Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Asteroid Memiliki Bentuk Tidak Beraturan?

Kenapa Asteroid Memiliki Bentuk Tidak Beraturan?
ilustrasi asteroid (pixabay.com/BENG-ART)
Intinya Sih
  • Asteroid berbentuk tidak beraturan karena ukurannya kecil, sehingga gravitasi tidak cukup kuat untuk menarik materialnya menjadi bola sempurna seperti planet atau bulan.
  • Selama miliaran tahun, tabrakan antar asteroid membentuk permukaan penuh kawah dan bentuk yang unik, mencerminkan sejarah panjang pembentukan Tata Surya.
  • Banyak asteroid terdiri dari tumpukan batu longgar dan berotasi cepat, membuat bentuknya mudah berubah serta semakin bervariasi dari satu objek ke objek lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu pernah melihat foto asteroid yang diambil wahana antariksa, mungkin kamu akan menyadari bahwa bentuk asteroid tidaklah bulat. Ada yang menyerupai kentang, batu bergerigi, bahkan ada yang terlihat seperti dua batu yang menyatu. Berbeda dengan Bulan, Bumi atau planet lain yang cenderung bulat, asteroid justru hampir tidak ada yang berbentuk sempurna.

Lalu, kenapa asteroid memiliki bentuk tidak beraturan? Jawabannya ternyata berkaitan dengan ukuran, gravitasi, hingga sejarah panjang Tata Surya yang penuh tabrakan. Berikut penjelasannya.

1. Ukurannya terlalu kecil untuk menjadi bulat

Alasan utama asteroid memiliki bentuk tidak beraturan adalah karena ukurannya yang relatif kecil. Pada benda langit berukuran besar seperti Bumi atau Bulan, gaya gravitasi sangat kuat sehingga mampu menarik seluruh material ke arah pusat. Akibatnya, permukaan benda tersebut perlahan menjadi lebih halus dan membentuk bola yang hampir sempurna.

Sementara itu, asteroid memiliki massa yang jauh lebih kecil. Gravitasinya tidak cukup kuat untuk "meratakan" bentuknya. Batuan penyusunnya justru lebih kuat daripada tarikan gravitasinya sendiri.

Itulah sebabnya asteroid bisa memiliki bentuk menyerupai kentang, bongkahan batu bergerigi, atau gumpalan yang sama sekali tidak simetris. Singkatnya, berat asteroid sendiri tidak cukup besar untuk membentuk bola seperti planet.

2. Miliaran tahun mengalami tabrakan

Tata Surya bukanlah tempat yang benar-benar tenang. Selama miliaran tahun, asteroid terus bergerak mengelilingi Matahari dan sesekali bertabrakan satu sama lain. Benturan tersebut dapat memecahkan sebagian permukaan asteroid, mengikis sudut-sudutnya, menghancurkan asteroid menjadi pecahan yang lebih kecil, atau justru menyatukan beberapa fragmen menjadi benda baru.

Akibat proses yang berlangsung sangat lama ini, banyak asteroid memiliki permukaan yang penuh kawah dan bentuk yang tidak beraturan. Bisa dibilang, bentuk asteroid yang kita lihat saat ini merupakan hasil dari sejarah tabrakan yang berlangsung sejak awal terbentuknya Tata Surya.

3. Sebagian asteroid hanyalah tumpukan batu

ilustrasi asteroid 8 Flora
ilustrasi asteroid (unsplash.com/NASA Hubble Space Telescope)

Menariknya, tidak semua asteroid berupa batu padat utuh. Beberapa di antaranya merupakan rubble pile, yaitu kumpulan pecahan batu yang hanya disatukan oleh gravitasi yang sangat lemah serta gaya antarpartikel.

Bayangkan seperti tumpukan puing yang saling menempel. Karena strukturnya longgar, asteroid jenis ini lebih mudah berubah bentuk ketika mengalami benturan atau gaya lain dari luar. Cukup banyak asteroid berukuran sedang hingga besar termasuk dalam kategori ini, sehingga bentuknya bisa sangat tidak beraturan.

4. Rotasi membuat bentuk asteroid berubah

Selain gravitasi dan tabrakan, kecepatan rotasi juga memengaruhi bentuk asteroid. Saat asteroid berputar, muncul gaya sentrifugal yang mendorong material ke arah luar. Jika putarannya cukup cepat, asteroid dapat menjadi lebih lonjong atau memanjang. Pada asteroid yang strukturnya longgar, rotasi bahkan bisa membuat bentuknya menyerupai gasing atau berlian. Karena itu, bentuk akhir asteroid merupakan hasil keseimbangan antara gravitasi yang lemah, kecepatan rotasi, dan sifat material penyusunnya.

5. Asteroid adalah sisa pembentukan tata surya

Asteroid sering disebut sebagai "fosil" Tata Surya. Sekitar 4,6 miliar tahun lalu, ketika planet-planet mulai terbentuk, sebagian besar debu dan batu berhasil bergabung menjadi planet.

Namun, masih ada sejumlah material yang tidak pernah cukup besar untuk berkembang menjadi planet. Material inilah yang kemudian menjadi asteroid.

Karena ukurannya tetap kecil, asteroid tidak pernah memiliki gravitasi yang cukup kuat untuk membentuk dirinya menjadi bola. Akibatnya, mereka mempertahankan bentuk asli yang tidak beraturan hingga sekarang.

Dalam beberapa kasus, asteroid bahkan terbentuk ketika dua benda kecil saling bertabrakan lalu menempel perlahan. Proses ini menghasilkan contact binary, yaitu asteroid yang tampak seperti dua bongkahan batu yang menyatu menjadi satu objek.

Ada asteroid yang hampir bulat

ilustrasi asteroid 7 Iris
ilustrasi asteroid (unsplash.com/NASA Hubble Space Telescope)

Meski sebagian besar asteroid berbentuk aneh, ada juga beberapa benda langit kecil yang terlihat lebih bulat. Hal ini biasanya terjadi pada asteroid yang ukurannya jauh lebih besar. Ketika massa sebuah benda mencapai batas tertentu, gravitasi mulai mampu mengalahkan kekuatan batuan penyusunnya. Lambat laun, bentuknya menjadi lebih mendekati bola.

Contohnya adalah planet katai, seperti Ceres yang memiliki bentuk hampir bulat karena gravitasinya cukup kuat untuk meratakan permukaannya. Dengan kata lain, semakin besar dan semakin masif suatu benda langit, semakin besar pula kemungkinan bentuknya menjadi bulat. Sebaliknya, asteroid kecil cenderung tetap mempertahankan bentuk yang unik dan tidak beraturan.

Kesimpulannya, asteroid memiliki bentuk tidak beraturan karena ukurannya terlalu kecil sehingga gravitasinya tidak cukup kuat untuk membentuk bola. Selain itu, miliaran tahun tabrakan, rotasi yang terus berlangsung, serta struktur internal yang longgar membuat bentuk asteroid semakin beragam.

Referensi

Asteroid Day. Diakses pada Juli 2026. LEARN – Why Aren’t Asteroids Round?
Livescience. Diakses pada Juli 2026. Why Are Asteroids and Comets Such Weird Shapes?
Sentinel Mission. Diakses pada Juli 2026. Why Do Asteroids Have Irregular Shapes? The Science Behind Their Uneven Forms
Space. Diakses pada Juli 2026. Why Are Asteroids and Comets Such Weird Shapes?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More