5 Fakta Lavaux, Perkebunan Anggur dengan Ribuan Terasering di Swiss

- Kebun anggur Lavaux sudah ada sejak abad ke-11
- Dikelilingi danau dan pegunungan yang indah
- Memiliki lebih dari 10.000 terasering yang disusun manual
Lavaux adalah sebuah kawasan perkebunan anggur di Swiss yang dikenal karena sejarahnya yang panjang dan struktur teraseringnya yang khas. Kawasan ini telah berkembang selama berabad-abad dan menjadi contoh menarik tentang bagaimana manusia membentuk lanskap untuk keperluan pertanian secara berkelanjutan. Keunikannya tidak hanya terletak pada hasil anggur yang dihasilkan, tetapi juga pada cara kawasan ini mempertahankan warisan budayanya.
Di balik bentuk dan sejarahnya, Lavaux menyimpan banyak fakta menarik yang menunjukkan betapa pentingnya peran kawasan ini dalam perkembangan vitikultur di Swiss. Mulai dari asal-usulnya hingga pengakuan internasional, setiap aspek Lavaux memberikan gambaran yang lebih luas tentang hubungan manusia dengan lingkungannya. Untuk mengenal Lavaux lebih jauh, yuk simak lima faktanya berikut ini.
1. Kebun anggurnya sudah ada sejak abad ke-11

Lavaux mulai dikenal sebagai kawasan anggur sejak abad ke-11, ketika para biarawan Benediktin dan Sistersien mengolah lerengnya menjadi teras-teras panjang untuk menanam anggur. Mereka menata batu, membentuk dinding, dan menyesuaikan lahan miring agar bisa digunakan secara efektif. Dari sinilah pola dasar lanskap Lavaux terbentuk dan terus berkembang.
Selama berabad-abad, masyarakat setempat melanjutkan sistem yang sudah dirintis para biarawan itu. Terasering yang dibangun hampir seribu tahun lalu masih dipakai sampai sekarang, menunjukkan betapa kuatnya tradisi bercocok tanam di wilayah ini. Keberlanjutan inilah yang membuat Lavaux sering dianggap sebagai contoh khas hubungan jangka panjang antara manusia dan lingkungan yang mereka kelola.
2. Dikelilingi danau dan pegunungan yang indah

Lavaux terletak di lereng yang membentang antara Danau Jenewa dan Pegunungan Alpen, menciptakan lanskap yang sangat menakjubkan. Dari terasering kebun anggur, terlihat danau yang luas dengan air biru jernih dan pegunungan yang menjulang di kejauhan. Kombinasi ini tidak hanya memperindah pemandangan, tetapi juga menunjukkan bagaimana manusia menyesuaikan pertanian dengan kondisi alam yang menantang.
Letak geografis Lavaux yang unik juga berdampak pada iklim dan pertumbuhan anggur. Panas yang diserap dinding batu teras, sinar matahari dari danau, dan suhu alami lereng membantu tanaman anggur berkembang optimal. Dengan begitu, Lavaux menjadi contoh penting dari warisan budaya dan lanskap yang indah, di mana alam dan aktivitas manusia berjalan beriringan.
3. Memiliki lebih dari 10.000 terasering yang disusun manual

Lavaux memiliki lebih dari 10.000 terasering anggur yang ditopang oleh dinding batu yang memanjang hingga ratusan kilometer. Dinding-dinding ini disusun manual dari batu lokal dan mengikuti bentuk lereng yang curam. Selain membentuk lahan tanam, struktur ini juga membantu menyerap panas dan menjaga kestabilan tanah, sehingga menjadi bagian penting dari identitas sekaligus warisan budaya Lavaux.
Terasering ini masih dirawat hingga sekarang, dan hampir seluruh pekerjaannya dilakukan dengan tangan karena kondisi lereng yang terjal. Dinding batu yang rentan terhadap erosi atau hujan deras perlu diperbaiki secara rutin, sehingga perawatan menjadi tugas berkelanjutan yang memerlukan keterampilan khusus. Upaya inilah yang menjaga bentuk Lavaux tetap terpelihara dan menjadi salah satu lanskap pertanian bersejarah yang masih hidup hingga sekarang.
4. Anggur Chasselas adalah bintang utamanya

Chasselas adalah anggur yang paling menonjol di Lavaux, mengisi hampir seluruh lereng yang membentang di sisi utara Danau Jenewa. Anggur putih ini sudah lama menjadi ciri khas wilayah tersebut karena rasanya yang lembut dan ringan, serta mudah berubah sesuai kondisi tanah tempatnya tumbuh. Setiap area di Lavaux bisa menghasilkan kualitas Chasselas yang berbeda, sehingga anggur ini sering dianggap sebagai gambaran langsung dari lingkungan alamnya.
Selama ini banyak orang mengira Chasselas hanyalah anggur yang sederhana, padahal di Lavaux kualitasnya sangat dijaga. Anggur ini diolah dengan penuh perhatian sehingga menghasilkan wine yang lebih halus, beraroma lembut, dan memiliki rasa yang khas. Kombinasi antara lanskap terasering yang indah dan tradisi pembuatannya membuat Chasselas tetap menjadi bintang utama sekaligus ikon rasa dari Lavaux.
5. Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 2007

Sejak 2007, terasering kebun anggur di Lavaux resmi diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Pengakuan ini diberikan karena Lavaux merupakan contoh luar biasa dari hubungan panjang antara manusia dan alam, di mana tradisi bertani di teras telah dipertahankan dan dikembangkan selama berabad-abad. Lanskapnya yang masih terjaga dengan baik, lengkap dengan desa, jalan, dan kebun anggur, menunjukkan bagaimana masyarakat setempat berhasil menyesuaikan tradisi lama dengan kebutuhan modern.
Status UNESCO juga mendorong perlindungan yang lebih kuat bagi Lavaux. Kawasan ini terus dijaga dari pembangunan yang bisa merusak lanskapnya, dengan aturan dan rencana perlindungan yang ketat dari pemerintah federal dan lokal. Terasering di Lavaux tetap digunakan secara aktif dan dirawat dengan baik, memastikan warisan budaya ini tetap utuh sekaligus berfungsi sebagai bagian penting dari ekonomi dan identitas wilayah.
Lavaux adalah contoh nyata bagaimana manusia dan alam bisa hidup berdampingan dengan harmonis. Dari teras-teras kuno hingga anggur Chasselas yang khas, setiap bagiannya menyimpan cerita panjang tentang tradisi dan budaya setempat. Dengan pengakuan UNESCO dan pemandangan yang menakjubkan, Lavaux menjadi warisan budaya yang patut dipelajari dan dijaga keberlangsungannya.


















