Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta L'Anse aux Meadows, Satu-Satunya Situs Bangsa Viking di Kanada
Situs Sejarah Nasional L'Anse aux Meadows di Newfoundland, Kanada, Amerika Utara. (commons.wikimedia.org/Fruggo)
  • L'Anse aux Meadows di Newfoundland adalah satu-satunya situs Viking asli di Amerika Utara, menandai titik terjauh penjelajahan Eropa sekitar 500 tahun sebelum Columbus.
  • Situs ini ditemukan tahun 1961 oleh pasangan arkeolog Norwegia Helge dan Anne Stine Ingstad, dengan temuan artefak khas Viking serta bukti perdagangan jarak jauh melalui kacang kenari.
  • Diperkirakan aktif sekitar tahun 1021 Masehi, L'Anse aux Meadows berfungsi sebagai markas transit Viking dan kini diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jauh sebelum penjelajah Eropa terkenal berkeliling dunia, ujung utara Pulau Newfoundland di Kanada sudah menyimpan rahasia besar. Di pesisir pulau terbesar di Kanada ini, terdapat L'Anse aux Meadows, sebuah situs arkeologi luar biasa yang menjadi bukti nyata perjalanan manusia menyeberangi samudra luas. Tempat ini menunjukkan kalau dunia kita sebenarnya sudah terhubung jauh lebih awal dari yang kita kira.

Penasaran ada jejak sejarah apa saja di sini? Yuk, langsung kita simak fakta menariknya dalam artikel ini!

1. Bukti autentik kehadiran bangsa viking di amerika utara

Patung Pertemuan Dua Dunia karya Luben Boykov dan Richard Brixel, yang terletak di di Situs Sejarah Nasional L'Anse aux Meadows. Patung tersebut melambangkan migrasi manusia dan pertemuan berbagai budaya. (commons.wikimedia.org/Gordon Leggett)

Nama L'Anse aux Meadows punya arti "Teluk Padang Rumput", tapi asal-usul pastinya masih sering diperdebatkan. Ada dugaan kalau nama ini plesetan dari bahasa Prancis yang berarti "Teluk Ubur-ubur" atau berasal dari nama kapal perang Prancis, Medea. Sementara itu, kata Meadows dalam bahasa Inggris kemungkinan besar dipakai oleh warga lokal untuk menggambarkan pemandangan padang rumput terbuka di sekitar teluk tersebut.

Di balik misteri namanya, tempat ini adalah satu-satunya situs bangsa Viking yang terbukti asli di Amerika Utara di luar Greenland. Situs ini menjadi bukti nyata titik terjauh yang berhasil dicapai oleh para penjelajah Eropa di Dunia Baru pada masa lalu. Hebatnya lagi, perjalanan ini berhasil mereka lakukan sekitar 500 tahun sebelum pelayaran Christopher Columbus dimulai.

2. Ditemukan oleh pasangan arkeolog asal norwegia

Arkeolog Norwegia Anne Stine Ingstad. (commons.wikimedia.org/Smithsonian Institution/National Geographic Society (U.S.)/Anne Stine Moe Ingstad (1918-1997))

Situs bersejarah ini pertama kali ditemukan oleh pasangan penjelajah dan arkeolog asal Norwegia, Helge Ingstad dan Anne Stine Ingstad. Pada tahun 1961, seorang warga lokal bernama George Decker memandu mereka ke sebuah gundukan tanah misterius yang awalnya dikira bekas desa suku asli. Penemuan itu menjadi awal dari penggalian besar-besaran bersama tim internasional yang berlangsung selama 7 tahun.

Selama ekskavasi, mereka berhasil menemukan ratusan barang sehari-hari khas Viking seperti lampu minyak, peniti perunggu, hingga alat pemintal benang. Menariknya, para peneliti juga menemukan sisa makanan berupa kacang kenari di area pemukiman tersebut. Karena pohon kenari tidak bisa tumbuh di wilayah dingin tersebut, temuan ini menjadi bukti kuat bahwa bangsa Viking pernah berlayar jauh ke area selatan.

3. Berusia lebih dari 1.000 tahun

Situs Sejarah Nasional L'Anse aux Meadows di Newfoundland, Kanada, Amerika Utara. (commons.wikimedia.org/Gordon Leggett)

Berdasarkan hasil uji penanggalan karbon dan jenis artefaknya, permukiman Viking di L'Anse aux Meadows ini diperkirakan aktif sekitar tahun 1000 Masehi. Kepastian ini semakin diperkuat oleh sebuah penelitian terkenal pada tahun 2021 yang menganalisis cincin pada sampel kayu purba di sana. Lewat teknologi canggih tersebut, para ilmuwan berhasil memastikan bahwa bangsa Viking aktif berkegiatan di situs ini tepat pada tahun 1021 Masehi.

Meski punya sejarah luar biasa, bangsa Viking ternyata hanya menempati wilayah ini dalam waktu yang sangat singkat. Jarak yang terlampau jauh dari tanah air mereka di Greenland membuat pasokan logistik menjadi sangat sulit. Selain itu, mereka juga sering terlibat konflik dengan suku asli setempat, sehingga akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan tempat ini.

4. Berfungsi sebagai markas

Rekonstruksi interior rumah panjang Viking yang terletak di Situs Sejarah Nasional L'Anse aux Meadows. (commons.wikimedia.org/Eric Titcombe)

Melihat dari ukuran bangunan dan sisa-sisa sejarah yang ditemukan, tempat ini dulunya bukan pemukiman permanen untuk tinggal selamanya. L'Anse aux Meadows ternyata berfungsi sebagai markas untuk tempat transit para penjelajah. Menurut cerita kuno Islandia, tempat ini kemungkinan besar adalah pangkalan bernama Leifsbudir yang didirikan oleh penjelajah terkenal, Leif Erikson.

Dari markas ini, bangsa Viking biasanya beristirahat sambil memperbaiki kapal mereka yang rusak setelah berlayar jauh. Mereka juga memanfaatkan tempat ini sebagai titik awal untuk menjelajahi wilayah Kanada yang lebih luas hingga ke arah selatan. Bukti arkeologis pun memperkuat dugaan bahwa dari sinilah mereka mulai menjelajahi area Amerika Utara lainnya.

5. Punya struktur bangunan yang unik

Replika rumah panjang Norse yang terbuat dari rumput yang terletak di Situs Sejarah Nasional L'Anse aux Meadows. (commons.wikimedia.org/D. Gordon E. Robertson)

Meskipun sekarang wilayah ini hanya berupa padang rumput terbuka, 1.000 tahun yang lalu tempat ini dipenuhi hutan lebat. Kayu-kayu dari hutan tersebut sangat cocok digunakan bangsa Viking untuk membangun rumah dan membuat perahu baru. Di lokasi ini, para arkeolog akhirnya berhasil menemukan sisa-sisa dari delapan bangunan kuno yang dindingnya terbuat dari tumpukan tanah berumput.

Berdasarkan barang-barang di dalamnya, bangunan tersebut berfungsi sebagai rumah tinggal dan juga bengkel kerja. Ada rumah berukuran sangat besar yang punya banyak kamar, serta bangunan kecil yang diduga menjadi tempat tinggal para budak. Selain itu, mereka juga menemukan bengkel pertukangan kayu, tempat perbaikan kapal, hingga bengkel pandai besi untuk mengolah logam.

Sebagai pengakuan atas nilai sejarahnya yang luar biasa, Pemerintah Kanada menetapkan L'Anse aux Meadows sebagai Situs Bersejarah Nasional pada November 1968, sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di dunia. Tempat ini akan selalu menjadi bukti abadi dari salah satu pencapaian terbesar manusia dalam menjelajahi samudra luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article