Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cuaca Ekstrem di Arktik Masuki Era Baru, Ganggu Ekosistem Alami

ilustrasi perairan Arktik
ilustrasi perairan Arktik (pixabay.com/Tommy Andreassen)
Intinya sih...
  • Perubahan iklim memicu era baru cuaca ekstrem di Arktik
  • Dampak signifikan pada tumbuhan, satwa liar, dan masyarakat setempat
  • Peningkatan peristiwa cuaca ekstrem terutama dalam tiga dekade terakhir
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perubahan iklim sedang mengubah pola cuaca Bumi dengan cara yang luas dan berkepanjangan, dan sebuah studi baru mengungkap peningkatan yang signifikan dalam peristiwa cuaca ekstrem di Arktik yang dipicu oleh kenaikan suhu global.

Studi ini, yang dilakukan oleh tim peneliti internasional yang menganalisis data selama puluhan tahun, menyatakan bahwa "era baru" peristiwa cuaca ekstrem kini sedang berlangsung di wilayah utara planet ini.

Masyarakat dan satwa terdampak

Ini merupakan pergeseran besar ke kondisi iklim yang belum pernah terjadi sebelumnya yang kemungkinan akan berdampak signifikan pada tumbuhan dan satwa liar di Arktik, serta pada masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Dampak yang lebih luas juga akan terjadi karena keseimbangan karbon di Arktik terganggu, dengan es laut menyusut dan tundra mencair.

Periode data yang dianalisis oleh para peneliti mencakup lebih dari 70 tahun, dengan fokus khusus pada peristiwa ekstrem jangka pendek yang tidak selalu terlihat dalam rata-rata bulanan. Data tersebut mencakup informasi tentang gelombang panas, kekeringan, dan tutupan salju.

Cuaca ekstrem

Rubah arktik (unsplash.com/Jonatan Pie)
Rubah arktik (unsplash.com/Jonatan Pie)

Peristiwa cuaca ekstrem semakin sering dan meluas, menurut para peneliti, terutama dalam tiga dekade terakhir, di mana banyak wilayah baru mulai mengalami kondisi ekstrem. Ada juga titik panas, seperti Siberia Tengah, Skandinavia Barat, dan pantai Greenland, yang lebih terdampak dibandingkan wilayah lain.

Peristiwa-peristiwa yang semakin sering ini termasuk kejadian hujan di atas salju, yang disebabkan oleh pemanasan iklim. Ketika hal ini terjadi, permukaan es membeku, menjebak sumber makanan yang kemudian berdampak pada hewan-hewan Arktik, termasuk rusa kutub yang bergantung pada lumut.

Meskipun para peneliti tidak secara langsung meneliti konsekuensi ekologi, ada bukti kuat bahwa dampak berantai yang akan terjadi akan sangat drastis dan merusak. Pola cuaca ini bukanlah sesuatu yang biasa atau siap dihadapi oleh flora dan fauna Arktik.

Faktor utama perubahan

Para peneliti berupaya memperoleh data yang lebih rinci, yang diharapkan dapat mendukung penelitian lebih lanjut tentang era cuaca ekstrem di Arktik. Studi ini menggunakan perkiraan dan perhitungan dalam beberapa area di mana data lapangan terbatas.

Mereka menggunakan istilah 'Arctic browning' untuk menggambarkan hilangnya kehidupan tumbuhan di seluruh wilayah tersebut dan peristiwa cuaca ekstrem yang dijelaskan dalam studi ini diyakini sebagai salah satu faktor utama penyebab fenomena tersebut.

Selain mempengaruhi ketersediaan makanan, pergeseran ini dapat mengubah keseimbangan penangkapan dan pelepasan karbon di seluruh Arktik. Ini merupakan pengingat yang mengkhawatirkan bahwa pemanasan global menyebabkan perubahan yang tidak dapat dibalikkan pada ekosistem planet ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Cuaca Ekstrem di Arktik Masuki Era Baru, Ganggu Ekosistem Alami

07 Feb 2026, 07:25 WIBScience