5 Fakta Kuldīga, Kota Tua dengan Air Terjun Terlebar di Eropa

- Kuldīga, kota tua di Latvia yang diakui UNESCO
- Venta Rapid, air terjun terlebar di Eropa dengan lebar hingga 270 meter
- Tata kota abad ke-17 masih utuh dan bangunan kayu masih digunakan sebagai rumah warga
Kuldīga adalah kota tua yang terletak di Latvia dan dikenal karena kemampuannya menjaga warisan sejarah secara konsisten. Di tengah banyaknya kota yang berubah mengikuti arus modernisasi, Kuldīga justru mempertahankan tata kota, bangunan, dan suasana yang mencerminkan masa lalu, sehingga memiliki karakter yang kuat dan berbeda.
Selain statusnya sebagai kota yang diakui UNESCO, Kuldīga juga memiliki daya tarik alam yang tidak biasa, yaitu air terjun terlebar di Eropa yang mengalir di tengah kota. Keunikan tersebut menjadikan Kuldīga bukan sekadar kota tua, tetapi ruang hidup yang menyatukan sejarah, alam, dan kehidupan modern secara seimbang. Yuk simak lima fakta unik tentang Kuldīga berikut ini.
1. Kota kecil tapi diakui UNESCO

Kuldīga adalah kota kecil di Latvia bagian barat yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2023 karena kota tuanya yang terawat dengan sangat baik. Kota ini berkembang sejak abad ke-13 dan mencapai peran pentingnya pada abad ke-16 hingga ke-18, dengan struktur kota dan pola jalan yang masih dipertahankan hingga sekarang.
Keistimewaan Kuldīga terletak pada kemampuannya menjaga kesinambungan sejarah dalam kehidupan kota modern. Bangunan kayu tradisional dan arsitektur dengan pengaruh asing dari kawasan Baltik masih berdiri berdampingan, mencerminkan perjalanan sejarahnya sebagai pusat perdagangan dan administrasi. Kondisi inilah yang menjadikan Kuldīga sebagai kota kecil dengan nilai budaya yang diakui secara internasional.
2. Punya air terjun terlebar di Eropa

Salah satu daya tarik utama Kuldīga adalah keberadaan Venta Rapid, atau Ventas Rumba, yang dikenal sebagai air terjun terlebar di Eropa. Meski tingginya hanya sekitar dua meter, lebar air terjun ini bisa mencapai hingga 270 meter saat debit air meningkat pada musim semi, dan sekitar 250 meter pada musim panas. Lebarnya yang luar biasa membuat Venta Rapid berbeda dari kebanyakan air terjun lain di Eropa.
Air terjun ini terbentuk di atas lapisan batu dolomit yang terus mengalami erosi secara alami, sehingga bentuk alirannya perlahan berubah dari waktu ke waktu. Pada musim tertentu, ikan-ikan yang bermigrasi dapat terlihat melompat melawan arus di sepanjang air terjun, dengan latar jembatan bata bersejarah dan kota tua Kuldīga yang memperkuat kesan bahwa unsur alam dan sejarah di kota ini saling berpadu secara alami.
3. Tata kota abad ke-17 masih utuh

Kuldīga memiliki tata kota yang masih mempertahankan bentuk dasarnya sejak abad ke-17. Struktur kota ini terbentuk ketika Kuldīga berkembang menjadi pusat administrasi dan perdagangan di bawah Duchy of Courland and Semigallia. Hingga kini, pola jalan dan susunan kawasan kotanya masih mengikuti bentuk yang dirancang pada masa tersebut, memberikan gambaran yang jelas tentang perkembangan kota Eropa pada periode itu.
Keutuhan tata kota ini juga dipengaruhi oleh letaknya di pertemuan Sungai Venta dan Alekšupīte, yang sejak awal menjadi bagian penting dalam pembentukan kota. Berbeda dengan banyak kota lain di kawasan Baltik, pusat bersejarah Kuldīga relatif tidak mengalami perubahan besar akibat perang maupun modernisasi, sehingga karakter tata kota lamanya tetap terjaga hingga kini.
4. Bangunan kayu masih jadi rumah warga

Kuldīga memiliki lebih dari 400 bangunan kayu di kawasan kota tuanya yang dibangun antara abad ke-17 hingga ke-19 dan hingga kini masih digunakan sebagai rumah tinggal warga. Rumah-rumah ini bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang telah menetap di kawasan tersebut selama beberapa generasi.
Keberlangsungan rumah kayu ini didukung oleh meningkatnya kesadaran warga terhadap nilai warisan budaya yang mereka miliki. Sejak 2008, Kuldīga Restoration Centre melibatkan masyarakat, perajin, dan arsitek dalam berbagai kegiatan perawatan dan pelestarian, sehingga rumah-rumah kayu tersebut tetap terawat, fungsional, dan menjadi bagian penting dari identitas kota yang terus hidup.
5. Modernisasi “ditahan” demi identitas kota

Kuldīga mempertahankan identitas kotanya dengan menerapkan aturan pembangunan yang ketat di kawasan pusat bersejarah. Modernisasi tidak dilarang sepenuhnya, tetapi diarahkan agar tidak mengganggu struktur kota lama, baik dari segi skala bangunan, tata ruang, maupun lanskap sekitarnya. Pembatasan tinggi bangunan dan penetapan zona perlindungan menjadi bagian penting untuk menjaga keaslian wajah kota.
Pengelolaan kawasan bersejarah Kuldīga dilakukan secara terencana melalui berbagai regulasi dan rencana pengelolaan jangka panjang. Pemerintah kota bekerja sama dengan lembaga pelestarian untuk memastikan bahwa perkembangan kota tetap sejalan dengan nilai sejarah dan budaya yang dimilikinya. Pendekatan ini membuat Kuldīga mampu berkembang sebagai kota modern tanpa kehilangan karakter dan identitas aslinya.
Kuldīga membuktikan bahwa sebuah kota tua tetap bisa bertahan dan relevan tanpa harus kehilangan jati dirinya. Dari pengakuan UNESCO hingga upaya menahan laju modernisasi, setiap sudut kota ini menyimpan cerita tentang keseimbangan antara sejarah dan kehidupan masa kini. Lewat keunikannya, Kuldīga menjadi contoh bagaimana warisan budaya bisa terus hidup dan dijaga hingga sekarang.


















