Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Deutsches Museum, Museum Sains Terbesar dan Ikonik di Jerman

5 Fakta Deutsches Museum, Museum Sains Terbesar dan Ikonik di Jerman
Deutsches Museum (commons.wikimedia.org/Ank Kumar/CC BY-SA 4.0)
Intinya Sih
  • Deutsches Museum di Munich dirancang oleh Oskar von Miller sejak 1903 dan resmi dibuka pada 1925 setelah tertunda akibat Perang Dunia I serta tantangan konstruksi di atas tanah Sungai Isar.
  • Museum ini sempat hancur hingga 80% karena serangan bom Sekutu pada 1944, lalu direkonstruksi besar-besaran dan selesai dipulihkan sepenuhnya pada tahun 1965.
  • Dengan luas pameran 50.000 meter persegi dan lebih dari 125.000 koleksi, Deutsches Museum dikenal global sebagai museum sains terbesar yang juga memiliki ruang bawah tanah tambang buatan dan tiga fungsi bangunan utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Deutsches Museum (Museum Jerman) adalah salah satu museum sains dan teknologi terbesar dan terbaik di dunia yang terletak di Munich, Jerman. Uniknya, lokasi dari situs ini ada di satu pulau yang berdiri sendiri, yaitu Museumsinsel (Pulau Museum) yang berada di tengah Sungai Isar. Sejak dulu, museum ini sudah dikenal karena kehebatan penemuan dan penelitian sains, serta kejeniusan penggunaan teknologi yang saat itu masih cukup terbatas.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Deutsches Museum, yuk kita bahas lima fakta unik yang dimiliki oleh situs bersejarah yang satu ini. Penasaran ada apa saja? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Telah digagas sejak tahun 1903

Deutsches Museum
Deutsches Museum (commons.wikimedia.org/Flocci Nivis/CC BY 4.0)

Oskar von Miller adalah insinyur asli Jerman yang telah merencanakan pembangunan museum ini sejak tahun 1903. Peletakan batu di Deutsches Museum baru benar-benar dilakukan pada tahun 1906. Sayangnya, pembangunan terpaksa dihentikan karena tragedi Perang Dunia I mencapai puncaknya dan Jerman mendapat dampak besar yang buruk. Sekitar 22 tahun kemudian, gedung pameran ini baru bisa diresmikan, tepatnya pada 7 Mei 1925 yang juga dibenarkan oleh laman Google Arts & Culture.

Tantangan yang lebih besar justru datang dari sisi tempat dibangunnya museum ini. Para insinyur harus menggunakan 1.500 tiang beton sedalam 7 meter ke dalam tanah. Tiang beton sebanyak itu juga memiliki banyak pertimbangan dan alasan di baliknya. Sungai Isar memiliki karakteristik tanah yang mudah sekali ambles dan ribuan tiang beton itu adalah opsi terbaik untuk meminimalisir hal terburuk terjadi.

2. Hancur total akibat Perang Dunia II

Deutsches Museum
Deutsches Museum (commons.wikimedia.org/Flocci Nivis/CC BY 4.0)

Setelah pembangunannya terhambat karena Perang Dunia I, peristiwa Perang Dunia II datang membawa kabar buruk untuk Jerman dan semua isi di dalamnya. Pada tahun 1944, ada lebih dari 5.000 bom sebar yang dijatuhkan oleh Sekutu di kawasan Museumsinsel. Serangan sebesar itu jelas sangat mustahil untuk dicegah, laman Deutsches Museum sendiri mengatakan total kehancuran bangunan sekitar 80% dan 20% koleksi pameran yang rusak hingga hancur.

Meski begitu, museum bersejarah ini sangat tidak mungkin untuk dibiarkan begitu saja oleh pemerintah dan masyarakat Munich. Setelah Perang Dunia II berakhir, proyek rekonstruksi besar-besaran langsung dimulai untuk mengembalikan kondisi fisik pada bangunan ini. Proses ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama, baru selesai pada tahun 1965.

3. Memiliki ruang bawah tanah yang sangat luas

Deutsches Museum
Deutsches Museum (commons.wikimedia.org/Julian Herzog/CC BY 4.0)

Harus diakui bahwa Deutsches Museum memiliki banyak insinyur yang berperan penting di dalamnya. Karl Ernst adalah nama yang tidak boleh terlewat untuk disebutkan karena replika terowongan tambang sepanjang ratusan meter adalah ide miliknya. Ia merancang ruangan ini menyerupai labirin berbelok-belok yang gelap seperti kondisi di dalam perut Bumi.

Untuk menambah kesan yang sungguhan, interior ruangan ini dibangun menggunakan material bangunan, kayu penyangga, dan alat bor raksasa. Saat turun ke ruangan ini, orang-orang akan merasakan sensasi pengap dan sesak, mirip dengan kondisi tambang batu bara dan garam pada abad pertengahan.

4. Salah satu museum sains terbaik di dunia yang menyimpan ratusan ribu objek

Deutsches Museum
Deutsches Museum (commons.wikimedia.org/Ank Kumar/CC BY-SA 4.0)

Luas lantai pameran yang mencapai 50.000 meter persegi, membuat Deutsches Museum diakui secara global sebagai salah satu museum sains terbaik dan terbesar di dunia. Dimensi ruangannya juga memang sengaja dibuat sangat besar agar bisa menampung benda teknologi yang tak kalah besar juga. Masih dilansir laman Deutsche Museum, tercatat ada lebih dari 125.000 total pameran yang berada dalam gedung ini. Namun, hanya ada sekitar 25.000 pameran saja yang biasanya ditampilkan untuk publik.

Salah satu benda paling ikonik di museum ini adalah mesin Enigma yang digunakan Jerman untuk mengirim pesan rahasia selama Perang Dunia II. Ironisnya, sistem dari mesin tersebut berhasil diretas secara diam-diam oleh pasukan Sekutu. Apa yang terjadi? Sekutu mengetahui semua rahasia milik Jerman, mulai dari instruksi serangan dari Adolf Hitler hingga titik koordinat U-boat, kapal selam Jerman yang saat itu sangat merepotkan bagi militer Sekutu. Kegagalan intelijen ini menjadi salah satu blunder terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah perang modern.

5. Memiliki tiga fungsi bangunan yang kompleks

Deutsches Museum
Deutsches Museum (commons.wikimedia.org/Ank Kumar/CC BY-SA 4.0)

Hasil kemegahan bangunan Deutsches Museum ternyata memiliki proses pembangunan yang sangat kompleks. Hampir semua elemen penting di bangunan ini dibangun secara bertahap. Menurut catatan sejarah pembangunannya, Deutsches Museum disempurnakan melalui tiga fase pembangunan yang menyatukan semua fungsi ruangan.

Evolusi pertama dimulai dengan peresmian Gedung Pameran Utama pada tahun 1925. Tak berselang lama, museum ini menambahkan gedung perpustakaan raksasa pada tahun 1932, yang digunakan untuk menyimpan berbagai dokumen sains. Hingga akhirnya, disempurnakan dengan selesainya pembangunan gedung Congress Hall pada tahun 1935.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Deutsches Museum. Gimana, jadi sudah tahu, kan? Mulai dari telah direncanakan pembangunannya pada tahun 1903 hingga memiliki evolusi tiga fungsi bangunan yang kompleks. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More