5 Fakta Kota Philadelphia, Saksi Bisu Lahirnya Negara Amerika Serikat

- Philadelphia adalah tempat kelahiran Amerika Serikat, di sinilah dokumen penting seperti Deklarasi Kemerdekaan dan Konstitusi AS diperdebatkan dan ditandatangani.
- Pernah menjadi kota terbesar dan terpenting di Amerika, Philadelphia resmi menjadi ibu kota negara pada tahun 1790 dengan infrastruktur sosial yang sangat modern.
- Philadelphia merupakan pelopor tata kota modern yang diakui dunia, dengan sistem tata kotanya yang rapi dan terencana serta konsep jalanan berbentuk grid.
Banyak yang mengira kalau titik nol Amerika Serikat berada di Washington D.C. atau New York yang gemerlap. Padahal, Philadelphia adalah kota yang memegang peran paling krusial karena di sinilah pondasi awal negara adidaya tersebut diletakkan oleh para pendiri bangsa melalui berbagai perdebatan besar.
Sejarah mencatat Philadelphia sebagai salah satu pusat pemikiran dan politik terpenting di masa revolusi Amerika. Di kota inilah gagasan tentang kemerdekaan dan kedaulatan mulai dirumuskan secara serius. Philadelphia menyimpan jejak awal pembentukan arah politik dan identitas bangsa Amerika. Langsung saja cek, lima fakta menarik soal Philadelphia yang mungkin belum banyak diketahui!
1. Lokasi lahirnya dokumen penting kedaulatan AS

Philadelphia memegang predikat sebagai tempat kelahiran Amerika karena di sinilah para delegasi dari 13 koloni berkumpul untuk memisahkan diri dari Inggris. Dilansir laman Visit Philadelphia, dokumen-dokumen fundamental seperti Deklarasi Kemerdekaan pada 1776 dan Konstitusi AS pada 1787 diperdebatkan serta ditandatangani di Independence Hall yang kini berstatus Situs Warisan Dunia.
Tokoh-tokoh besar seperti George Washington dan Thomas Jefferson menghabiskan hampir separuh karier publik mereka di area ini untuk merancang konsep pemerintahan yang berlandaskan persetujuan rakyat. Jejak mereka masih tertanam kuat di gedung-gedung bata merah yang menjadi saksi lahirnya sistem demokrasi modern di tanah Amerika.
2. Pernah menjadi kota terbesar dan terpenting di Amerika

Meskipun usianya lebih muda dibandingkan New York atau Boston, Philadelphia pernah tumbuh dengan sangat pesat melampaui kota-kota tetangganya tersebut. Dilansir laman Real Philly History, pada tahun 1770 Philadelphia sudah menjadi kota terbesar sekaligus paling penting di Amerika, hingga akhirnya resmi menjadi ibu kota negara pada tahun 1790.
Pada masa keemasannya sebagai ibu kota, Philadelphia sudah memiliki infrastruktur sosial yang sangat modern, mulai dari keberadaan dua teater, sepuluh surat kabar, hingga puluhan toko buku. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran dua tokoh besar, William Penn dan Benjamin Franklin, yang meski hidup di era berbeda, keduanya berhasil membangun fondasi kuat bagi pertumbuhan kota.
3. Pelopor tata kota modern yang diakui dunia

Satu hal yang membuat Philadelphia sangat unik dibandingkan kota-kota lama lainnya adalah sistem tata kotanya yang sangat rapi dan terencana. Masih dari laman Real Philly History, konsep jalanan berbentuk grid atau kotak-kotak yang dirancang oleh William Penn menjadi inspirasi bagi banyak kota besar lainnya di Amerika Serikat hingga saat ini.
Inovasi tata kota ini bahkan diakui oleh American Society of Civil Engineers sebagai salah satu bangunan bersejarah dalam teknik sipil, sejajar dengan mahakarya lain seperti Jembatan Golden Gate dan Bendungan Hoover. Rancangan Penn ini memungkinkan mobilitas warga menjadi lebih teratur dan menjadi standar baru dalam pembangunan wilayah perkotaan di masa depan.
4. Berawal dari "Eksperimen Suci" yang toleran

Berbeda dengan kota kolonial lainnya yang cenderung kaku, Philadelphia didirikan dengan landasan kebebasan berpikir dan beragama yang sangat kuat. Masih dari laman Real Philly History, William Penn memulai koloni ini pada tahun 1682 sebagai sebuah "Eksperimen Suci" untuk menciptakan tempat bagi mereka yang mencari kebebasan beragama tanpa rasa takut akan persekusi.
Kebijakan tanpa pajak agama dan penghapusan hukuman bagi perbedaan keyakinan inilah yang membuat Philadelphia dipenuhi oleh banyak gereja dari berbagai denominasi sejak awal. Semangat inklusivitas ini juga yang menarik perhatian ribuan orang dari berbagai belahan dunia untuk datang dan menetap, membuat jalanan Philadelphia sebagai tempat paling beragam secara sosial pada masanya.
5. Makna mendalam di balik nama "City of Brotherly Love"

Nama Philadelphia memiliki asal-usul yang sangat mendalam karena diambil dari akar bahasa Yunani kuno. Dilansir laman Britannica, William Penn selaku pendiri kota memilih nama tersebut karena menginginkan sebuah tempat yang menjunjung tinggi toleransi bagi semua orang tanpa memandang latar belakang keyakinan
Visi persaudaraan ini masih terasa melalui keberagaman komunitas yang mendiami kota ini hingga sekarang. Prinsip cinta persaudaraan yang diusung Penn menjadi landasan sosial yang membedakan Philadelphia dari pemukiman kolonial lainnya dan membuatnya menjadi pusat kemanusiaan di masa awal Amerika.
Deretan fakta tersebut menunjukkan bahwa Philadelphia merupakan kota dengan nilai sejarah yang sangat mendalam dan tidak tergantikan bagi identitas Amerika Serikat. Sebagai tempat lahirnya sebuah bangsa, kota ini tetap menjadi titik referensi penting untuk memahami perkembangan demokrasi dunia.


















