5 Fakta Swaddled Babies, Anggrek yang Tumbuh di Hutan Pegunungan Andes

- Anguloa uniflora, dijuluki Swaddled Babies karena bunganya menyerupai bayi berselimut, pertama kali diidentifikasi dalam ekspedisi botani Spanyol pada 1777โ1788.
- Anggrek ini hidup di hutan pegunungan Andes yang lembap, tercatat dari Kolombia hingga Peru, meski kajian terbaru membatasi wilayah utamanya di Peru Tengah.
- Penyerbukannya mengandalkan lebah jantan Euglossini; budidayanya memerlukan media berdrainase baik, kelembapan tinggi, cahaya tidak langsung, dan suhu malam 10โ18 derajat Celsius.
Spesies anggrek Anguloa uniflora dikenal luas dengan sebutan Swaddled Babies karena bentuk bunganya yang tergolong unik. Tumbuhan ini ditemukan di kawasan Pegunungan Andes dan memiliki struktur mahkota yang menyerupai bayi dalam selimut. Anggrek ini tumbuh di lingkungan hutan pegunungan dengan kondisi lembap dan menjadi salah satu flora yang menarik perhatian.
Persebaran spesies anggrek ini berkaitan erat dengan kondisi lingkungan di kawasan perbukitan tinggi Amerika Selatan. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh kelembapan, suhu, serta perubahan kondisi musim di habitat alaminya. Mari simak lima fakta mengenai spesies anggrek swaddled babies dan keberadaannya di kawasan Pegunungan Andes berikut ini!
1. Ditemukan pada ekspedisi botani abad ke-18

Swaddled Babies (commons.wikimedia.org/Dick Culbert) Swaddled babies pertama kali diidentifikasi melalui eksplorasi ilmiah di wilayah Amerika Selatan. Dilansir laman Monaco Nature Encyclopedia, tanaman ini ditemukan dalam ekspedisi ahli botani Spanyol bernama Hipolito Ruiz Lopez dan Jose Antonio Pavon Jimenez pada tahun 1777 hingga 1788. Penjelajahan tersebut bertujuan mendata berbagai jenis tanaman obat dan flora liar.
Ekspedisi panjang tersebut menghasilkan ribuan spesimen tanaman serta dokumen ilustrasi ilmiah mengenai vegetasi lokal. Nama genus Anguloa kemudian diberikan untuk menghormati Francisco de Angulo yang merupakan seorang pejabat pertambangan Kerajaan Spanyol. Nama ilmiah Anguloa uniflora dipublikasikan dalam literatur botani pada akhir abad ke-18 sebagai bagian dari pencatatan flora.
2. Tersebar di wilayah Pegunungan Andes

Pegunungan Andes (commons.wikimedia.org/SergiXCX) Catatan botani mengenai Swaddled Babies membawa perhatian pada wilayah tempat anggrek ini hidup secara alami. Spesies tersebut tumbuh di kawasan hutan perbukitan Pegunungan Andes yang membentang di Amerika Selatan. Dilansir laman Greek Reporter, keberadaan tanaman ini tercatat di wilayah Kolombia, Venezuela, Ekuador, hingga Peru. Tumbuhan ini tumbuh di permukaan tanah maupun area tebing dengan tingkat kelembapan tinggi.
Meskipun persebarannya pernah dicatat mencakup wilayah yang luas, kajian terbaru membatasi wilayah utamanya di Peru Tengah. Pegunungan Andes menyediakan lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan vegetasi hutan hujan tropis. Wilayah perbukitan tersebut memiliki perubahan musim basah dan kering yang memengaruhi pertumbuhan tanaman sepanjang tahun.
3. Memiliki bentuk bunga menyerupai bayi

Swaddled Babies (commons.wikimedia.org/Orchi) Lingkungan tempat Anguloa uniflora hidup juga berkaitan dengan bentuk tanaman yang mudah dikenali, terutama pada bagian bunganya. Ciri utama spesies ini terlihat pada struktur kelopak dan mahkota yang khas. Dilansir laman Orchids Plus, bagian dalam bunga tersebut menyerupai sosok bayi yang terbungkus di dalam kain selimut. Penampilan tersebut menjadi asal sebutan swaddled babies.
Selain menyerupai bayi, bunga ini sering disepadankan dengan bentuk bunga tulip karena susunan kelopaknya yang melengkung. Mahkota bunga berwarna putih krem ini berukuran relatif besar jika dibandingkan dengan ukuran batangnya. Bunga tersebut mekar pada musim semi dan mengeluarkan aroma wangi yang menyerupai kayu manis.
4. Mengandalkan lebah jantan untuk penyerbukan

Swaddled Babies (commons.wikimedia.org/Zanerappa) Bentuk bunga yang khas juga berkaitan dengan proses penyerbukan swaddled babies di habitat alaminya. Proses reproduksi spesies ini melibatkan interaksi dengan serangga penyerbuk di ekosistem hutan liar. Merujuk kembali pada laman Monaco Nature Encyclopedia, bunga ini memikat lebah jantan dari tribe Euglossini melalui aroma yang dihasilkannya. Lebah jantan mendekati bunga untuk mengumpulkan senyawa kimia beraroma.
Saat lebah masuk ke dalam rongga bunga, struktur bagian tengah yang berengsel mendorong serangga ke arah organ reproduksi. Mekanisme tersebut menyebabkan serbuk sari menempel pada tubuh lebah sebelum serangga keluar dari bunga. Lebah yang membawa serbuk sari kemudian berpindah ke bunga lain dan membantu proses penyerbukan.
5. Membutuhkan teknik perawatan khusus

Swaddled Babies (commons.wikimedia.org/Averater) Kondisi habitat alami bunga anggrek ini juga menjadi acuan dalam perawatan tanaman ini di luar Pegunungan Andes. Budidayanya memerlukan pengaturan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan spesies tersebut. Merujuk kembali pada laman Greek Reporter, tanaman ini membutuhkan media tanam campuran kulit kayu, perlit, arang, serta tanah gambut untuk menjaga drainase air. Pot plastik dengan banyak lubang juga disarankan agar akar tidak membusuk.
Pemeliharaan swaddled babies membutuhkan suhu udara malam hari antara 10 hingga 18 derajat Celsius. Penyiraman dilakukan secara rutin sesuai kondisi musim, disertai pemberian pupuk cair secara berkala untuk menjaga kebutuhan nutrisi tanaman. Tingkat kelembapan udara yang tinggi serta cahaya tidak langsung diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Swaddled Babies memiliki bentuk bunga yang membuatnya mudah dikenali sekaligus menjadi salah satu anggrek menarik dari Pegunungan Andes. Habitat pegunungan, hubungan dengan lebah penyerbuk, serta kebutuhan lingkungan yang khusus membuat spesies ini memiliki karakteristik yang berbeda dari banyak jenis anggrek lainnya.




















