Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seberapa Kuat Gigitan T-rex? Lebih Kuat dari Buaya Muara!

Seberapa Kuat Gigitan T-rex? Lebih Kuat dari Buaya Muara!
rekonstruksi tengkorak T-rex (commons.wikimedia.org/Jamain)
Intinya Sih
  • T-rex dikenal sebagai dinosaurus karnivor terbesar dengan kekuatan gigitan mencapai 10.000 PSI, jauh melampaui buaya muara dan hewan predator modern lainnya.
  • Kekuatan gigitannya didukung adaptasi fisik seperti tangan kecil dan tengkorak tebal yang membuatnya mampu menggigit tanpa cedera pada dirinya sendiri.
  • Gigitan superkuat T-rex berfungsi untuk berburu, makan, serta bertarung memperebutkan wilayah, terbukti dari fosil yang menunjukkan bekas luka gigitan sesama spesies.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tyrannosaurus rex atau T-rex merupakan dinosaurus purba raksasa sepanjang 12 meter yang hidup di benua Amerika pada periode kapur sekitar 66 juta tahun yang lalu. T-rex menyandang gelar sebagai dinosaurus karnivor terbesar sepanjang masa. Ia juga menjadi apex predator (predator puncak) di habitatnya dan memiliki gigitan yang sangat kuat.

Lantas, seberapa kuat gigitan T-rex? Selain itu, apa fungsi gigitan tersebut dan mengapa T-rex memiliki gigitan yang sangat kuat? Jika dibandingkan dengan dinosaurus karnivor lain, apakah T-rex menjadi spesies dengan gigitan terkuat? Temukan jawaban lengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Seberapa kuat gigitan T-rex?

rekonstruksi tengkorak T-rex
rekonstruksi tengkorak T-rex (commons.wikimedia.org/Gary Todd)

T-rex dinobatkan sebagai salah satu hewan dengan kekuatan gigitan terbesar di dunia. Dilansir ThoghtCo, kekuatan gigitan dinosaurus tersebut bisa mencapai angka 10,000 PSI. Gigitan tersebut berkali-kali lebih kuat dari buaya muara yang kekuatan maksimalnya sekitar 4,000 PSI, jaguar di 1,500 PSI, dan kuda nil di 2,000 PSI.

Kekuatan gigitan sebesar itu dibuktikan dari penelitian pada 2012 yang dilakukan oleh tim peneliti asal Inggris. Kala itu, mereka mereplika rahang dan otot T-rex. Kemudian, mereka membandingkannya dengan buaya dan burung yang merupakan kerabat dekat T-rex di masa modern. Menariknya, saat masih remaja kekuatan gigitan T-rex hanya sekitar 1,000 PSI, setara dengan kucing besar di masa modern.

2. Adaptasi T-rex untuk menyesuaikan gigitan kuat

rekonstruksi tengkorak T-rex
rekonstruksi tengkorak T-rex (commons.wikimedia.org/Rama)

Dalam rangka mendukung gigitannya yang kuat, T-rex juga dilengkapi dengan berbagai adaptasi. Dilansir University of California dan CNET, dua adpatasi utamanya adalah tangan kecil dan tengkorak tebal. Penelitian terbaru mengungkap kalau tangan kecil membuat T-rex bisa makan dengan lebih leluasa. Secara spesifik, ia tak akan menggigit tangannya secara tidak sengaja.

Selain itu, tengkorak T-rex juga sangat tebal, kuat, besar, dan punya lapisan otot tebal. Semua hal tersebut saling bekerja sama dalam memberikan kekuatan gigitan tingkat tinggi. Saking kuatnya, penelitian dari University of Missouri juga menambahkan kalau tengkorak T-rex tak akan bisa hancur atau remuk, bahkan jika digigit oleh sesama T-rex sekalipun.

3. Fungsi gigitan kuat T-rex

rekonstruksi tengkorak T-rex
rekonstruksi tengkorak T-rex (commons.wikimedia.org/★Kumiko★)

Sama seperti predator lain, fungsi utama gigitan T-rex adalah untuk makan dan berburu. Andalkan gigitannya, T-rex mampu mengoyak daging, menyayat kulit, dan meremukan tulang mangsa. Penelitian yang diterbitkan pada jurnal The Anatomical Record juga menjelaskan kalau gigitan T-rex kemungkinan mampu meremukan mobil. Hal tersebut sejalan dengan mangsa T-rex yang punya kulit keras.

Selain untuk berburu dan makan, laman National Geographic juga menambahkan kalau T-rex menggunakan gigitan kuatnya untuk bertarung. Hal tersebut terbukti dari adanya luka gigitan pada beberapa fosil tengkorak T-rex. Luka tersebut memiliki bentuk yang serupa dengan gigi T-rex. Para ahli berspekulasi kalau pertarungan akan terjadi dalam rangka memperebutkan makanan atau wilayah kekuasaan.

4. Perbandingan gigitan T-rex dengan dinosaurus lain

rekonstruksi tengkorak T-rex
rekonstruksi tengkorak T-rex (commons.wikimedia.org/Richard Sutcliffe)

Selain T-rex, ada beberapa dinosaurus dengan gigitan yang tak kalah kuat. Dilansir Creative Beast Studio, salah satunya adalah Giganotosaurus dengan kekuatan gigitan sekitar 4,000 hingga 9,000 PSI. Kemudian, karnivor semi akuatik seperti Spinosaurus memiliki kekuatan gigitan di angka 4,000 hingga 5,000 PSI. Dinosaurus herbivor seperti Triceratops juga tak kalah dengan kekuatan gigitan yang setara dengan jaguar, yaitu 1,500 PSI. Perbedaan kekuatan gigitan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti bentuk rahang, kepala, kebiasaan, makanan, dan metode berburu/makan.

Pembahasan mengenai seberapa kuat gigitan T-rex memberikan insight terkait kehidupan dinosaurus di masa purba. T-rex dan dinosaurus lain memang sudah punah, tetapi mereka meninggalkan jejak di masa modern dan eksistensi mereka punya efek yang besar terhadap kehidupan modern. Karena itu, penelitian terhadap dinosaurus terus digayangkan hingga detik ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More