Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Marbled Murrelet, Spesies Misterius Penghuni Laut dan Hutan

5 Fakta Marbled Murrelet, Spesies Misterius Penghuni Laut dan Hutan
Marbled Murrelet (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Headquarters)
Intinya Sih
  • Marbled murrelet adalah burung laut unik yang hidup di dua habitat berbeda: mencari makan di laut dan bersarang di hutan tua, dengan sarang pertama ditemukan pada 1974.
  • Burung ini dikenal lewat suara panggilan bernada tinggi serta kemampuan terbang cepat hingga 80 km/jam dengan kepakan konstan untuk bermanuver di antara pepohonan.
  • Selama berkembang biak, jantan dan betina bergantian mengerami telur serta merawat anak, sementara warna bulunya berubah mengikuti musim demi kamuflase alami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Marbled murrelet (Brachyramphus marmoratus) dikenal sebagai salah satu burung laut dengan kebiasaan hidup yang unik. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di lautan untuk mencari makan, tetapi memilih kawasan hutan tua sebagai tempat berkembang biak. Perpaduan dua habitat yang sangat berbeda tersebut membuat marbled murrelet tampak berbeda dari kebanyakan burung laut lainnya.

Kehidupan marbled murrelet juga sempat menjadi misteri bagi para peneliti karena lokasi sarangnya sangat sulit ditemukan. Bahkan, sarang spesies ini baru berhasil didokumentasikan pada 1974 setelah pencarian selama bertahun-tahun. Meski sulit diamati di alam liar, marbled murrelet ternyata menyimpan banyak fakta menarik. Yuk, simak lima faktanya!

1. Karakter vokal unik berupa suara jeritan

Marbled Murrelet
Marbled Murrelet (commons.wikimedia.org/Gus van Vliet)

Marbled murrelet memiliki karakter vokal yang mudah dikenali dari suara panggilannya yang bernada tinggi. Dilansir laman Bird Alliance Oregon, burung ini mengeluarkan bunyi keer secara berulang ketika terbang di udara sebagai alat komunikasi dengan pasangan maupun individu lain. Panggilan tersebut membantu mereka saling mengetahui posisi, terutama saat bergerak di antara kawasan laut dan hutan.

Suara jeritan pendek tersebut paling sering terdengar menjelang matahari terbit ketika aktivitas marbled murrelet sedang meningkat. Pada masa lalu, para pekerja hutan bahkan menjulukinya sebagai fog lark atau "burung kabut" karena suara itu kerap terdengar dari balik kabut tanpa mereka mengetahui asalnya. Bunyi keer yang khas juga menjadi salah satu cara peneliti mendeteksi keberadaan spesies ini di alam liar.

2. Kecepatan terbang tinggi dengan kepakan konstan

Marbled Murrelet
Marbled Murrelet (commons.wikimedia.org/USFWSAlaska)

Selain memiliki suara panggilan yang khas, marbled murrelet juga dikenal dengan kemampuan terbangnya yang sangat cepat. Masih dari laman Bird Alliance Oregon, burung ini mampu melesat hingga sekitar 50 mil per jam atau sekitar 80 kilometer per jam. Kepakan sayapnya berlangsung sangat cepat dan konstan sehingga membuat pola terbangnya terlihat berbeda dibandingkan kebanyakan burung laut.

Sayap marbled murrelet lebih beradaptasi untuk berenang daripada terbang. Oleh karena itu, burung ini harus terus mengepakkan sayap agar tetap dapat terbang tanpa banyak melayang. Gaya terbang tersebut membuat marbled murrelet mampu bergerak dengan cepat sekaligus bermanuver di antara pepohonan saat menuju lokasi bersarang.

3. Misteri kehidupan ganda di laut dan hutan tua

Habitat Marbled Murrelet
Habitat Marbled Murrelet (commons.wikimedia.org/National Archives and Records Administration)

Marbled murrelet memiliki pola hidup yang tidak biasa dibandingkan sebagian besar burung laut lainnya. Dilansir laman Audubon, spesies ini menghabiskan sebagian besar waktunya di lautan untuk mencari makan, berenang, dan beristirahat. Namun, ketika musim berkembang biak tiba, mereka justru terbang menuju hutan tua untuk bersarang di atas dahan pohon-pohon besar yang tertutup lumut.

Kebiasaan tersebut sempat membingungkan para ilmuwan selama bertahun-tahun. Sejak pertama kali dideskripsikan pada akhir abad ke-18, lokasi sarang marbled murrelet tidak pernah diketahui hingga akhirnya ditemukan pada 1974 di atas pohon redwood tua. Penemuan itu menjadi dokumentasi pertama yang mengungkap lokasi berkembang biak burung laut ini.

4. Jantan dan betina bergantian merawat anak

Marbled Murrelet
Marbled Murrelet (commons.wikimedia.org/TRinaud)

Proses berkembang biak marbled murrelet melibatkan kerja sama yang erat antara induk jantan dan betina. Masih dari laman Audubon, keduanya bergantian mengerami satu butir telur selama sekitar empat minggu hingga menetas. Selama salah satu induk menjaga telur di sarang, induk lainnya akan mencari makan di laut sebelum kembali menggantikan pasangannya. Pola bergantian tersebut terus dilakukan hingga masa pengeraman selesai.

Setelah anak menetas, kedua induk tetap berbagi tugas untuk merawatnya. Mereka membawa ikan-ikan kecil dari laut menuju sarang yang berada di atas pohon sebagai sumber makanan bagi anaknya. Anak burung akan tetap berada di sarang selama sekitar empat minggu sambil tumbuh dan mengembangkan kemampuan terbangnya. Setelah itu, anak marbled murrelet akan meninggalkan sarang untuk menuju laut dan mulai hidup secara mandiri.

5. Warna bulunya berubah sesuai musim

Marbled Murrelet
Marbled Murrelet (commons.wikimedia.org/Oregon State University)

Marbled murrelet juga mengalami perubahan warna bulu sesuai musim. Dilansir laman All About Birds, saat musim berkembang biak, burung dewasa memiliki bulu berwarna cokelat dengan corak menyerupai marmer. Pola tersebut membantu menyamarkan tubuhnya di antara kulit pohon dan lumut ketika sedang mengerami telur.

Setelah musim berkembang biak berakhir, warna bulunya berganti menjadi kombinasi hitam dan putih. Perubahan ini terjadi ketika burung kembali menghabiskan sebagian besar waktunya di laut. Warna tersebut membuat tubuh marbled murrelet lebih sulit terlihat di permukaan air saat berenang maupun mencari makan.

Itulah lima fakta tentang marbled murrelet, burung laut yang memiliki pola hidup berbeda dari kebanyakan spesies sejenis. Berbagai keunikan yang dimilikinya, seperti suara panggilan yang khas, kemampuan terbang yang cepat, hingga kebiasaan bersarang di hutan tua, membuat spesies ini menarik untuk dipelajari. Meski menghadapi berbagai ancaman terhadap habitatnya, marbled murrelet tetap menjadi bagian penting dari ekosistem pesisir dan hutan di wilayah persebarannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More