Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Penyebab Anjing Banyak Tidur dan Kurang Aktif

4 Penyebab Anjing Banyak Tidur dan Kurang Aktif
ilustrasi anjing dan pemiliknya (pexels.com/Alice Castro)
Intinya Sih
  • Anjing bisa tidur lebih lama dan kurang aktif karena faktor usia, terutama pada anak anjing yang sedang tumbuh atau anjing senior dengan energi yang menurun secara alami.
  • Kekurangan stimulasi fisik maupun mental membuat anjing jadi pasif; lingkungan monoton tanpa aktivitas seperti bermain atau berjalan-jalan dapat menurunkan semangatnya untuk bergerak.
  • Perubahan cuaca ekstrem, lingkungan baru, atau gangguan kesehatan seperti infeksi dan nyeri dapat menyebabkan anjing lebih sering beristirahat dan kehilangan nafsu makan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Anjing dikenal sebagai hewan yang aktif dan responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Namun, pada kondisi tertentu, ternyata anjing juga bisa tidur lebih sering dan menunjukkan penurunan aktivitas dibandingkan biasanya, sehingga hal ini patut diwaspadai oleh pemiliknya.

Perubahan perilaku memang tidak selalu menandakan bahaya, namun juga harus diperhatikan oleh pemilik agar tidak sampai keliru. Pahamilah beberapa faktor penyebab berikut ini yang membuat anjing banyak tidur dan kurang aktif, sehingga bisa menentukan apakah memang kondisi tersebut masih normal atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

1. Faktor usia dan tahap perkembangan

ilustrasi anak anjing
ilustrasi anak anjing (pexels.com/Sart Face)

Anjing yang masih anak-anak atau yang sudah memasuki usia lanjut biasanya memiliki pola tidur yang jauh lebih panjang. Anak anjing memerlukan banyak waktu tidur untuk mendukung pola pertumbuhan, sedangkan anjing senior kerap mengalami penurunan energi secara alami.

Seiring dengan bertambahnya usia, metabolisme, dan daya tahan tubuh, anjing juga akan mengalami pelambatan. Kondisi ini kerap membuat mereka jadi mudah merasa kelelahan dan lebih memilih untuk beristirahat lebih lama jika dibandingkan pada saat usianya masih produktif.

2. Kurangnya stimulasi dan aktivitas

ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Louis)
ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Louis)

Anjing yang jarang diajak bermain atau berinteraksi biasanya kerap menunjukkan perilaku pasif dan lebih memilih untuk sering tidur. Kurangnya rangsangan mental atau fisik memang kerap membuat mereka jadi tidak memiliki cukup motivasi untuk bergerak dengan aktif.

Lingkungan yang monoton bisa saja mempengaruhi tingkat energi yang dimiliki anjing dan hal inilah yang perlu diperhatikan. Tanpa variasi aktivitas seperti berjalan-jalan atau bermain, maka anjing akan cenderung mengisi waktunya untuk tidur lebih lama.

3. Perubahan cuaca dan lingkungan

ilustrasi anjing (pexels.com/Pew Nguyen)
ilustrasi anjing (pexels.com/Pew Nguyen)

Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin ternyata juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat aktivitas anjing. Pada kondisi cuaca ekstrem, anjing akan lebih memilih untuk beristirahat agar menjaga kestabilan suhu tubuhnya dengan baik.

Perubahan lingkungan seperti pindah rumah atau suasana baru bisa saja membuat anjing jadi lebih pendiam dari semestinya. Adaptasi terhadap lingkungan baru berapa kali disertai dengan peningkatan waktu istirahat sebagai bentuk dan juga respons terhadap stres ringan yang mungkin dialami anjing.

4. Gangguan kesehatan tertentu

ilustrasi dokter hewan (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi dokter hewan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Tidur berlebihan yang disertai dengan kehilangan nafsu makan atau perubahan perilaku secara drastis sebetulnya bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang dialami anjing. Infeksi, gangguan hormonal, atau bahkan nyeri yang terdapat di beberapa bagian tubuh anjing bisa saja menyebabkan kelelahan, lesu, dan kurang aktif.

Jika kondisi kesehatan yang dialami anjing terus berlangsung dalam waktu lama, maka pemeriksaan ke dokter hewan sangat dianjurkan. Penanganan sejak dini bisa membantu mencegah risiko komplikasi dan juga meningkatkan kualitas hidup anjing dengan lebih baik.

Anjing yang banyak tidur dan kurang aktif memang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada. Justru dengan memperhatikan perubahan perilaku hewan secara seksama, maka pemilik bisa mengambil langkah tepat dalam memastikan kondisi kesehatannya. Jangan pernah anggap remeh perubahan perilaku yang dialami anjing peliharaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More