenis kereta. Beragam faktor, seperti berat rangkaian, material, dan kecepatan saat kejadian, ikut memengaruhi dampak kerusakan. Adapun, berikut penjelasan ilmiah yang bisa membantu memahami kenapa hanya KRL yang ringsek parah dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi.

1. Perbedaan desain dan fungsi kereta

ilustrasi KRL
ilustrasi KRL (pexels.com/YK NG)

Perbedaan antara KRL dan kereta api jarak jauh tidak hanya terlihat dari bentuk fisik, tetapi juga dari tujuan penggunaan. KRL dirancang untuk perjalanan jarak pendek dengan banyak pemberhentian, terutama di area perkotaan dan sekitarnya. Dilansir Britannica, sistem kereta komuter seperti ini memang dibuat untuk mengangkut penumpang secara cepat dan berulang dalam satu wilayah.

Sementara itu, kereta api jarak jauh, seperti KA Argo Bromo Anggrek, digunakan untuk perjalanan antarkota dengan jarak tempuh yang lebih panjang dan jumlah pemberhentian yang lebih sedikit. Perbedaan fungsi ini membuat masing-masing kereta memiliki karakteristik operasional yang berbeda. Karena itu, desain dan cara kerja KRL dan kereta jarak jauh juga tidak sama.

2. Material dan kekuatan rangka kereta

ilustrasi kereta api jarak jauh
ilustrasi kereta api jarak jauh (pexels.com/Martijn Stoof)

KRL dan kereta api jarak jauh sebenarnya sama-sama menggunakan material berbasis logam, terutama baja serta aluminium. Namun, komposisi dan desain masing-masing sangat berbeda. KRL umumnya banyak menggunakan stainless steel atau aluminium alloy agar lebih ringan dan efisien untuk perjalanan pendek dengan frekuensi tinggi.

Sementara itu, kereta api jarak jauh lebih sering menggunakan carbon steel atau high-strength steel yang lebih berat, tetapi memiliki kekuatan struktural lebih tinggi. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Future Transportation dari Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI) pada 2025, perbedaan material ini berpengaruh langsung pada kekuatan rangka dan respons terhadap beban serta benturan.

Material KRL yang lebih ringan membuatnya lebih efisien untuk operasional harian. Namun, saat terjadi benturan keras, rangka yang lebih ringan bisa lebih mudah berubah bentuk dibanding rangka yang lebih berat dan kaku. Oleh sebab itu, perbedaan bahan dan desain ini ikut memengaruhi tingkat kerusakan saat kecelakaan KRL serta KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi.

3. Distribusi energi saat tabrakan

ilustrasi KRL
ilustrasi KRL (pexels.com/Dr. Train)

Saat kereta bertabrakan, ada tenaga besar dari gerakan kereta yang harus “disalurkan” ke suatu tempat. Tenaga ini tidak hilang, tapi dipakai untuk merusak atau mengubah bentuk bagian-bagian kereta. Bagian yang lebih lemah biasanya akan menerima dampak lebih besar terlebih dulu.

Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Chinese Journal of Mechanical Engineering pada 2025, dampak tabrakan pada kereta tidak terbagi rata ke seluruh bagian, tetapi lebih banyak terkonsentrasi di titik tertentu. Karena itu, ada bagian kereta yang bisa rusak lebih parah dibanding bagian lainnya. Hal ini juga dipengaruhi oleh perbedaan desain dan kekuatan rangka tiap jenis kereta.

Sederhananya, saat KA Argo Bromo Anggrek dan KRL bertabrakan, “tenaga” dari benturan tidak tersebar merata ke semua bagian kereta. Bagian KRL yang strukturnya lebih ringan cenderung menerima dampak lebih besar sehingga lebih mudah berubah bentuk dibanding kereta yang lebih berat dan kokoh. Inilah Kenapa dalam kasus seperti itu, KRL terlihat lebih ringsek meski sama-sama mengalami benturan dalam peristiwa yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More

Kenapa Hanya KRL yang Ringsek dalam Kecelakaan di Stasiun Bekasi?

29 Apr 2026, 21:44 WIBScience