Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Kurashiki, Kota Tua Jepang yang Jadi Pusat Denim

5 Fakta Kurashiki, Kota Tua Jepang yang Jadi Pusat Denim
Kurashiki (commons.wikimedia.org/Arnie Papp)
Intinya Sih
  • Kurashiki di Prefektur Okayama dulunya berkembang sebagai kota perdagangan penting era Edo, dikenal dengan kanal bersejarah dan deretan gudang tradisional yang masih terjaga hingga kini.
  • Kota ini menjadi rumah bagi Ohara Museum of Art, museum seni Barat modern pertama di Jepang yang menampilkan karya seniman dunia seperti Picasso dan Monet.
  • Kurashiki, khususnya distrik Kojima, dikenal sebagai pusat denim Jepang serta tempat lahirnya washi tape modern melalui merek lokal populer bernama ‘mt’.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kurashiki merupakan salah satu kota tua di Jepang yang dikenal dengan kawasan kanal bersejarah dan bangunan tradisional yang masih terjaga hingga kini. Kota yang berada di Prefektur Okayama ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan pada era Edo.

Meski identik dengan suasana tradisional, Kurashiki ternyata menyimpan banyak fakta unik. Kota ini tidak hanya dikenal karena kanal ikoniknya, tetapi juga sebagai pusat denim Jepang dan rumah bagi museum seni Barat modern pertama di negara tersebut. Yuk, simak berbagai fakta menarik tentang Kurashiki berikut ini.

1. Dulunya merupakan kota gudang

Kurashiki dikenal sebagai kota perdagangan di era Edo.
Kurashiki dikenal sebagai kota perdagangan di era Edo. (pexels.com/Asian Wanderlust)

Kurashiki awalnya berkembang sebagai kota perdagangan penting pada era Edo. Nama “Kurashiki” sendiri berasal dari kata kura yang berarti gudang, sehingga kota ini sering diartikan sebagai “desa gudang”. Pada masa itu, Kurashiki digunakan sebagai tempat penyimpanan dan distribusi berbagai barang dari wilayah barat Jepang menuju Osaka dan Edo, yang sekarang dikenal sebagai Tokyo.

Karena memiliki peran penting dalam jalur perdagangan, pemerintahan shogun bahkan menempatkan Kurashiki di bawah pengawasan langsung pada abad ke-17. Selain barang dagangan lain, beras menjadi salah satu komoditas utama yang didistribusikan dari kota ini. Peran tersebut membuat Kurashiki berkembang sebagai pusat ekonomi penting di Jepang pada masanya.

2. Kanal ikoniknya sudah ada sejak ratusan tahun lalu

kanal tua Kurashiki yang dulunya digunakan untuk mengangkut barang perdagangan.
kanal tua Kurashiki yang dulunya digunakan untuk mengangkut barang perdagangan. (commons.wikimedia.org/663highland)

Salah satu bagian paling ikonik dari Kurashiki adalah kanal tua yang sudah ada sejak era Edo (1603-1868). Kanal ini dulunya dibangun untuk membantu proses pengangkutan barang antara gudang penyimpanan dan pelabuhan di dekat kota. Perahu dan kapal kecil digunakan untuk membawa berbagai komoditas melewati jalur air tersebut. Karena itulah, kanal memiliki peran penting dalam aktivitas perdagangan Kurashiki pada masa itu.

Hingga sekarang, sebagian kawasan kanal masih dipertahankan di area Bikan Historical Quarter. Deretan gudang tradisional berdinding putih dan atap hitam masih berdiri di sepanjang kanal, lengkap dengan jembatan batu dan pohon willow yang tumbuh di tepi sungai. Pemandangan perahu kayu yang melintas juga membuat kawasan ini tetap mempertahankan suasana khas kota tua Jepang.

3. Rumah bagi museum seni Barat modern pertama di Jepang

Ohara Museum of Art, museum seni Barat modern pertama di Jepang yang berdiri sejak 1930.
Ohara Museum of Art, museum seni Barat modern pertama di Jepang yang berdiri sejak 1930. (pixabay.com/Kengo Itou)

Kurashiki juga dikenal sebagai rumah bagi Ohara Museum of Art, museum seni Barat pertama di Jepang. Museum yang dibuka pada tahun 1930 ini didirikan oleh pengusaha bernama Ohara Magosaburo dan menjadi salah satu pelopor masuknya seni Barat modern ke Jepang. Kehadiran museum ini membuat Kurashiki tidak hanya dikenal sebagai kota bersejarah, tetapi juga memiliki peran penting dalam perkembangan seni di negara tersebut.

Museum ini menyimpan berbagai karya terkenal dari seniman dunia seperti Pablo Picasso, Claude Monet, El Greco, hingga Paul Gauguin. Menariknya, museum seni bergaya Barat ini berada di tengah kawasan kota tua yang dipenuhi bangunan tradisional Jepang. Perpaduan antara suasana klasik Kurashiki dan koleksi seni modern dunia membuat kota ini memiliki daya tarik budaya yang cukup unik.

4. Dikenal sebagai pusat denim Jepang

Kojima Jeans Street, kawasan di Kurashiki yang dikenal sebagai pusat denim terkenal di Jepang.
Kojima Jeans Street, kawasan di Kurashiki yang dikenal sebagai pusat denim terkenal di Jepang. (commons.wikimedia.org/Asturio Cantabrio)

Kurashiki, khususnya distrik Kojima, dikenal sebagai salah satu pusat denim paling terkenal di Jepang. Kawasan ini sudah lama berkembang sebagai pusat industri tekstil sejak era Meiji. Pada tahun 1965, Kojima mulai memproduksi jeans lokal yang disesuaikan dengan bentuk tubuh dan selera masyarakat Jepang. Dari sinilah industri denim Jepang mulai berkembang dan dikenal hingga ke berbagai negara.

Saat ini, Kojima Jeans Street menjadi salah satu simbol industri denim di Kurashiki. Di sepanjang jalan tersebut terdapat berbagai toko jeans, mulai dari merek lokal hingga produk buatan tangan berkualitas tinggi. Denim asal Kojima juga dikenal karena kualitas bahan dan teknik pembuatannya yang detail, sehingga sering dianggap sebagai salah satu denim terbaik di Jepang.

5. Salah satu tempat berkembangnya washi tape modern Jepang

washi tape dari Jepang yang populer untuk journaling dan dekorasi, berasal dari perusahaan di Kurashiki.
washi tape dari Jepang yang populer untuk journaling dan dekorasi, berasal dari perusahaan di Kurashiki. (commons.wikimedia.org/Emile contributor)

Kurashiki juga dikenal sebagai kota asal washi tape modern di Jepang. Produk yang sering digunakan untuk dekorasi, journaling, hingga menghias hadiah ini dipopulerkan oleh perusahaan lokal bernama Kamoi Kakoshi. Awalnya, masking tape hanya digunakan untuk kebutuhan industri, tetapi kemudian dikembangkan menjadi produk dekoratif dengan berbagai warna dan motif menarik.

Salah satu merek washi tape paling terkenal dari Kurashiki adalah “mt”, yang kini populer di berbagai negara. Karena mudah digunakan dan memiliki banyak desain unik, washi tape menjadi favorit bagi pecinta stationery dan kerajinan tangan. Fakta ini membuat Kurashiki tidak hanya dikenal sebagai kota tua bersejarah, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam tren stationery modern Jepang.

Kurashiki tidak hanya dikenal sebagai kota tua dengan suasana klasik yang masih terjaga, tetapi juga memiliki banyak sisi unik. Mulai dari sejarah perdagangan pada era Edo hingga pengaruhnya dalam dunia seni, denim, dan stationery modern, kota ini menunjukkan perpaduan antara tradisi dan perkembangan zaman yang berjalan berdampingan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More