Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Bulan Berubah Merah saat Gerhana? Ini Penjelasannya

Kenapa Bulan Berubah Merah saat Gerhana? Ini Penjelasannya
ilustrasi: gerhana Bulan (unsplash.com/Yu Kato)
Intinya Sih
  • Pada 3 Maret 2026, wilayah timur Indonesia akan menyaksikan gerhana Bulan parsial berdurasi lebih dari enam jam dengan perubahan warna Bulan menjadi jingga hingga merah darah.
  • Perubahan warna Bulan saat gerhana terjadi karena fenomena Hamburan Rayleigh, di mana cahaya biru terhambur oleh atmosfer Bumi dan hanya cahaya merah yang mencapai permukaan Bulan.
  • Kondisi atmosfer seperti abu vulkanik atau asap kebakaran dapat memengaruhi intensitas warna merah pada Bulan selama gerhana, membuatnya tampak lebih gelap atau pekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pada 3 Maret 2026, Indonesia berkesempatan menyaksikan Gerhana Bulan Total. Fenomena ini dapat diamati dari berbagai wilayah Tanah Air, termasuk Indonesia bagian Barat, Tengah hingga Timur. Momen puncak gerhana total ini yang paling dinantikan.

Sat fase total terjadi, Bulan tidak menghilang sepenuhnya, tetapi berubah menjadi jingga hingga merah darah. Fenomena ini lah yang sering disebut sebagai Blood Moon. Tak perlu khawatir, perubahan warna tersebut adalah proses alamiah akibat interaksi cahaya Matahari dengan atmosfer Bumi.

Lalu, mengapa saat gerhana total Bulan bisa berubah warna dari abu-abu terang menjadi merah darah? Simak penjelasan ilmiahnya.

Table of Content

1. Mengenal fenomena "Hamburan Rayleigh"

1. Mengenal fenomena "Hamburan Rayleigh"

ilustrasi langit biru
ilustrasi langit biru (unsplash.com/Jelleke Vanooteghem)

Jika bertanya, "Kenapa Bulan jadi merah saat gerhana?", ini sama dengan pertanyaan "Mengapa langit berwarna biru?". Jawabannya pun sama, yaitu fenomena "Hamburan Rayleigh", situasi saat cahaya atau radiasi elektromagnetik dihamburkan oleh partikel yang lebih kecil dari panjang gelombang cahaya/radiasi yang dihamburkannya.

Pada siang hari, gelombang cahaya Matahari disaring atmosfer Bumi. Molekul gas nitrogen dan oksigen yang lebih kecil membiarkan panjang gelombang yang lebih panjang seperti warna merah, jingga, dan kuning, langsung ke tanah (tak tertangkap oleh mata manusia).

Sementara itu, panjang gelombang yang lebih pendek, seperti warna lembayung dan biru, diserap dan dihamburkan ke segala arah. Oleh karena itu, warna biru saat pagi hingga siang hari dan lembayung saat petang ke malam hari lebih mudah ditangkap oleh mata.

2. Jadi, kenapa Bulan bisa jadi merah saat gerhana?

Saat gerhana Bulan total, Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sempurna. Bumi menghalangi cahaya Matahari yang harusnya menerangi Bulan. Saat itu, mata kita melihat cincin cahaya atau anulus mengelilingi Bulan. Bumi - dalam keadaan lebih besar dari Matahari - membelokkan cahaya di tepian Bumi, dan cahaya ini dipantulkan ke Bulan.

Akan tetapi, cahaya sang Surya harus melewati atmosfer Bumi sebelum mencapai sang Bulan. Saat itu, cahaya biru dengan panjang gelombang yang lebih pendek terhambur sebelum mencapai Bulan. Hasilnya, permukaan Bulan diwarnai warna merah dan jingga.

3. Merahnya gerhana Bulan terlihat di lembayung senja

merah gerhana bulan dapat dilihat saat senja
ilustrasi kota di sore hari (unsplash.com/Nader Abushhab)

Inilah juga alasan mengapa saat terbit dan terbenamnya Matahari, langit berubah warna jadi lembayung. Saat Matahari di langit, cahaya merah langsung ke tanah, sementara cahaya biru terhambur sehingga lebih mudah dilihat mata manusia.

Saat Matahari akan terbenam, posisi Matahari jadi lebih rendah. Oleh sebab itu, cahaya merah dapat terlihat oleh mata dan giliran cahaya biru yang tak tertangkap mata manusia.

4. Wajah Candra berubah di setiap tahap gerhana

perubahan fase gerhana bulan
ilustrasi berbagai fase gerhana Bulan (unsplash.com/Zoltan Tasi)

Selain faktor alamiah seperti hamburan Rayleigh, kondisi atmosfer juga dapat memengaruhi kecerahan warna Bulan saat gerhana. Salah satu contohnya adalah saat ada partikel lain di atmosfer, seperti abu dari kebakaran hutan atau letusan gunung berapi. Ini dapat membuat warna Bulan berwarna merah gelap saat gerhana.

Selain itu, Bulan tidak selalu bersembunyi di balik bayangan Bumi. Saat fenomena gerhana bulan parsial, tatanan Matahari, Bumi, dan Bulan sedikit meleset sehingga bayangan Bumi hanya menutupi sebagian Bulan. Paling jarang tertangkap, saat gerhana bulan penumbra, Bulan berada di bawah bayang-bayang penumbra Bumi.

Itulah penjelasan mengapa Bulan berganti warna ke jingga ke merah darah di kala gerhana. Ingin melihat buktinya? Makanya, jangan lewatkan gerhana bulan total yang lewat di Indonesia pada 3 Maret 2026.

FAQ seputar kenapa bulan berubah merah saat gerhana?

Apa itu Rayleigh scattering yang disebut dalam fenomena ini?

Rayleigh scattering adalah proses di mana partikel kecil di atmosfer menyebarkan gelombang cahaya berenergi tinggi (seperti biru) lebih kuat, meninggalkan gelombang merah yang dominan, sama seperti yang membuat matahari terbenam tampak merah.

Apakah warna merahnya sama setiap gerhana?

Tidak, intensitas dan rona merah tergantung kondisi atmosfer Bumi, seperti jumlah debu atau polusi; semakin banyak partikel, warnanya bisa makin merah atau gelap.

Apakah Bulan benar-benar berubah warna?

Sebenarnya bukan warna asli Bulan yang berubah, tetapi cahaya yang meneranginya yang berubah karena proses penyaringan di atmosfer.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
Lea Lyliana
3+
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Latest in Science

See More